Review Huawei Honor 3X: Layar dan Performa Ekstra Besar

Review Huawei Honor 3X: Layar dan Performa Ekstra Besar

Nama Huawei memang masih berkibar kencang di pasar ponsel Tanah Air. Sayangnya, begitu hingar-bingar smartphone berdesir kencang, vendor asal China ini seperti tenggelam di kesunyian, karena popularitasnya yang hampir diredam oleh vendor penguasa pasar.

Tapi Huawei sepertinya tidak ingin begitu saja menyerah kepada kejamnya industri ponsel. Secara berkala beberapa produk dihadirkan untuk menjamah pasar. Setelah kesuksesan Honor 3C di Indonesia, vendor ini menghadirkan Honor 3X yang memiliki spesifikasi lebih tinggi dan layar lebih lebar.

Design

Tidak dapat dipungkiri, popularitas Galaxy Note cukup membayang-bayangi smartphone berlayar jumbo yang beredar di pasaran. Huawei bahkan tidak dapat menahan bayangan tersebut. Itulah sebabnya Huawei 3X dihadirkan menyerupai phablet dari Samsung tersebut, minus tombol fisik di bagian layar depan. 

Mengusung dimensi 5,89 x 3,05 x 0,35 inci, secara keseluruhan Huawei 3X terlihat bongsor. Meskipun begitu, phablet ini sangat mantap untuk digenggam, bahkan untuk penggunaan satu tangan. Dengan bobot yang cuma 162 g, membuatnya juga begitu ringan. 

Untuk materialnya, Huawei 3X mengusung bahan plastik. Untungnya, dengan desain yang sedemikian rupa, keplastikan phablet ini tidak terlihat murahan. Apalagi di sudut bingkainya melingkar strip perak yang membuatnya terlihat elegan dan kokoh.

Seperti kebanyakan smartphone Android yang beredar di pasaran, penempatan tombol power dan volume berada di sisi kanan body, sementara di sisi kiri dibiarkan bersih dari berbagai tombol. Untuk kebutuhan audio yang lebih personal, Huawei 3X memiliki rongga audio jack 3,5 mm di bagian atas dan microUSB di bagian bawah untuk transfer data atau mengisi daya baterai. Totally mainstream!

Display

Huawei 3X hadir dengan layar IPS selebar 5,5 inci dengan resolusi 1280 x 720 piksel. Spesifikasi ini tentunya memungkinkan untuk menampilkan gambar-gambar dengan detil warna yang tajam dan nyaman di mata. Apalagi kerapatan pikselnya juga terbilang lumayan, yakni 267 ppi. Untuk phablet yang masuk ke segmen kelas menengah, spesifikasi layar phablet ini terbilang cukup menjadi kelebihan tersendiri.

Performance
Ditenagai dengan prosesor octa-core MediaTek MT6592 berkecepatan 1,7 GHz yang dipadukan dengan RAM sebesar 2 GB dan GPU Mali-450MP4 , tentu membuat Huawei 3X mampu menjalankan berbagai aktivitas mobile secara sempurna, mulai dari browsing, gaming, hingga multitasking, bisa berjalan tanpa hambatan. Bagi mereka yang menginginkan phablet kelas menengah dengan performa prima, tentu saja phablet ini patut diperhitungkan. 

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai spesifikasi jeroan dari Huawei 3X, berikut ini JerukNipis hadirkan benchmark dari berbagai platform:

                    

User Interface

Huawei Honor 3X memiliki user interface Emotion UI 2.0 yang berbasis Android 4.2.2 Jelly Bean. User interface ini menjanjikan penggunaan yang simpel dan intuitif, sekaligus bisa dikostumasi sesuai keinginan pengguna. 

Emoticon UI 2.0 hadir tanpa app drawer seperti kebanyakan user interface yang digunakan smartphone Android pada umumnya. Dengan begitu, pengguna bisa menempatkan seluruh aplikasi pada home screen, seperti iOS. Jika bosan dengan tampilannya, pengguna bisa mengganti theme yang ada sesuai dengan keinginan, seperti Journey, Breeze, dan Vivid.
     
Salah satu fitur terkeren dari Emoticon UI 2.0 adalah Simple Mode yang memungkinkan tampilan Huawei Honor 3X lebih simple dengan penempatan menu pada kotak-kotak besar yang dikategorikan dalam beberapa jenis dan bisa ditambah atau dikostumasi.
     

Camera
Huawei tampaknya tidak hanya ingin memfokuskan kualitas dan besaran layar pada phablet Honor 3X sehingga mengabaikan fitur penting lainnya. Hal ini terlihat dari fitur kamera yang dihadirkan terbilang sangat baik, yakni dengan kamera utama 13 MP dengan autofous dan LED flash. Tidak hanya fokus, gambar yang ditangkap oleh kamera ini juga terbilang tajam sekalipun objek bergerak cepat dalam kondisi terang maupun kurang cahaya. Sayangnya, begitu digunakan untuk video, kualitasnya tidak sebaik ketika digunakan untuk foto.

               

Bagi mereka yang suka selfie, kamera depan Huawei Honor 3X yang beresolusi 5 MP bisa menghasilkan foto selfie yang sangat memuaskan. Apalagi kamera ini juga memiliki 1,4 micron sensor yang menjadikannya sangat mantap untuk menangkap objek wajah. Hasilnya, tanpa menggunakan filter apapun wajah yang tertangkap gambarnya terlihat mulus. 

Multimedia

Alasan orang membeli smartphone berlayar besar pasti salah satunya karena ingin menonton video secara maksimal. Tapi apakah dengan kualitas layar saja sudah cukup? Ketika keluaran suara menjadi hal yang sangat vital dalam menikmati fitur multimedia, Huawei Honor 3X mampu menyajikannya dengan prima berkat teknologi DTS yang membuat load-speaker tak hanya terdengar santer tetapi juga jernih. 

Sementara untuk fitur pemutar musiknya, Huawei Honor 3X memiliki kelebihan mengklasifikasi jenis lagu tergantung dari mood pengguna, dari Happy, Serene, Sad, hingga Energetic. Misalnya saja ketika sedang galau, pengguna bisa memiliki Happy untuk diputarkan lagu-lagu bersemangat bertempo cepat. Hanya saja, klasifikasi ini tidak akan berlaku jika memang playlist yang dimiliki tidak lengkap atau hanya fokus di genre tertentu saja.

Battery

Dengan layarnya yang besar dan prosesor yang penuh tenaga, tentu dibutuhkan sebuah kapasitas baterai yang memadai. Untungnya, Huawei 3X memiliki baterai berkapasitas 3.000 mAh yang membuatnya cukup mumpuni untuk kebutuhan harian pengguna. Jika digunakan secara normal, phablet ini hanya membutuhkan satu kali pengisian baterai setiap harinya. 

Conclusion
Huawei Honor 3X mungkin bukan phablet terbaik untuk saat ini, di mana terbilang terlambat untuk mampir ke pasar Indonesia. Namun, booming yang terjadi di sini, potensi dari phablet ini untuk mencuri pasar tergolong besar. 

Pasalnya, tidak hanya bermain di harga yang terbilang terjangkau, yakni sekitar Rp 3 jutaan saja, phablet ini memiliki segudang fitur yang melampaui harganya. Dengan begitu, Honor Huawei 3X patut diperhitungkan sebagai phablet kelas menengah yang memiliki spesifikasi layaknya phablet premium. 

Hanya saja, berdasarkan pengamatan JerukNipis, kelemahan dari Huawei Honor 3X adalah di sisi layarnya yang tidak memiliki perlindungan Gorilla Glass. Padahal, dengan layarnya yang cukup besar, tentu akan rentan dengan goresan yang tidak diinginkan selama penggunaan. Namun, kelemahan ini masih bisa diantisipasi dengan screen protector atau sofcase yang memiliki cover untuk layar.