Review Lenovo Yoga 3 Pro: Laptop Multifungsi yang Asyik untuk Multitasking

Review Lenovo Yoga 3 Pro: Laptop Multifungsi yang Asyik untuk Multitasking

Lenovo baru saja menghadirkan varian terbaru dari klan Yoga. Mengusung nama Yoga 3 Pro, perangkat ini berwujud laptop yang bagian layarnya bisa ditekuk hingga 360 derajat dan berubah jadi tablet. 

Hadir dengan sistem operasi Windows 8.1, laptop ini juga tidak hanya mengedepankan desainnya yang super tipis, tetapi juga performa yang bisa mendukung aktivitas pengguna. Seperti apa? 

Design
Tidak dapat dipungkiri, desain dari Yoga 3 Pro begitu mutakhir dan cutting-edge. Ketipisannya juga terbilang sangat fantastis untuk sebuah perangkat laptop karena hanya setebal 12,7 mm ketika panelnya ditutup. 

Bagian luar pada bingkai layarnya dan bagian bawahnya dibungkus oleh material brushed metal yang memberikan kesan premium dan kuat. Meskipun melibatkan metal di sektor desain, bukan berarti laptop ini berat. Dengan bobotnya yang hanya 1,1 kg ditenteng dengan satu tangan pun tidak akan membuat pegal.

Salah satu kelebihan Yoga 3 Pro yang tidak dimiliki oleh laptop pada umumnya adalah kemampuannya melakukan 'yoga'. Ya, laptop ini bisa ditekuk sedemikian rupa sesuai dengan mode yang diinginkan pengguna, yakni stand, tent, dan tablet.

Kerennya, ketika berubah menjadi mode tablet, deretan keyboard yang ada langsung otomatif mati. Dengan begitu, pengguna tidak perlu khawatir ketika tangan menekan keyboard yang posisinya berada di belakang dalam mode tablet. 


Di bagian sisi-sisinya, Yoga 3 Pro memiliki 2 rongga USB 3.0, SD card slot, micro HDMI dan headphone yang bisa digunakan sebagai rongga untuk terhubung dengan adaptor. Selain itu, terdapat pula kontrol volume dan tombol power di sekitarnya.

Display

Dengan mengusung layar berukuran 13,3 inci, Yoga 3 Pro tentu bukan menyasar ke segmen netbook meskipun mobilitasnya setara dengan perangkat portable tersebut karena bobotnya yang sangat ringan. Bermaterial IPS dengan resolusi 3200 x 1200 piksel, tidak dapat dipungkiri bahwa layar ini sangat cemerlang menampilkan gambar apapun dari sudut manapun.

Yang mengesankan, layar Yoga 3 Pro tidak hanya tajam ketika digunakan di lingkungan indoor, ketika digunakan di outdoor, pantulan sinar matahari tidak terlalu banyak berpengaruh. Brightness yang dimiliki tetap nyaman untuk ditatap mata.

Performance

Buat apa punya tampilan keren tapi tenaganya loyo? Tenang, hal ini tidak terjadi Yoga 3 Pro. Dengan mengusung dapur pacu yang ditenagai prosesor teranyar Intel Core M5Y70 Broadwell berkecepatan dual-core 1,1 GHz, 8 GB DDR3 SDRAM, Intel HD Graphic 5300 dan 256 GB SSD storage (juga tersedia tipe 512 GB SSD), hampir semua aktivitas komputasi bergerak bisa dilakoni. 

Ketika digunakan untuk multitasking pun, Yoga 3 Pro tetap bisa diandalkan. Dengan catatan, salah satu program atau aplikasi yang dibuka bukanlah game dengan grafis tinggi. Sejauh ini, membuka banyak tab pada browser, dokumen Office, dan Photoshop, tidak memberikan efek slow pada performanya.

Sekedar catatan saja, Intel Core M adalah prosesor terbaru yang diperuntukkan bagi perangkat setipis Yoga 3, Pro di mana kelebihannya adalah tidak ada suara kipas yang menggantu, dan hemat daya. Hanya saja, jangan terlalu banyak berharap perfomanya akan setangguh Core i7. 

Software
Yoga 3 Pro berjalan di OS Windows 8.1 yang membuatnya ideal untuk digunakan pada keyboard, trackpada, hingga touchscreen. Versatilitas seperti ini tentunya memberikan banyak keuntungan, apalagi laptop ini merupakan perangkat multifungsi. Selama pengujian, JerukNipis mendapatkan bahwa laptop keren ini bisa menjalankan banyak program dengan smooth secara sekaligus.

Salah satu software bawaan yang keren pada Yoga 3 Pro adalah Yoga Harmony yang merupakan sebuah program yang memberikan rekomendasi beberapa aplikasi atau program yang peruntukkannya disesuaikan untuk mode tertentu. Misanya, ketika membuka aplikasi Facebook, maka program ini akan merekomendasikan mode yang sesuai yakni stand mode. 

Kemudian sederet aplikasi lain yang dibawa pada Yoga Pro 3 di antaranya McAfee LiveSafe, Lenovo Reach, Lenovo OneKey Recovery, Lenovo OneKey Optimizer, Lenovo Veriface Pro, Zinio, Yoga Chef, dan sebagainya. Meskipun terhitung sebagai bloatware, aplikasi bawaan tersebut tidak mengganggu dan justru bermanfaati sewaktu-waktu.

Sound

Lenovo rupanya tidak hanya mengedepankan mobilitas dan versatilitas pada Yoga 3 Pro. Ya laptop ini juga memiliki fitur multimedia yang mengesankan, utamanya pada keluaran suara. 

Berkat peranan JBL di sektor built-in speaker dan MaxxAudio untuk tuning, keluaran suara Yoga 3 Pro sangat brilian. Tidak hanya untuk sekedar mendengarkan musik, menonton film pun akan disuguhkan pengalaman sinematik dengan suara yang menggelegar bak berada di dalam gedung bioskop.

Keyboard
Deretan keyboard yang dimiliki Yoga 3 Pro terbuat dari plastik dan sedikit 'tenggelam' di antara sudut yang mengelilinginya. Digunakan untuk mengetik, keyboard tersebut sangat nyaman, responsif, dan cukup mengesankan untuk sebuah perangkat yang memilki tampilan sangat tipis.

Pada trackpad-nya, Yoga 3 Pro menawarkan banyak fungsi multi-touch yang merespon jari, Misalnya mengklik dengan dua jari atau scroll. Memang fungsinya tidak sebaik MacBook Air, tapi sejauh ini penggunannya sangat simpel dan tidak membuat frustasi pengguna karena tersendat-sendat.

Battery

Seperti yang sudah JerukNipis ungkapkan di atas, kehadiran prosesor Intel Core M membuat laptop Yoga 3 Pro hemat daya. Ya, untuk sekali pengisian ulang saja, durasi penggunannya bisa mencapai 7 jam. 

Jika ingin membuat baterai lebih irit, pengguna bisa menyiasatinya dengan mengecilkan brightness dan menghidupkan baterry saving mode. Asalkan dengan penggunaan normal, Yoga 3 Pro bisa bertahan lebih dari 10 jam dengan trik ini.

Conclusion

Yoga 3 Pro adalah salah satu bukti nyata bahwa sebuah perangkat pintar yang ideal tidak hanya keren dari tampilan dan desain saja, tetapi juga performa. Selain itu, laptop ini juga memiliki 'keajaiban' yang tidak dimiliki laptop lain dengan versatilitasnya yang memungkinkan digunakan untuk berbagai mode hingga menjadi tablet.

Dibanderol seharga Rp 18 juta, memang Yoga 3 Pro terbilang mahal untuk sebuah perangkat laptop. Namun, dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, harga tersebut tampaknya menjadi impas. Ibaratnya, hanya dengan membeli laptop, pengguna bisa mendapatkan sebuah tablet. Apalagi bagi Jerukers yang memiliki mobilitas tinggi, tentunya laptop ini bisa menjadi pilihan tersendiri karena tidak membuat kamu mati gaya ketika menentengnya.