Kapolrestabes Makassar Keliling Pantau SPBU Pastikan Stok AmanMAKASSAR INFO -- Gangguan pengisian BBM yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan pedagang bahan pangan di Makassar. Bukan hanya soal kendaraan yang harus mengantre, waktu pengiriman dan biaya angkut dari daerah penghasil ikut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi harga di pasar.Dampak tersebut mulai terlihat pada komoditas telur ayam ras. Di Pasar Terong, Makassar, harga satu rak telur ukuran sedang yang sebelumnya sekitar Rp48 ribu kini dijual Rp50 ribu.Pedagang telur H Dahlia mengatakan kenaikan harga tersebut berkaitan dengan naiknya harga pembelian dari distributor."Karena beberapa pekan ini pengangkutan agak melambat, karena harus antrean bahan bakar, kondisi itu mempengaruhi harga telur yang sebagian besar diangkut dari Kabupaten Sidrap," kata Dahlia di Pasar Terong, Senin.Menurut dia, pedagang akhirnya harus menyesuaikan harga jual setelah harga dari distributor meningkat.Distribusi dari Daerah Penghasil Jadi SorotanTelur yang dijual di pasar Makassar sebagian didatangkan dari daerah sentra produksi, termasuk Kabupaten Sidrap. Komoditas tersebut membutuhkan kendaraan untuk mengangkutnya dari daerah penghasil menuju pasar di Kota Makassar.Ketika kendaraan pengangkut menghadapi kendala mendapatkan BBM, waktu tempuh dan biaya operasional dapat ikut berubah.Sejumlah pedagang pasar mengkhawatirkan kondisi tersebut apabila berlangsung lebih lama. Mereka berharap persoalan ketersediaan BBM segera teratasi agar distribusi bahan pangan kembali berjalan normal.Mustari, pedagang di Pasar Pannampu, Makassar, termasuk yang berharap kelancaran pasokan BBM segera dipulihkan.Bagi pedagang, kelancaran distribusi menjadi penting karena barang yang dijual tidak seluruhnya berasal dari Makassar. Semakin panjang rantai pengangkutan, semakin besar pula kemungkinan perubahan biaya operasional ikut memengaruhi harga barang.Belum Semua Harga Sembako NaikMeski demikian, kenaikan harga tidak otomatis terjadi pada seluruh komoditas sembako.Sebagian pedagang masih dapat menjual barang berdasarkan stok yang telah tersedia. Karena itu, dampak gangguan distribusi terhadap harga saat ini belum dapat digeneralisasi untuk seluruh kebutuhan pokok.Salma dari Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) mengatakan kelancaran pasokan merupakan salah satu faktor yang penting dalam menjaga kestabilan harga pangan.Menurut dia, tekanan harga akan lebih terasa apabila pasokan dari daerah penghasil terganggu dalam waktu yang lebih panjang dan biaya distribusi meningkat.Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena Makassar merupakan salah satu pusat perdagangan dan distribusi bahan pangan di Sulawesi Selatan.Gangguan transportasi tidak serta-merta membuat pasokan berhenti. Namun, jika kendaraan pengangkut mengalami kendala berulang dan ongkos operasional meningkat, biaya tersebut berpotensi diteruskan ke harga di tingkat konsumen.Pernyataan Pemerintah Jadi PembandingSebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan persoalan kelangkaan BBM tidak berdampak signifikan terhadap distribusi bahan pangan di Sulawesi Selatan.Menurut Amran, komoditas pertanian berada di lokasi yang relatif strategis sehingga distribusinya tidak terlalu terpengaruh.Pernyataan tersebut menjadi pembanding dengan keluhan pedagang di tingkat pasar. Saat ini, dampak yang terlihat belum menunjukkan kenaikan serentak pada seluruh komoditas.Namun, pengalaman pedagang telur di Makassar memperlihatkan bahwa gangguan pada transportasi dapat mulai terasa pada komoditas tertentu ketika biaya dari distributor ikut berubah.Karena itu, kondisi tersebut masih perlu dipantau, terutama jika persoalan BBM tidak segera sepenuhnya normal.Harga Pangan Bergantung pada Kelancaran DistribusiPemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memantau bukan hanya harga di pasar, tetapi juga pergerakan pasokan dari daerah produksi menuju Makassar.Pemantauan tersebut penting untuk mengetahui apakah kenaikan harga terjadi karena pasokan berkurang, biaya angkut meningkat, harga dari distributor berubah, atau kombinasi beberapa faktor.Bagi masyarakat, dampaknya mungkin terlihat sederhana di lapak pedagang: harga satu rak telur naik Rp2.000.Namun, jika gangguan distribusi berlangsung lebih lama dan menyentuh lebih banyak komoditas, tekanannya dapat meluas ke kebutuhan rumah tangga lainnya.Karena itu, penyelesaian persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya antrean di SPBU. Kelancaran pasokan bagi kendaraan angkutan juga menjadi bagian penting agar bahan pangan dari sentra produksi tetap bergerak menuju pasar tanpa tambahan biaya yang terlalu besar.
Kapolrestabes Makassar Keliling Pantau SPBU Pastikan Stok AmanMAKASSAR INFO -- Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana turun langsung memantau kondisi sejumlah SPBU di Kota Makassar pada Sabtu (12/9/2026) malam. Pemantauan dilakukan untuk memastikan aktivitas pengisian BBM berlangsung aman dan kondusif di tengah meningkatnya antrean kendaraan.Sedikitnya tiga SPBU menjadi lokasi pemantauan Kapolrestabes Makassar, yakni SPBU Pertamina di Jalan A.P. Pettarani, Kecamatan Rappocini, SPBU Pertamina Panaikang di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, serta SPBU Pertamina Cokro Pintu 2 di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea.Di setiap lokasi, Arya melihat langsung aktivitas pengisian BBM dan kondisi antrean kendaraan. Ia juga menyapa para pengemudi yang sedang menunggu giliran mengisi bahan bakar.Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan situasi di SPBU tetap aman, tertib, dan lancar.Kapolrestabes Imbau Warga Tak Panic BuyingDalam kesempatan tersebut, Arya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.“Stok BBM masih memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi masyarakat tidak perlu panik atau membeli BBM secara berlebihan,” imbaunya.Ia meminta masyarakat melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Warga juga diingatkan tidak menggunakan jeriken untuk membeli BBM.“Belilah BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan. Jangan membeli BBM menggunakan jerigen,” ujannya.Polri Pastikan SPBU Tetap KondusifPemantauan langsung tersebut menjadi bagian dari kehadiran Polri untuk menjaga aktivitas masyarakat di SPBU tetap berjalan aman dan tertib.Kehadiran personel kepolisian juga diharapkan dapat mengantisipasi potensi gangguan selama masyarakat mengantre dan melakukan pengisian BBM.Dalam kegiatan tersebut, Kapolrestabes Makassar didampingi Kapolsek Tamalanrea Kompol Mustari Alam, S.Sos., Kasi Propam Polrestabes Makassar AKP Setya Budi, personel Pamka gabungan serta personel jajaran Polrestabes Makassar.
Antrean BBM Makassar MeluasMAKASSAR INFO -- Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar mulai berkurang pada Minggu. (13/09/2026).Perubahan tersebut terjadi setelah berbagai langkah dilakukan untuk mengatur pelayanan dan memperkuat pasokan BBM kepada masyarakat.Pertamina Patra Niaga menyebut kondisi itu sebagai perkembangan positif dari upaya yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar.VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk menjaga kelancaran pelayanan BBM."Kami terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pasokan dan pelayanan, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat," ujarnya.Kendaraan Diatur Berdasarkan Nomor PolisiSalah satu langkah yang diterapkan adalah sistem ganjil-genap bagi kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU.Melalui pengaturan berdasarkan nomor polisi, kendaraan yang datang tidak seluruhnya masuk dalam antrean pada waktu yang sama. Skema ini diharapkan membantu mengendalikan jumlah kendaraan sekaligus membuat proses pelayanan lebih tertib.Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Pertamina dengan pemerintah daerah dalam merespons antrean yang sebelumnya terjadi di sejumlah SPBU Makassar.Pertamina Perkuat Pasokan dan PelayananSelain pengaturan kendaraan, Pertamina Patra Niaga menyatakan terus melakukan optimalisasi pasokan dan pelayanan di lapangan.Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan pelayanan dengan kondisi permintaan BBM sekaligus menjaga agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan bakar.Mulai melandainya antrean menjadi sinyal awal bahwa berbagai langkah yang dilakukan mulai memberikan dampak. Namun, kondisi tersebut masih perlu dipantau untuk memastikan perbaikan dapat bertahan dan antrean tidak kembali memanjang.Bagi pengendara, perubahan paling terasa tentu ketika waktu tunggu di SPBU semakin pendek. Karena itu, konsistensi pasokan dan efektivitas pengaturan kendaraan akan menjadi penentu apakah kondisi yang mulai membaik ini dapat berlanjut.
Antrean BBM Makassar MeluasMAKASSAR INFO -- Warga Makassar kini harus mengubah kebiasaan hanya untuk mendapatkan BBM. Sebagian memilih datang ke SPBU sejak subuh karena antrean kendaraan sudah terbentuk ketika aktivitas kota belum sepenuhnya dimulai.Pantauan Ahad pagi menunjukkan sepeda motor, mobil, bus hingga truk mengular di sejumlah SPBU sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.Di SPBU Sudiang, antrean bahkan sudah terlihat ketika langit masih gelap. Saat imam Masjid Nurul Amin mengakhiri salat subuh, kendaraan telah memenuhi area SPBU untuk mendapatkan BBM.Kondisi serupa terlihat di SPBU depan Mapolda Sulsel, SPBU Daya, SPBU di sebelah Kodam XIV/Hasanuddin, serta SPBU di Jalan Urip Sumoharjo dan Gunung Bawakaraeng.Bagi warga yang membutuhkan BBM untuk bekerja dan beraktivitas, datang lebih pagi menjadi pilihan yang sulit dihindari."Mau beli bensin di mana lagi kalau tidak antri di SPBU," kata seorang warga.Antrean Meluas hingga Mengganggu AktivitasWaktu yang dihabiskan warga untuk mendapatkan BBM bukan satu-satunya dampak. Barisan kendaraan di sekitar SPBU juga memengaruhi kelancaran lalu lintas.Persoalan tersebut bahkan telah berimbas pada kegiatan pendidikan. Pemerintah Kota Makassar sebelumnya memberlakukan pembelajaran daring sebagai salah satu upaya mengurangi mobilitas warga ketika antrean BBM masih terjadi.Di tengah situasi itu, gesekan antarpengantre juga sempat terjadi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa antrean panjang bukan lagi sekadar persoalan waktu tunggu di SPBU, tetapi mulai bersentuhan dengan aktivitas masyarakat lainnya.Warga berharap kondisi tersebut segera berakhir sehingga kebutuhan BBM tidak lagi mengharuskan mereka datang ke SPBU sejak dini hari.BPH Migas Turun ke MakassarPemerintah pusat melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turut turun ke Makassar untuk memperoleh informasi mengenai kondisi antrean sekaligus mencari solusi atas persoalan BBM di Sulawesi Selatan.Kehadiran BPH Migas berlangsung ketika pemerintah dan pihak terkait sebelumnya menyampaikan bahwa stok BBM masih dalam kondisi aman.Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun berulang. Pengendara diminta tidak buru-buru mengisi BBM apabila indikator bahan bakar kendaraan masih menunjukkan sekitar tiga hingga empat batang.Namun, panjangnya antrean membuat sebagian warga tetap mencari pilihan lain agar aktivitas mereka tidak terhenti.BBM Eceran Jadi Pilihan, Harga NaikKetika mendapatkan BBM di SPBU membutuhkan waktu berjam-jam, sebagian warga memilih membeli dari pengecer.Pilihan tersebut memang lebih cepat, tetapi harganya jauh lebih tinggi. BBM eceran dilaporkan dijual hingga Rp25 ribu per liter.Kondisi itu menempatkan warga pada pilihan yang sama-sama tidak ideal. Mengantre di SPBU berarti kehilangan waktu, sedangkan membeli secara eceran berarti harus mengeluarkan biaya lebih besar.Situasi tersebut sekaligus memperlihatkan mengapa persoalan antrean BBM menjadi perhatian masyarakat. Bagi warga, ukuran kondisi normal bukan hanya soal pernyataan bahwa stok tersedia, tetapi apakah BBM dapat diperoleh tanpa harus datang sebelum matahari terbit atau membayar jauh lebih mahal di luar SPBU.Kini, kehadiran BPH Migas dan langkah pemerintah daerah menjadi penting untuk melihat di mana persoalan sebenarnya terjadi dan seberapa cepat antrean dapat kembali normal.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin MAKASSAR INFO -- Antrean BBM yang belum terurai mulai memengaruhi aktivitas harian warga Makassar. Pemerintah Kota Makassar memilih mengurangi mobilitas pelajar dengan memberlakukan pembelajaran daring bagi peserta didik PAUD hingga SMP mulai Sabtu (12/9/2026).Kebijakan tersebut diambil ketika antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU dan berdampak pada kepadatan lalu lintas di berbagai ruas jalan.Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pembelajaran dari rumah menjadi langkah sementara untuk merespons kondisi tersebut."Saya sudah instruksikan ibu Kadis Pendidikan keluarkan edaran agar siswa PAUD sampai SMP sekolah daring, mulai Sabtu (12/9)," ujar Munafri.Pelajar Tidak Perlu ke SekolahDengan pembelajaran dilakukan secara daring, siswa tidak perlu melakukan perjalanan menuju sekolah. Pemkot berharap pengurangan perjalanan pada jam sekolah dapat membantu menekan jumlah kendaraan yang menggunakan BBM."Melalui kebijakan ini, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengharuskan siswa melakukan perjalanan dari rumah menuju sekolah, sehingga mobilitas kendaraan pada jam-jam sekolah dapat kita tekan," jelasnya.Menurut Munafri, keputusan tersebut juga merespons aspirasi masyarakat. Orang tua siswa termasuk kelompok yang terdampak oleh kondisi antrean kendaraan di SPBU dan kepadatan lalu lintas.Pemkot tidak menghentikan kegiatan pendidikan. Aktivitas belajar tetap dilakukan dari rumah melalui sistem pembelajaran dalam jaringan.Kebijakan Berlaku SementaraSekolah daring tidak diberlakukan sebagai kebijakan permanen. Munafri mengatakan edaran tersebut mulai berlaku pada 12 September dan akan diterapkan selama beberapa hari ke depan.Pelaksanaannya akan dievaluasi dengan melihat perkembangan antrean dan pasokan BBM di Makassar."Ini kita lakukan sebagai langkah taktis untuk merespons kondisi antrean BBM yang terjadi. Kita ingin aktivitas masyarakat tetap berjalan, tetapi di sisi lain mobilitas yang tidak terlalu mendesak bisa kita tekan sementara," katanya.Dengan skema tersebut, pemerintah mencoba mempertahankan kegiatan belajar sekaligus mengurangi perjalanan yang dianggap dapat ditunda selama persoalan BBM belum sepenuhnya teratasi.Antrean BBM Mulai Memengaruhi Aktivitas WargaKeputusan sekolah daring menunjukkan bahwa persoalan antrean BBM telah memiliki dampak di luar aktivitas pengisian bahan bakar.Sebelumnya, antrean kendaraan di sejumlah SPBU membuat sebagian badan jalan ikut terpakai dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Kini, pemerintah kota mengambil langkah pada sektor pendidikan untuk mengurangi pergerakan kendaraan.Munafri berharap pengurangan mobilitas pelajar dan sebagian aktivitas masyarakat dapat membantu menekan konsumsi BBM harian sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar SPBU."Ini upaya Pemkot Makassar untuk merespons langsung kondisi yang dirasakan masyarakat," ucapnya.Efektivitas kebijakan tersebut pada akhirnya akan terlihat dari perkembangan antrean BBM dalam beberapa hari ke depan. Jika pasokan dan pelayanan SPBU kembali normal, Pemkot Makassar akan mengevaluasi kebutuhan untuk melanjutkan pembelajaran daring.
Antrean BBM Makassar MeluasMAKASSAR INFO -- Antrean BBM di Kota Makassar kini bukan lagi sekadar membuat pengendara menunggu lama di SPBU. Pada Jumat pagi, antrean bahkan memadati ruas jalan di depan Markas Polda Sulawesi Selatan.Pantauan di kawasan tersebut sekitar pukul 06.20 Wita menunjukkan sejumlah truk sudah berbaris untuk mendapatkan BBM. Antrean tidak hanya berada di sisi jalan menuju SPBU, tetapi meluas hingga kedua sisi ruas jalan di depan Mapolda Sulsel.Kondisi itu berbeda dari hari-hari biasa ketika kawasan depan Mapolda relatif lancar. Kendaraan yang mengantre untuk mengisi BBM membuat arus lalu lintas ikut tersendat.Antrean dari berbagai arahKepadatan semakin terasa karena kendaraan roda empat dan roda dua datang dari sejumlah arah. Mereka bergabung dengan antrean kendaraan yang sudah menunggu di sekitar SPBU.Belum terlihat petugas kepolisian maupun dinas perhubungan mengatur lalu lintas saat kondisi tersebut dipantau pada pagi hari. Situasi ini membuat antrean kendaraan dan arus lalu lintas bercampur di ruas jalan yang sama.Antrean BBM sendiri dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Kota Makassar dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan.Pantauan melalui media sosial juga memperlihatkan antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan persoalan yang dihadapi konsumen tidak hanya terjadi pada satu titik pengisian.Pertamina sudah menambah pasokanDi tengah antrean yang masih terjadi, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sebelumnya menyatakan telah menambah pasokan BBM hingga 15 persen.Penambahan tersebut dilakukan seiring meningkatnya permintaan BBM. Namun, tambahan pasokan itu belum serta-merta menghilangkan antrean di lapangan.Persoalan inilah yang kemudian membuat pemerintah daerah dan aparat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap penyaluran BBM.Pemprov Sulsel dan Pertamina juga telah mengindikasikan adanya dugaan penyimpangan dalam proses penyaluran. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dugaan pembelian BBM subsidi secara berulang oleh oknum pengendara, termasuk kemungkinan adanya persoalan pada pengelolaan SPBU.Gubernur temukan persoalan pelayananSehari sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan sidak di SPBU 74.902.31 Jalan AP Pettarani, Makassar.Dalam sidak tersebut, ia melihat langsung antrean Pertalite untuk kendaraan roda dua. Barisan sepeda motor mengular hingga ke jalan.Andi Sudirman kemudian mengecek operasional nozzle pengisian. Dari empat nozzle yang tersedia, ia menemukan hanya satu operator yang melayani."Bagaimana orang tidak antre kalau 4 nozzle pengisian hanya satu operator melayani," kata Andi Sudirman.Ia juga menyoroti kendaraan yang disebut mengalami modifikasi tangki serta kendaraan yang bolak-balik melakukan pengisian BBM."Kemudian adanya modifikasi tanki dan kendaraan bolak balik isi BBM," ujarnya.Temuan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa lebih lanjut karena antrean panjang tidak hanya berkaitan dengan jumlah pasokan, tetapi juga proses pelayanan dan pola pengisian di SPBU.Polisi ikut mengawasi dugaan penyimpanganPemprov Sulsel bersama pemerintah kabupaten dan kota serta Forkopimda telah membantu Pertamina dan satuan tugas melakukan patroli serta pengawasan terhadap pengisian BBM.Andi Sudirman mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin untuk melakukan pendampingan di lapangan."Kami juga berkoordinasi Bapak Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin terkait pendampingan Kepolisian dan TNI terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan situasi saat ini," ujar Andi Sudirman.Pengawasan tersebut sekaligus diarahkan untuk memastikan ketertiban pengisian dan memantau stok BBM di SPBU.Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik sebelumnya mengatakan aparat tidak akan tinggal diam apabila ditemukan praktik penyimpangan BBM."Kalau ada mafia migas, tentu kita tidak akan diam," kata Didik.Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa dugaan penyimpangan masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan. Sampai ada hasil penindakan atau penyelidikan resmi, tudingan terhadap pihak tertentu tidak dapat dianggap sebagai fakta.Persoalan tidak berhenti pada stokRangkaian kejadian beberapa hari terakhir memperlihatkan persoalan BBM di Makassar memiliki lebih dari satu titik yang perlu diperiksa.Pertamina menyatakan pasokan telah ditambah. Pemerintah melakukan pengawasan. Gubernur menemukan persoalan pada operasional pelayanan di salah satu SPBU. Sementara di lapangan, kendaraan tetap mengantre hingga mengganggu lalu lintas.Karena itu, yang kini ditunggu bukan sekadar tambahan pasokan berikutnya, tetapi penjelasan yang lebih terang mengenai titik persoalannya: apakah antrean terutama dipicu meningkatnya permintaan, pelayanan SPBU, pola pembelian berulang, dugaan penyimpangan, atau kombinasi dari beberapa faktor tersebut.Bagi masyarakat, jawabannya akan terasa sederhana. Ketika datang ke SPBU, mereka ingin BBM tersedia dan antrean bergerak. Semakin lama kondisi itu tidak terurai, semakin besar pula gangguan yang ditimbulkannya, bukan hanya bagi konsumen tetapi juga bagi lalu lintas kota.
Tangis Imanuddin Pecah di Hari Wisuda, Tunanetra Ini Jadi Lulusan Terbaik UMIMAKASSAR INFO -- Keterbatasan penglihatan tak menghalangi Muhammad Imanuddin menyelesaikan pendidikan tinggi dengan prestasi membanggakan. Mahasiswa asal Masamba, Sulawesi Selatan, itu resmi menyandang gelar sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dengan predikat cumlaude. Ia juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik Jurusan Ilmu Komunikasi dari sekitar 200 mahasiswa yang diwisuda. Momen haru tersebut berlangsung dalam Wisuda Periode Kedua Tahun 2026 UMI di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Makassar, Kamis (27/8/2026). Dengan mengenakan toga, Imanuddin mengaku tidak dapat melihat secara langsung tepuk tangan keluarga dan orang-orang yang hadir. Namun, suara dan dukungan mereka tetap menjadi bagian penting dari kebahagiaannya.“Meskipun tidak bisa melihat secara langsung, saya bisa merasakan dan mendengar tepukan dari semuanya," ujar Imanuddin. Keterbatasan Penglihatan Bukan Penghalang Bagi Imanuddin, keterbatasan penglihatan bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Ia mengatakan, kemampuan seseorang dalam menatap masa depan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan melihat secara fisik. Menurutnya, mental, ilmu, dan keberanian menjadi bekal penting untuk mencapai impian.“Satu hal yang saya katakan bahwa melihat masa depan itu tidak hanya melihat dengan mata saja," ucapnya.“Untuk mencapai setiap impian, yang dibutuhkan itu adalah mental, ilmu, dan keberanian," tambahnya. Imanuddin mulai menempuh pendidikan di UMI pada 2022. Ia memilih Ilmu Komunikasi karena tertarik dengan bidang tersebut dan menilai UMI memiliki reputasi yang baik.“Masuk di UMI tahun 2022, alasan masuk di UMI, karena memang ingin ambil jurusan ilmu komunikasi, karena branding UMI bagus juga, jadi saya nda ragu masuk di sini," imbuhnya. Fasilitas Mahasiswa Disabilitas Masih Perlu Ditingkatkan Selama menjalani perkuliahan, Imanuddin menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait fasilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Menurutnya, fasilitas tersebut masih perlu ditingkatkan agar semakin mampu menunjang kebutuhan mahasiswa dengan berbagai keterbatasan. Meski demikian, ia menilai penerimaan terhadap mahasiswa disabilitas di lingkungan UMI sudah berjalan dengan baik. Tantangan juga muncul ketika menyelesaikan skripsi. Imanuddin memastikan seluruh tulisan dalam skripsinya dikerjakan sendiri. Kendala terutama dirasakan ketika mengerjakan bagian yang membutuhkan kemampuan visual, seperti pengambilan foto atau memastikan bagian tertentu dalam halaman.“Ini saya tulis sendiri, yang bikin terkadang susah itu waktu ada pengambilan foto, sama yang spesifik seperti halaman, itu minta tolong orang," jelasnya. Ingin Bangun Akademi di Kampung Setelah meraih gelar sarjana, Imanuddin tidak ingin berhenti belajar. Ia justru telah menyiapkan cita-cita untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di kampung halamannya. Ia ingin membangun sebuah akademi yang dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka.“Tapi spesifik memang ada harapan saya ingin membangun seperti akademi di kampung yang nanti bisa menjadi tempat adek-adek, mengembangkan bakat seperti itu," bebernya. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Imanuddin berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Ia juga ingin memperluas jaringan dan relasi yang dapat mendukung rencana tersebut.“Tapi untuk sampai di sana saya harus lanjut dulu S2. Mencari relasi yang luas agar memudahkan saya ke sana nanti," ucapnya. Aktif di Organisasi Disabilitas Selama menjadi mahasiswa, Imanuddin mengaku tidak terlalu aktif dalam organisasi internal kampus. Ia lebih banyak terlibat dalam organisasi yang bergerak di bidang disabilitas. Beberapa organisasi yang pernah diikutinya antara lain YAPTI dan FORTUNI. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan di YAPTI. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk keberanian Imanuddin dalam menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan tinggi. Pesan untuk Penyandang Tunanetra Pengalaman menyelesaikan kuliah hingga meraih predikat lulusan terbaik membuat Imanuddin ingin memberikan semangat kepada penyandang tunanetra yang ingin melanjutkan pendidikan. Menurutnya, keberanian untuk memulai merupakan langkah penting. Seseorang tidak perlu menunggu seluruh kondisi menjadi sempurna sebelum mengambil langkah.“Berani saja dulu untuk melangkah, karena kalau kita mau tunggu semua inklusif, semua harus sesuai kebutuhan kita, nda akan maju," tuturnya. Ia juga mengajak penyandang tunanetra untuk berani menghadapi berbagai hambatan dan mencari jalan keluar ketika menghadapi kesulitan.“Kita harus berani dulu lewati apa yang memang menjadi tantangan. Kita cari jalan keluarnya," tambahnya. Perjuangan tersebut berbuah hasil. Imanuddin berhasil meraih IPK 3,81 dengan predikat cumlaude sekaligus menjadi lulusan terbaik Jurusan Ilmu Komunikasi. UMI Wisuda 1.574 Mahasiswa Pada periode kedua tahun 2026, UMI Makassar mewisuda 1.574 lulusan. Prosesi wisuda digelar di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Makassar, Kamis (27/8/2026). Rangkaian wisuda dilanjutkan pada Jumat (28/8/2026), dengan 1.292 mahasiswa dijadwalkan mengikuti prosesi pengukuhan. Rektor UMI Prof. Hambali Thalib dalam sambutannya mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik bukanlah akhir perjalanan. Ia mengajak para wisudawan memikirkan kembali manfaat ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.“Karena itu saya ingin memulai dengan pertanyaan sederhana, setelah mendapat gelar, untuk siapa ilmu saudara digunakan?,” katanya. Menurut Hambali, masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari ekonomi, pekerjaan, kesehatan, lingkungan, pendidikan, keadilan hingga perubahan teknologi. Karena itu, perguruan tinggi tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan jumlah program studi, lulusan, maupun capaian akademik. Ilmu yang dikembangkan harus mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. UMI Diperkuat 117 Guru Besar Saat ini UMI memiliki 71 program studi yang tersebar pada enam jenjang pendidikan. Sebanyak 34 program studi atau 47,89 persen telah memperoleh peringkat Unggul dan A. UMI juga diperkuat 1.004 dosen, termasuk 117 guru besar. Sementara jumlah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan mencapai 24.424 orang. Mahasiswa UMI juga mencatat sejumlah prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya mahasiswa Fakultas Hukum yang meraih Gold Medal dalam kompetisi internasional di Chiang Mai University, Thailand, serta mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer yang lolos program student exchange di Kyushu Institute of Technology, Jepang. UMI juga menjadi Juara Umum Kontes Robot Indonesia Regional IV 2026 dengan membawa pulang tiga medali emas. UMI Salurkan Rp1,599 Miliar untuk 121 Mahasiswa Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMI mengungkapkan kebijakan afirmasi bagi mahasiswa yang hampir menyelesaikan pendidikan tetapi terkendala biaya. Sebanyak 121 mahasiswa pada jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor diketahui berada di tahap akhir pendidikan, tetapi belum dapat mengikuti ujian akhir karena persoalan finansial. UMI kemudian memberikan Bantuan Beasiswa Afirmasi Penyelesaian Studi sebesar Rp1,599 miliar kepada 121 mahasiswa tersebut. Hambali menegaskan bantuan diberikan agar persoalan ekonomi tidak membuat mahasiswa berhenti ketika sudah berada di penghujung masa studi.“Masalah mahasiswa harus diketahui sebelum terlambat. Bantuan harus diupayakan sebelum mahasiswa menyerah," imbuhnya. Rektor UMI: Mulai Besok, Buat Masyarakat Merasakan Manfaatnya Hambali menutup pesannya dengan mengingatkan para wisudawan agar menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni untuk mengakhiri masa kuliah. Para lulusan justru memasuki fase baru untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.“Hari ini saudara menerima gelar. Mulai besok, buatlah masyarakat menerima manfaatnya. Kita tidak sedang sekadar melepas mahasiswa dari kampus. Kita sedang mengutus manusia pembelajar untuk memasuki masa depan," pesannya. Pesan tersebut sejalan dengan cita-cita Imanuddin setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Baginya, gelar cumlaude dan predikat lulusan terbaik bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk melanjutkan pendidikan dan suatu hari membangun ruang belajar bagi anak-anak di kampung halamannya.
1.547 Lowongan Kerja Tersedia di Makassar Job Fair 2026, Cek InformasinyaMAKASSAR INFO -- Bagi pencari kerja di Makassar, dua hari pelaksanaan Makassar Job Fair 2026 menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja.Pemerintah Kota Makassar menghadirkan puluhan perusahaan dalam kegiatan tersebut. Bukan sekadar pameran lowongan, job fair ini menjadi salah satu cara pemerintah mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha.Makassar Job Fair 2026 dibuka Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Mall Phinisi Point, Rabu (19/8/2026), dan berlangsung hingga Kamis (20/8/2026).Berapa lowongan yang tersedia di Makassar Job Fair 2026?Sebanyak 50 perusahaan ikut ambil bagian dalam Makassar Job Fair 2026. Dari perusahaan tersebut tersedia sekitar 344 jenis posisi pekerjaan dengan total kebutuhan mencapai 1.547 tenaga kerja.Jumlah tersebut membuka peluang bagi pencari kerja dengan latar belakang dan kompetensi yang beragam. Para peserta dapat melihat langsung posisi yang ditawarkan sekaligus mengikuti tahapan rekrutmen sesuai ketentuan masing-masing perusahaan.Kehadiran perusahaan secara langsung juga membuat pencari kerja memiliki ruang untuk memahami kebutuhan tenaga kerja yang sedang berkembang.Pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah MakassarPersoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu perhatian Pemkot Makassar. Pemerintah sebelumnya telah menjalankan berbagai program, mulai dari pelatihan hingga pemberian bantuan dan pengembangan kolaborasi dengan berbagai sektor.Munafri mengatakan angka pengangguran terbuka di Makassar saat ini berada di kisaran 9 persen.Angka tersebut memang disebut telah mengalami penurunan. Namun, pemerintah masih menilainya cukup tinggi sehingga diperlukan langkah tambahan untuk mempercepat penurunan pengangguran.“Ini masih relatif tinggi, sehingga dibutuhkan akselerasi dan kegiatan-kegiatan yang bisa membuat angka pengangguran ini bisa lebih ditekan lagi,” ujar Munafri.Makassar Job Fair menjadi salah satu bentuk intervensi tersebut. Pemerintah mencoba memperpendek jarak antara orang yang membutuhkan pekerjaan dengan perusahaan yang membutuhkan pekerja.Penyandang disabilitas juga mendapat kesempatanJob fair tahun ini juga diarahkan agar lebih inklusif. Penyandang disabilitas diberikan ruang untuk ikut mengakses kesempatan kerja yang tersedia.Munafri menekankan bahwa proses penerimaan tenaga kerja harus dilakukan secara terbuka. Kompetensi dan pemenuhan persyaratan perusahaan menjadi dasar dalam menentukan calon pekerja.Ia juga mengingatkan agar proses rekrutmen tidak diwarnai praktik titip-menitip.Pesan tersebut penting karena keberadaan banyak lowongan belum otomatis menjamin pencari kerja memperoleh pekerjaan. Proses seleksi yang objektif tetap menjadi bagian penting agar kesempatan yang tersedia benar-benar dapat diakses mereka yang memenuhi kualifikasi.Upaya menekan pengangguran tidak berhenti di job fairPemkot Makassar tidak hanya mengandalkan kegiatan bursa kerja untuk memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.Pemerintah juga mengembangkan Makassar Creative Hub sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan membangun usaha. Langkah tersebut diarahkan untuk membuka alternatif selain menjadi pekerja formal.Di sisi lain, Pemkot Makassar mendorong perluasan kepesertaan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang tidak hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja.Dunia usaha ikut menentukan keberhasilan penyerapan tenaga kerjaMunafri mengapresiasi perusahaan yang terlibat dalam Makassar Job Fair 2026. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin menyelesaikan persoalan pengangguran sendirian.Keterlibatan dunia usaha menjadi penting karena perusahaan merupakan pihak yang secara langsung menciptakan kebutuhan tenaga kerja.Karena itu, keberhasilan job fair nantinya tidak hanya dapat dilihat dari jumlah perusahaan atau lowongan yang dibuka. Hal yang lebih penting adalah berapa banyak pencari kerja yang akhirnya benar-benar terserap.Dengan ribuan kebutuhan tenaga kerja yang dibawa ke satu lokasi, Makassar Job Fair 2026 memberi peluang baru bagi pencari kerja. Tantangan berikutnya adalah memastikan peluang tersebut berujung pada rekrutmen yang nyata dan pekerjaan yang sesuai kompetensi.Jika kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha terus diperkuat, job fair dapat menjadi salah satu bagian dari strategi yang lebih panjang untuk menekan pengangguran Makassar, bukan sekadar agenda tahunan.