Pria Ditemukan Meninggal di Jalan Sam Ratulangi MakassarMAKASSAR INFO -- Warga di Jalan Dr Sam Ratulangi Lorong 5, Kota Makassar, geger setelah seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya, Rabu siang (16/9/2026).Pintu kamar korban terpaksa dibobol menggunakan linggis setelah warga melihat korban tidak bergerak di atas tempat tidurnya. Saat itu, pintu kamar dalam kondisi terkunci dari dalam.Warga sempat berusaha membuka akses melalui jendela. Namun, upaya tersebut tidak berhasil hingga Ketua RW setempat meminta warga membongkar pintu kamar.“Semoga tidak terjadi sesuatu. yang tadinya kami berusaha dari Jendela (membongkar jendela, red) tapi tidak bisa,” ujar Ketua RW dalam video yang beredar.Setelah pintu berhasil dibuka, warga mendapati pria tersebut sudah tidak bergerak di atas kasurnya.“Tenami (Meninggal, red) Opa kodong,” ujar seorang perempuan dalam video tersebut.Diduga Meninggal karena SakitBerdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, pria tersebut diduga meninggal karena sakit.Namun, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan hanya dari kondisi korban saat ditemukan. Belum ada keterangan mengenai hasil pemeriksaan medis maupun keterangan resmi pihak berwenang terkait penyebab kematian.Peristiwa tersebut membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi setelah mengetahui korban ditemukan tidak bergerak di dalam kamar.Hingga berita ini ditulis, identitas korban, waktu pasti kematian, serta hasil pemeriksaan terhadap jenazah belum diketahui.Keterangan lebih lanjut mengenai penyebab kematian masih menunggu pemeriksaan dan informasi dari pihak berwenang. (*)
Antrean BBM Makassar MeluasMAKASSAR INFO -- Ratusan kendaraan memenuhi SPBU Sudiang, Makassar, Sabtu (12/9/2026) pagi. Sejumlah pengendara mengaku sudah datang sejak subuh, tetapi belum bisa mengisi BBM karena SPBU belum beroperasi.Antrean kendaraan memanjang hingga ratusan meter dan mengambil sebagian badan jalan. Kepadatan itu ikut menghambat arus lalu lintas di sekitar SPBU.Situasi tersebut membuat warga mempertanyakan informasi sebelumnya mengenai stok BBM yang disebut aman, termasuk kabar bahwa sejumlah SPBU disiagakan untuk melayani konsumen selama 24 jam."Saya sejak subuh antri di sini. Ini sudah jam 7 lebih, SPBU belum buka," kata seorang warga saat ditemui di SPBU Sudiang.Antrean Dimulai Sejak SubuhPantauan sekitar pukul 07.10 Wita menunjukkan antrean terdiri atas sepeda motor, mobil, hingga kendaraan berukuran lebih besar.Kendaraan berhenti dalam barisan panjang sembari menunggu pelayanan dibuka. Di lokasi, sebuah spanduk bertuliskan "STOCK AMAN. SPBU OPERASIONAL 24 JAM" turut menjadi perhatian warga."Mana buktinya, kita sudah menunggu," ujar seorang warga.Pengendara lainnya memilih tetap bertahan karena tidak mengetahui alternatif tempat pengisian yang bisa didatangi."Mau tak mau harus tunggu. Mau ke mana lagi harus isi bensin?" katanya.Bensin Mulai Ikut Dicari dalam AntreanAntrean BBM disebut terjadi hampir sepekan terakhir di Makassar dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.Sebelumnya, antrean lebih banyak terlihat pada kendaraan besar yang mencari solar. Dalam beberapa hari terakhir, kendaraan yang membutuhkan bensin juga mulai memenuhi SPBU."Susah amat cari bensin. Kita ini mau beli bukan mengutang," keluh seorang warga.Perubahan itu membuat persoalan BBM semakin terasa dalam aktivitas harian. Pengendara harus mengalokasikan waktu lebih panjang untuk memperoleh bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan.Antara Informasi dan Kondisi di LapanganKondisi di SPBU Sudiang menjadi gambaran berbeda dari pesan mengenai keamanan stok BBM yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat.Namun, antrean di satu SPBU belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh pasokan BBM di Makassar mengalami persoalan. Kondisi setiap SPBU dapat berbeda dan masih perlu dilihat bersama faktor lain, seperti jam operasional, ketersediaan jenis BBM, pola permintaan, serta distribusi.Yang terlihat jelas pada Sabtu pagi adalah adanya jarak antara informasi yang diterima masyarakat dan kondisi yang mereka hadapi di lokasi.Warga yang datang sejak subuh tidak hanya membutuhkan kepastian mengenai jumlah stok, tetapi juga kepastian bahwa pelayanan benar-benar berjalan ketika mereka tiba di SPBU.Jika klaim stok aman dan operasional 24 jam diterapkan secara luas, ukuran keberhasilannya pada akhirnya akan terlihat dari hal paling sederhana: SPBU buka, BBM tersedia, dan antrean bergerak.
Jukir Minta Bayaran di Alfamidi Daeng Sirua Makassar, Warganet MengaduMAKASSAR INFO -- Keluhan soal pungutan parkir di gerai Alfamidi Jalan Abd. Daeng Sirua, Kecamatan Panakkukang, Makassar, menjadi perhatian warganet. Seorang pengguna mengaku diminta membayar parkir meski terdapat spanduk yang menyatakan parkir gratis.Dalam unggahannya di Threads, pengguna dengan akun @theoxgnn menceritakan dirinya baru selesai berbelanja ketika seorang juru parkir meminta uang parkir.Ia kemudian menunjuk spanduk parkir gratis yang terpasang di lokasi. Menurut pengakuannya, juru parkir tersebut menjawab bahwa aturan parkir gratis sudah tidak berlaku.Warganet tersebut mempertanyakan alasan spanduk parkir gratis masih terpasang jika kebijakan itu memang sudah tidak berlaku. Ia juga meminta agar spanduk tersebut dilepas.Namun, menurut unggahannya, juru parkir justru marah dan tetap meminta pembayaran parkir."Abis belanja di alfamid Dg Sirua di djl Abd Dg Sirua. Pas keluar tiba2 datang tukang parkir, lah saya nunjuk dong spanduk parkir gratisnya trs dijawab itu aturan lama skarang sudah tdk gratis lagi, saya tanya dong klo itu aturan lama knapa ngga dicabut aja spanduk, ehh dia mafah, Lalu ttp maksa saya bayar parkir. Kejadian gini tuh lapornua kemana?????” dikutip dari @theoxgnn, Kamis (3 September 2026) Perumda Parkir Makassar Pernah Tegaskan Parkir GratisPersoalan parkir di gerai minimarket sebelumnya juga menjadi perhatian Perumda Parkir Makassar Raya.Pada Juli 2026, Perumda Parkir Makassar menyatakan gerai yang telah mengikuti program Parkir Langganan Bulanan (PLB) tidak lagi memungut tarif parkir kepada masyarakat. Perumda Parkir juga meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan juru parkir yang melakukan pungutan di lokasi tersebut.Perumda Parkir Makassar juga memasang stiker bertuliskan "Parkir Gratis" pada gerai yang telah bekerja sama dan mengikuti program tersebut sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.Namun, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah gerai Alfamidi di Jalan Abd. Daeng Sirua yang dikeluhkan warganet tersebut termasuk lokasi yang terdaftar dalam program Parkir Langganan Bulanan.Alfamidi Sebelumnya Tegaskan Tidak Ada Tarif ParkirSecara umum, pihak Alfamidi sebelumnya pernah menyatakan tidak menerapkan tarif parkir bagi pengunjung gerai. Direktur Operasional PT Midi Utama Indonesia, Heru Sarwono, mengatakan juru parkir tidak diperbolehkan memaksa pengunjung membayar."Kita tidak pernah menerapkan aturan tarif yang ada di gerai Alfamidi, khususnya di parkir. Kecuali kalau memang ada di lingkungan perkantoran, ada di lingkungan yang memang pertokoan dan berbayar ya itu ya ikutin pengelola parkir yang ada di situ, pengelola setempat," kata Heru, seperti diberitakan sebelumnya.Heru juga menyebut juru parkir tidak boleh meminta pembayaran secara paksa apabila pengunjung tidak memberikan uang parkir.Warganet Pertanyakan Jalur PengaduanKeluhan tersebut pada akhirnya memunculkan pertanyaan mengenai ke mana masyarakat harus melapor jika menemukan dugaan pungutan parkir yang tidak sesuai ketentuan.Untuk kasus di Makassar, laporan dapat dikoordinasikan dengan Perumda Parkir Makassar apabila lokasi tersebut memang masuk dalam program parkir berlangganan. Perumda Parkir sebelumnya menyebut laporan masyarakat terkait pelayanan parkir dapat disampaikan melalui aplikasi Lontara+ maupun layanan Humas Perumda Parkir Makassar.Masyarakat juga sebaiknya menyimpan bukti pendukung, seperti foto lokasi, papan informasi parkir, atau bukti pembayaran apabila ada, agar laporan dapat ditindaklanjuti dengan lebih jelas.Hingga informasi ini dihimpun, belum ada keterangan resmi dari pihak Alfamidi maupun Perumda Parkir Makassar terkait kejadian yang dikeluhkan warganet di gerai Jalan Abd. Daeng Sirua tersebut. ()
Mayat Pria Mengapung di Waduk Tunggu Pampang, Identitas Korban Terungkap dari KTPMAKASSAR INFO -- Penemuan mayat pria yang mengapung di Waduk Tunggu Pampang, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengundang perhatian petugas waduk, Rabu (2/9/2026).Pria tersebut diketahui bernama Muhammad Rajif Achdiatsyah (35). Identitas korban diketahui setelah petugas menemukan dompet berisi surat-surat dan KTP yang diduga miliknya.Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. Dugaan sementara, Muhammad Rajif meninggal dunia akibat tenggelam di waduk.Mayat pertama kali ditemukan petugas waduk sekitar pukul 14.00 Wita ketika melakukan pengecekan ketinggian air.Temuan itu kemudian dilaporkan kepada koordinator waduk sebelum diteruskan ke Polsek Manggala."Petugas Waduk Tunggu Pampang melaporkan terkait adanya seorang yang diduga telah meninggal dunia dan ditemukan mengapung di area waduk," kata Kapolsek Manggala Kompol Semuel To'longan dalam keterangannya, Rabu (2/9).Polisi Datang ke Lokasi dan Evakuasi JasadMenerima laporan tersebut, personel Polsek Manggala langsung mendatangi lokasi penemuan.Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan Tim Inafis Polrestabes Makassar dan Biddokkes Polda Sulsel untuk melakukan pemeriksaan awal serta proses evakuasi jasad."Tim Inafis dan tim Biddokkes Polda selanjutnya melakukan evakuasi terhadap jenazah," ujarnya.Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan dompet yang berisi sejumlah surat dan KTP yang diduga milik korban.Berdasarkan identitas tersebut, Muhammad Rajif diketahui merupakan seorang wiraswasta asal Kota Ternate, Maluku Utara.Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah untuk dibawa ke rumah sakit. "Jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan selanjutnya dibawa menggunakan kendaraan Biddokkes Polda Sulsel menuju RS Bhayangkara Makassar guna proses pemeriksaan lebih lanjut," tutur Semuel.Polisi Belum Pastikan Penyebab KematianMeski dugaan awal mengarah pada kematian akibat tenggelam, polisi belum menetapkan penyebab pasti meninggalnya Muhammad Rajif.Kepastian mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik di RS Bhayangkara Makassar.Polisi juga masih melakukan penelusuran untuk memastikan rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan mengapung di Waduk Tunggu Pampang."Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam di Waduk Tunggu Pampang, namun untuk memastikan penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.Saat ini, jasad Muhammad Rajif Achdiatsyah telah berada di RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.Hasil pemeriksaan medis dan forensik akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian pria berusia 35 tahun tersebut. (*) Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh MAKASSAR INFO (@makassarinfodotcom)
Kebakaran Pasar Pa’baeng-Baeng Makassar Terjadi Rabu SubuhMAKASSAR INFO -- Kebakaran melanda kawasan Pasar Pa’baeng-Baeng, Jalan Pa’baeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu (2/9/2026) dini hari. Sebanyak 22 los dan kios dilaporkan terdampak kebakaran.Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar menerima laporan kejadian pada pukul 03.35 WITA. Petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian dan langsung melakukan upaya pemadaman.Sebanyak 24 unit armada pemadam kebakaran dan satu unit rescue dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Penanganan melibatkan total 78 personel.Api Dikuasai Sekitar Satu JamPetugas berjibaku memadamkan api yang membakar area pasar. Berdasarkan laporan awal Damkar Makassar, api berhasil dikuasai sekitar pukul 04.35 WITA, atau sekitar satu jam setelah laporan diterima.Setelah proses penanganan selesai dan kondisi dinyatakan terkendali, seluruh armada meninggalkan lokasi sekitar pukul 04.50 WITA.Objek yang terbakar terdiri atas 12 los permanen dan 10 kios kecil. Area yang terdampak diperkirakan memiliki luas sekitar 30 x 40 meter.Tidak Ada Korban JiwaLaporan awal Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar menyebutkan tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka dalam kejadian tersebut.Sementara itu, penyebab kebakaran dan nilai kerugian belum diketahui. Informasi tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut dari pihak terkait.Petugas juga melakukan penanganan pascakebakaran untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman.Kebakaran Terjadi Saat Dini HariKebakaran terjadi ketika aktivitas perdagangan di Pasar Pa’baeng-Baeng belum berlangsung seperti pada jam operasional normal.Respons cepat petugas pemadam kebakaran dilakukan untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar kawasan pasar.Hingga laporan ini ditulis, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Pendataan mengenai kerugian akibat kebakaran juga masih dilakukan.Peristiwa ini menambah catatan kebakaran di Kota Makassar. Sebelumnya, kebakaran juga melanda kawasan Asrama TNI Mattoangin pada Selasa (1/9/2026), sehari sebelum kebakaran Pasar Pa’baeng-Baeng.
Kebakaran Pasar Pa’baeng-Baeng Makassar Terjadi Rabu SubuhMAKASSAR INFO -- Kebakaran terjadi di kawasan Pasar Pabaeng-Baeng, Jalan Sultan Alauddin, Kelurahan Pa’baeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, Makassar, Rabu subuh (2/9/2026).Petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan memadamkan api.Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun jumlah kerugian yang ditimbulkan. Informasi mengenai kondisi terkini di lokasi masih dihimpun.Kebakaran di kawasan Pasar Pa’baeng-Baeng sebelumnya juga pernah terjadi. Namun, informasi mengenai kejadian yang berlangsung pada Rabu subuh, 2 September 2026, masih terbatas dan perlu menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.Lokasi KebakaranKebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Pasar Pa’baeng-Baeng yang berada di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.Data sementaraLokasi: Pasar Pa’baeng-Baeng, Jalan Sultan Alauddin, MakassarWaktu: Rabu subuh, 2 September 2026Penanganan: Petugas pemadam kebakaran dikerahkanPenyebab: Belum diketahuiKerugian: Belum diketahuiKorban: Belum ada informasi resmi (*) Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh MAKASSAR INFO (@makassarinfodotcom)
Kebakaran Terjadi di Asrama TNI Mattoanging Jalan Cendrawasih MakassarMAKASSAR INFO -- Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Asrama TNI Mattoanging, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pa’batang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Selasa siang (1/9/2026). Informasi mengenai kejadian tersebut beredar melalui sebuah video yang merekam situasi di sekitar lokasi. Dalam rekaman, perekam menyebut kebakaran terjadi di Jalan Cendrawasih, dekat Jalan Kakaktua. “Asrama di dekat Kakaktua,” ujar perekam dalam video tersebut. Penyebab Kebakaran Masih Belum Diketahui Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai penyebab kebakaran, jumlah bangunan yang terdampak, maupun kemungkinan adanya korban dalam kejadian tersebut. Informasi mengenai kebakaran di Asrama TNI Mattoanging masih dihimpun dari pihak terkait. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi diimbau tetap waspada dan tidak menghambat akses petugas apabila proses pemadaman berlangsung. Catatan: Informasi ini masih bersifat awal dan dapat diperbarui setelah terdapat keterangan resmi dari petugas atau pihak berwenang. (*) Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh MAKASSAR INFO (@makassarinfodotcom)
Antrean Solar Mengular di Sejumlah SPBU Makassar, Pengendara Diminta WaspadaMAKASSAR INFO -- Antrean panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dilaporkan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.Antrean tersebut terlihat dari banyaknya kendaraan, mulai dari mobil boks, truk hingga bus yang mengular di sekitar SPBU. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama di ruas jalan yang menjadi lokasi antrean.Informasi mengenai antrean solar di sejumlah SPBU Makassar turut dibagikan warganet melalui media sosial pada Sabtu (29/8/2026).Antrean Solar Disebut Makin PanjangSalah satu rekaman video diunggah oleh akun Instagram @kenyrichi. Dalam unggahannya, akun tersebut mengingatkan pengguna jalan untuk berhati-hati karena antrean kendaraan pengisi solar berpotensi menyebabkan kemacetan.“Seporsi info hari ini!! Antrean solar di Makassar makin menggila guys, waspadai kemacetan hari ini!!! Stay safe everyone hati2 dijalan,” tulis akun tersebut.Video itu memperlihatkan antrean sejumlah kendaraan yang didominasi kendaraan berukuran besar dan kendaraan angkutan.Pengguna Jalan Diminta Berhati-hatiAntrean kendaraan yang memanjang hingga ke ruas jalan dapat memengaruhi kelancaran lalu lintas dan meningkatkan risiko kepadatan kendaraan di sekitar SPBU.Pengguna jalan yang melintas di kawasan dengan antrean solar diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta memperhatikan kendaraan yang keluar-masuk SPBU.Masyarakat juga diharapkan tidak berhenti atau memarkir kendaraan sembarangan di badan jalan karena dapat semakin mempersempit ruang lalu lintas.Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai kondisi antrean tersebut berasal dari laporan dan rekaman warganet. Penyebab pasti panjangnya antrean solar di sejumlah SPBU Makassar masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait. (*) Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh MAKASSAR INFO (@makassarinfodotcom)