Tangis Imanuddin Pecah di Hari Wisuda, Tunanetra Ini Jadi Lulusan Terbaik UMIMAKASSAR INFO -- Keterbatasan penglihatan tak menghalangi Muhammad Imanuddin menyelesaikan pendidikan tinggi dengan prestasi membanggakan. Mahasiswa asal Masamba, Sulawesi Selatan, itu resmi menyandang gelar sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dengan predikat cumlaude. Ia juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik Jurusan Ilmu Komunikasi dari sekitar 200 mahasiswa yang diwisuda. Momen haru tersebut berlangsung dalam Wisuda Periode Kedua Tahun 2026 UMI di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Makassar, Kamis (27/8/2026). Dengan mengenakan toga, Imanuddin mengaku tidak dapat melihat secara langsung tepuk tangan keluarga dan orang-orang yang hadir. Namun, suara dan dukungan mereka tetap menjadi bagian penting dari kebahagiaannya.“Meskipun tidak bisa melihat secara langsung, saya bisa merasakan dan mendengar tepukan dari semuanya," ujar Imanuddin. Keterbatasan Penglihatan Bukan Penghalang Bagi Imanuddin, keterbatasan penglihatan bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Ia mengatakan, kemampuan seseorang dalam menatap masa depan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan melihat secara fisik. Menurutnya, mental, ilmu, dan keberanian menjadi bekal penting untuk mencapai impian.“Satu hal yang saya katakan bahwa melihat masa depan itu tidak hanya melihat dengan mata saja," ucapnya.“Untuk mencapai setiap impian, yang dibutuhkan itu adalah mental, ilmu, dan keberanian," tambahnya. Imanuddin mulai menempuh pendidikan di UMI pada 2022. Ia memilih Ilmu Komunikasi karena tertarik dengan bidang tersebut dan menilai UMI memiliki reputasi yang baik.“Masuk di UMI tahun 2022, alasan masuk di UMI, karena memang ingin ambil jurusan ilmu komunikasi, karena branding UMI bagus juga, jadi saya nda ragu masuk di sini," imbuhnya. Fasilitas Mahasiswa Disabilitas Masih Perlu Ditingkatkan Selama menjalani perkuliahan, Imanuddin menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait fasilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Menurutnya, fasilitas tersebut masih perlu ditingkatkan agar semakin mampu menunjang kebutuhan mahasiswa dengan berbagai keterbatasan. Meski demikian, ia menilai penerimaan terhadap mahasiswa disabilitas di lingkungan UMI sudah berjalan dengan baik. Tantangan juga muncul ketika menyelesaikan skripsi. Imanuddin memastikan seluruh tulisan dalam skripsinya dikerjakan sendiri. Kendala terutama dirasakan ketika mengerjakan bagian yang membutuhkan kemampuan visual, seperti pengambilan foto atau memastikan bagian tertentu dalam halaman.“Ini saya tulis sendiri, yang bikin terkadang susah itu waktu ada pengambilan foto, sama yang spesifik seperti halaman, itu minta tolong orang," jelasnya. Ingin Bangun Akademi di Kampung Setelah meraih gelar sarjana, Imanuddin tidak ingin berhenti belajar. Ia justru telah menyiapkan cita-cita untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di kampung halamannya. Ia ingin membangun sebuah akademi yang dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka.“Tapi spesifik memang ada harapan saya ingin membangun seperti akademi di kampung yang nanti bisa menjadi tempat adek-adek, mengembangkan bakat seperti itu," bebernya. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Imanuddin berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Ia juga ingin memperluas jaringan dan relasi yang dapat mendukung rencana tersebut.“Tapi untuk sampai di sana saya harus lanjut dulu S2. Mencari relasi yang luas agar memudahkan saya ke sana nanti," ucapnya. Aktif di Organisasi Disabilitas Selama menjadi mahasiswa, Imanuddin mengaku tidak terlalu aktif dalam organisasi internal kampus. Ia lebih banyak terlibat dalam organisasi yang bergerak di bidang disabilitas. Beberapa organisasi yang pernah diikutinya antara lain YAPTI dan FORTUNI. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan di YAPTI. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk keberanian Imanuddin dalam menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan tinggi. Pesan untuk Penyandang Tunanetra Pengalaman menyelesaikan kuliah hingga meraih predikat lulusan terbaik membuat Imanuddin ingin memberikan semangat kepada penyandang tunanetra yang ingin melanjutkan pendidikan. Menurutnya, keberanian untuk memulai merupakan langkah penting. Seseorang tidak perlu menunggu seluruh kondisi menjadi sempurna sebelum mengambil langkah.“Berani saja dulu untuk melangkah, karena kalau kita mau tunggu semua inklusif, semua harus sesuai kebutuhan kita, nda akan maju," tuturnya. Ia juga mengajak penyandang tunanetra untuk berani menghadapi berbagai hambatan dan mencari jalan keluar ketika menghadapi kesulitan.“Kita harus berani dulu lewati apa yang memang menjadi tantangan. Kita cari jalan keluarnya," tambahnya. Perjuangan tersebut berbuah hasil. Imanuddin berhasil meraih IPK 3,81 dengan predikat cumlaude sekaligus menjadi lulusan terbaik Jurusan Ilmu Komunikasi. UMI Wisuda 1.574 Mahasiswa Pada periode kedua tahun 2026, UMI Makassar mewisuda 1.574 lulusan. Prosesi wisuda digelar di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Makassar, Kamis (27/8/2026). Rangkaian wisuda dilanjutkan pada Jumat (28/8/2026), dengan 1.292 mahasiswa dijadwalkan mengikuti prosesi pengukuhan. Rektor UMI Prof. Hambali Thalib dalam sambutannya mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik bukanlah akhir perjalanan. Ia mengajak para wisudawan memikirkan kembali manfaat ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.“Karena itu saya ingin memulai dengan pertanyaan sederhana, setelah mendapat gelar, untuk siapa ilmu saudara digunakan?,” katanya. Menurut Hambali, masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari ekonomi, pekerjaan, kesehatan, lingkungan, pendidikan, keadilan hingga perubahan teknologi. Karena itu, perguruan tinggi tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan jumlah program studi, lulusan, maupun capaian akademik. Ilmu yang dikembangkan harus mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. UMI Diperkuat 117 Guru Besar Saat ini UMI memiliki 71 program studi yang tersebar pada enam jenjang pendidikan. Sebanyak 34 program studi atau 47,89 persen telah memperoleh peringkat Unggul dan A. UMI juga diperkuat 1.004 dosen, termasuk 117 guru besar. Sementara jumlah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan mencapai 24.424 orang. Mahasiswa UMI juga mencatat sejumlah prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya mahasiswa Fakultas Hukum yang meraih Gold Medal dalam kompetisi internasional di Chiang Mai University, Thailand, serta mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer yang lolos program student exchange di Kyushu Institute of Technology, Jepang. UMI juga menjadi Juara Umum Kontes Robot Indonesia Regional IV 2026 dengan membawa pulang tiga medali emas. UMI Salurkan Rp1,599 Miliar untuk 121 Mahasiswa Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMI mengungkapkan kebijakan afirmasi bagi mahasiswa yang hampir menyelesaikan pendidikan tetapi terkendala biaya. Sebanyak 121 mahasiswa pada jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor diketahui berada di tahap akhir pendidikan, tetapi belum dapat mengikuti ujian akhir karena persoalan finansial. UMI kemudian memberikan Bantuan Beasiswa Afirmasi Penyelesaian Studi sebesar Rp1,599 miliar kepada 121 mahasiswa tersebut. Hambali menegaskan bantuan diberikan agar persoalan ekonomi tidak membuat mahasiswa berhenti ketika sudah berada di penghujung masa studi.“Masalah mahasiswa harus diketahui sebelum terlambat. Bantuan harus diupayakan sebelum mahasiswa menyerah," imbuhnya. Rektor UMI: Mulai Besok, Buat Masyarakat Merasakan Manfaatnya Hambali menutup pesannya dengan mengingatkan para wisudawan agar menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni untuk mengakhiri masa kuliah. Para lulusan justru memasuki fase baru untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.“Hari ini saudara menerima gelar. Mulai besok, buatlah masyarakat menerima manfaatnya. Kita tidak sedang sekadar melepas mahasiswa dari kampus. Kita sedang mengutus manusia pembelajar untuk memasuki masa depan," pesannya. Pesan tersebut sejalan dengan cita-cita Imanuddin setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Baginya, gelar cumlaude dan predikat lulusan terbaik bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk melanjutkan pendidikan dan suatu hari membangun ruang belajar bagi anak-anak di kampung halamannya.
ILUSTRASI. Demo di Kota MakassarMAKASSAR INFO -- Sebanyak 833 personel Polrestabes Makassar mengikuti apel kesiapan menjelang pelaksanaan unjuk rasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/8/2026). Apel digelar di kawasan fly over Kota Makassar sekitar pukul 07.00 Wita. Personel yang mengikuti apel termasuk anggota Brimob Polda Sulsel. Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana meminta seluruh personel menjaga kondusivitas selama penanganan aksi unjuk rasa. "Tidak ada yang lari dari situasi, semua harus punya tujuan yang sama untuk menjaga Makassar kondusif," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana saat memberikan pengarahan. Polisi Diminta Tak Terpancing Provokasi Arya mengingatkan jajarannya terhadap kemungkinan munculnya provokasi selama aksi berlangsung. Ia meminta personel tetap sabar dan tidak mudah terpancing. "Kalau ada provokasi jangan kita terprovokasi. Saya minta sabar layani para pendemo. Tapi ingat kalau ada yang mengancam jiwa dan masyarakat berikan tindakan. Jangan sampai kita mati konyol," ujarnya. Ia juga meminta seluruh personel tetap berada di lokasi dan menjalankan tugas sesuai arahan. "Jangan lari dari medan. Minta doa kepada orang tua kalian," sambungnya. Demo Digelar di 14 Titik Makassar Unjuk rasa pada Kamis (27/8/2026) dijadwalkan berlangsung di 14 titik di Kota Makassar. Berikut sejumlah lokasi yang menjadi titik aksi: Kantor Gubernur Sulsel Kantor RRI Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Kantor Kejari Makassar Polda Sulawesi Selatan Kantor Balai Pompengan Jeneberang Polrestabes Makassar Galeri Handphone Jalan AP Pettarani Kantor Dinas ESDM Sulsel Kantor DPRD Provinsi Sulsel di Jalan AP Pettarani Pertigaan Jalan Sultan Alauddin-AP Pettarani Fly Over Dinas Tata Ruang Bangunan Makassar Jalan Urip Kantor Bank BUMN di Jalan RA Kartini Makassar Dengan pengerahan personel dan apel kesiapan tersebut, kepolisian memastikan pengamanan aksi tetap mengedepankan upaya menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Makassar. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh MAKASSAR INFO (@makassarinfodotcom)
Wali Kota Appi Ajak RT/RW Bersilaturahmi di Maulid Akbar Pesisir Tanggal 28 Agustus MalamMAKASSAR INFO -- Pemerintah Kota Makassar akan menggelar Maulid Akbar Pesisir Makassar 1448 Hijriah/2026 di kawasan pesisir Pelabuhan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, Jumat (28/8/2026) malam.Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar memperkuat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat meneladani akhlak dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Maulid Akbar ini akan menghadirkan penceramah Ustaz Dr. H. Das’ad Latif.Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak jajaran SKPD, pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk hadir dalam kegiatan tersebut."Tanggal 28 kita Maulid di Paotere. Dari pesisir Makassar, kita hadirkan doa dan keberkahan untuk kota yang kita cintai," imbuh Munafri, Rabu (26/8/2026).Camat, Lurah hingga RT/RW Diajak HadirMenurut Munafri, Maulid Akbar Pesisir Makassar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial keagamaan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat.Karena itu, Munafri secara khusus meminta camat dan lurah hadir bersama masyarakat. RT dan RW di Kecamatan Ujung Tanah juga diajak mengambil bagian agar kegiatan berlangsung lebih semarak."Kami mengajak camat dan lurah hadir. Di situ saja sama-sama datang. Lalu RT/RW di kecamatan Ujung Tanah, juga kita ajak hadir, supaya lebih meriah," kata Munafri.Pemkot Makassar juga melakukan koordinasi dengan perangkat daerah untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di kawasan pesisir Paotere.Perahu Nelayan Disiapkan untuk Meramaikan MaulidSalah satu persiapan yang dilakukan adalah melibatkan perahu-perahu nelayan dalam rangkaian kegiatan Maulid Akbar.Munafri mengatakan koordinasi dengan DP2 telah dilakukan untuk mempersiapkan keterlibatan perahu nelayan. Partisipasi tersebut diharapkan membuat suasana Maulid semakin dekat dengan karakter masyarakat pesisir Paotere."Sekarang panitia sudah koordinasi sama DP2 untuk siapkan perahu nelayan. Ada juga yang bersiap-siap ikut ambil andil dalam acara Pemkot," ungkapnya.Maulid Digelar di Kawasan Pesisir PaoterePemilihan Paotere sebagai lokasi Maulid Akbar menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar menghadirkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu sentra aktivitas nelayan dan perdagangan laut di Kota Makassar. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga mengambil hikmah dari keteladanan Rasulullah SAW.Nilai-nilai seperti kepedulian, persaudaraan, kejujuran dan kebersamaan diharapkan dapat semakin diperkuat dalam kehidupan masyarakat.Pemkot Makassar mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, jajaran pemerintah wilayah dan seluruh warga untuk menghadiri Maulid Akbar Pesisir Makassar 1448 H/2026."Dari kawasan pesisir Paotere, kami di Pemkot Makassar ingin menjadikan peringatan Maulid sebagai ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi," tutup Appi.
Polisi mengamankan 12 remaja yang diduga hendak tawuran dengan geng motor di Makassar.MAKASSAR INFO -- Sebanyak 12 remaja diamankan polisi setelah diduga hendak melakukan tawuran dengan geng motor di Jalan Toddoppuli 2, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam penindakan tersebut, polisi turut menyita sebuah anak panah jenis busur yang diduga akan digunakan dalam perang kelompok. Panit I Opsnal Reskrim Polsek Panakkukang, Ipda Muhammad Ikbal, mengatakan para remaja itu diamankan saat personel kepolisian melakukan patroli di kawasan tersebut pada Selasa (25/8/2026). “Anggota mengamankan sejumlah remaja yang diduga hendak melaksanakan perang kelompok dengan geng motor,” ujar Ikbal kepada wartawan, Selasa. Sebagian Remaja Masih Pelajar Ikbal mengatakan, dari 12 remaja yang diamankan, sebagian di antaranya masih berstatus pelajar. “Mereka yang diamankan ada sekitar 12 orang. Sebagian masih pelajar,” katanya. Polisi menemukan satu anak panah jenis busur dari lokasi. Namun, hingga saat ini tidak ada satu pun remaja yang mengakui sebagai pemiliknya. “Untuk satu buah anak panah jenis busur yang diamankan, tidak ada yang mengakui sebagai pemiliknya,” ungkap Ikbal. Selain busur, polisi juga mengamankan dua unit sepeda motor, dua kunci motor, dan delapan unit telepon seluler. Polisi Masih Periksa Para Remaja Belasan remaja beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Panakkukang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami dugaan rencana tawuran tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan para remaja dalam aksi kejahatan lainnya. “Selain itu, turut diamankan dua unit sepeda motor, dua kunci motor, serta delapan unit handphone dari lokasi,” kata Ikbal. Ikbal menegaskan, para remaja dan barang bukti saat ini telah diamankan di Mapolsek Panakkukang. “Pelaku dan barang bukti berupa dua unit kendaraan roda dua serta satu buah anak panah jenis busur diamankan di Mako Polsek Panakkukang,” pungkasnya. Polisi selanjutnya akan melakukan pendalaman untuk memastikan peran masing-masing remaja serta asal-usul anak panah yang ditemukan di lokasi.
<table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIix82iYpMeeYLD0HuW5o91EMNb7z11wrJqZHpJSBpXyvjkDUMO-rhk17cID0HH1i4pohlj3By44PrFFK92FG2p373ZekfAMiAjHpn3-qczCZRe-rlItRRjCdG8VpkEoiMxhCGv68OxlC3qtc4afsuBS_ZbSRZkWUlG8jnVsZhs474CkAzZ6OwRtcvKMkA/s1600/150%20ASN%20Pemkot%20Makassar%20Persembahkan%20Tari%20Kolosal%20%E2%80%9CCahaya%20Qurani%20Ri%20Butta%20Mangkasara%E2%80%9D%20di%20Pembukaan%20MTQ%20VIII%20KORPRI.webp" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><span style="font-size: x-small;"><img border="0" data-original-height="1098" data-original-width="1600" height="440" loading="lazy" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIix82iYpMeeYLD0HuW5o91EMNb7z11wrJqZHpJSBpXyvjkDUMO-rhk17cID0HH1i4pohlj3By44PrFFK92FG2p373ZekfAMiAjHpn3-qczCZRe-rlItRRjCdG8VpkEoiMxhCGv68OxlC3qtc4afsuBS_ZbSRZkWUlG8jnVsZhs474CkAzZ6OwRtcvKMkA/w640-h440-rw/150%20ASN%20Pemkot%20Makassar%20Persembahkan%20Tari%20Kolosal%20%E2%80%9CCahaya%20Qurani%20Ri%20Butta%20Mangkasara%E2%80%9D%20di%20Pembukaan%20MTQ%20VIII%20KORPRI.webp" width="640" /></span></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;"><span style="font-size: x-small;">150 ASN Pemkot Makassar Persembahkan Tari Kolosal “Cahaya Qurani Ri Butta Mangkasara” di Pembukaan MTQ VIII KORPRI</span></td></tr></tbody></table><div><br /></div><div><a href="https://www.makassarinfo.com/" rel="nofollow"><span data-end="115" data-start="103">MAKASSAR</span> INFO</a>— Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 di Kota Makassar tidak hanya diisi lantunan ayat suci Al-Qur’an. Seni dan budaya khas Sulawesi Selatan turut ditampilkan melalui tari kolosal bertajuk <span data-end="384" data-start="345">“Cahaya Qurani Ri Butta Mangkasara”</span>.<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot"><div class="" data-is-intersecting="true" data-turn-id-container="request-6a891247-07e0-83ec-a1d3-186af89955d6-3"><section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&:has([data-writing-block])>*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" data-testid="conversation-turn-12" data-turn-id-container="request-6a891247-07e0-83ec-a1d3-186af89955d6-3" data-turn-id="request-6a891247-07e0-83ec-a1d3-186af89955d6-3" data-turn="assistant" dir="auto"><div class="text-base my-auto mx-auto pb-8 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)"><div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" data-conversation-screenshot-content=""><div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow"><div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&]:mt-1" data-message-author-role="assistant" data-message-id="a538a875-4d74-4004-8522-bce24e5638dd" data-message-model-slug="gpt-5-6-mini" data-turn-start-message="true" dir="auto" tabindex="0"><div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden"><div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling"> <p data-end="578" data-start="387">Sebanyak <span data-end="456" data-start="396">150 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Makassar</span> tampil dalam pertunjukan tersebut pada malam pembukaan MTQ VIII KORPRI di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (24/8/2026).</p> <p data-end="854" data-start="580">Pertunjukan itu menjadi bagian dari penyambutan Kota Makassar terhadap para peserta dan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, tari kolosal tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang berpadu dengan nilai-nilai Islam.</p> <h2 data-end="890" data-section-id="by8z7v" data-start="856"><span style="font-weight: normal;">Libatkan 150 ASN dan 25 Pemusik</span></h2> <p data-end="1131" data-start="892">Tari “Cahaya Qurani Ri Butta Mangkasara” digarap oleh koreografer <span data-end="996" data-start="958">Abdi Bashit dan Iin Yoesoef Madjid</span>. Penataan musik dipercayakan kepada <span data-end="1068" data-start="1033">Munawir Amin dan Erwin Sulaiman</span>, sedangkan penataan artistik dan narasi ditangani Ilham Anwar.</p> <p data-end="1315" data-start="1133">Pertunjukan tersebut juga melibatkan <span data-end="1229" data-start="1170">Tim Shalawat Forum Kajian Cinta Al-Qur’an Kota Makassar</span>. Unsur tari, musik, narasi, dan lantunan shalawat dipadukan menjadi satu pertunjukan.</p> <p data-end="1475" data-start="1317">Selain 150 penari dari kalangan ASN Pemkot Makassar, pertunjukan turut didukung sekitar <span data-end="1419" data-start="1405">25 pemusik</span> serta kelompok pengajian Cinta Al-Qur’an Kota Makassar.</p> <p data-end="1574" data-start="1477">Iin Yoesoef Madjid mengatakan persiapan pertunjukan dilakukan selama sekitar satu setengah bulan.</p> <p data-end="1815" data-start="1576">“Jadi persiapan pertunjukan dilakukan selama kurang lebih satu setengah bulan. Para penari yang merupakan ASN Pemerintah Kota Makassar menjalani latihan di bawah koordinasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota Makassar,” ujarnya.</p> <h2 data-end="1853" data-section-id="fh42it" data-start="1817"><span style="font-weight: normal;">Angkat Falsafah Eppa/Appa Sulapaq</span></h2> <p data-end="1995" data-start="1855">Karya tersebut membawa pesan mengenai pertemuan antara falsafah hidup dan nilai-nilai luhur masyarakat Sulawesi Selatan dengan ajaran Islam.</p> <p data-end="2151" data-start="1997">Salah satu nilai budaya yang diangkat adalah <span data-end="2063" data-start="2042">Eppa/Appa Sulapaq</span>, yang menjadi simbol sekaligus bagian dari pandangan hidup masyarakat Sulawesi Selatan.</p> <p data-end="2308" data-start="2153">Nilai tersebut kemudian diterjemahkan melalui gerakan tari, musik, narasi, hingga konsep keseluruhan pertunjukan agar selaras dengan semangat religius MTQ.</p> <p data-end="2556" data-start="2310">“Melalui persembahan ini, para ASN Pemkot Makassar tidak hanya tampil sebagai aparatur pemerintahan tetapi juga mengambil bagian dalam memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat dan tamu dari berbagai penjuru Indonesia,” ungkap Iin.</p> <h2 data-end="2598" data-section-id="6lg9kt" data-start="2558"><span style="font-weight: normal;">Perpaduan Al-Qur’an, Budaya, dan Seni</span></h2> <p data-end="2778" data-start="2600">Tari kolosal “Cahaya Qurani Ri Butta Mangkasara” sekaligus menggambarkan bahwa penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI Nasional di Makassar tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan.</p> <p data-end="2938" data-start="2780">Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan <span data-end="2902" data-start="2837">nilai-nilai Al-Qur’an, budaya, seni, dan semangat kebersamaan</span> dalam bingkai kebinekaan Indonesia.</p> <p data-end="3133" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="2940">Melalui penampilan para ASN tersebut, Pemerintah Kota Makassar turut menunjukkan identitas budaya Sulawesi Selatan kepada ribuan peserta dan tamu yang hadir dalam MTQ VIII KORPRI Nasional 2026.</p></div></div></div></div><div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div><div class="mt-3 w-full empty:hidden has-[>_:empty]:hidden"><div class="text-center"></div></div></div><div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1" data-conversation-screenshot-content=""><div></div></div></div></section></div></div><div aria-hidden="true" class="pointer-events-none -mt-px h-px translate-y-(--scroll-root-safe-area-inset-bottom)"></div></div>
<table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLdKCZbCFg8mJVt5S7J2dTTWWV0bacSU0YXLJMPEPIGtjJGxbZtCLL97HNxOGAK45jft0CFZ_K5RskTPHtUbQb4RTlw_Q0xPQRP7jKllSWDZhOH5HIspglj1g1XKclKkagT3I9fpb3r0AYBKVLdjg_fR39abmYnTZzNptElbf4Pb5Nc1U5HM_GUnv6DnWF/s720/TPA%20Tamangapa%20Makassar.webp" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><img border="0" data-original-height="354" data-original-width="720" loading="lazy" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLdKCZbCFg8mJVt5S7J2dTTWWV0bacSU0YXLJMPEPIGtjJGxbZtCLL97HNxOGAK45jft0CFZ_K5RskTPHtUbQb4RTlw_Q0xPQRP7jKllSWDZhOH5HIspglj1g1XKclKkagT3I9fpb3r0AYBKVLdjg_fR39abmYnTZzNptElbf4Pb5Nc1U5HM_GUnv6DnWF/s1600-rw/TPA%20Tamangapa%20Makassar.webp" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;"><span style="font-size: x-small;">Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa.</span></td></tr></tbody></table><div><a href="https://www.makassarinfo.com/" rel="nofollow"><br /></a></div><div><a href="https://www.makassarinfo.com/" rel="nofollow">MAKASSAR INFO</a> -- Pemerintah Kota Makassar mulai menata sekitar <span data-end="165" data-start="146">1.500 ekor sapi</span> yang selama ini berkeliaran dan mencari makan di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa. <p data-end="489" data-start="265">Penataan dilakukan dengan melokalisasi ternak ke area khusus. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban kawasan TPA, tetapi juga mengurangi risiko keselamatan serta meningkatkan kualitas pakan dan daging ternak.</p> <p data-end="712" data-start="491">Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar <span data-end="553" data-start="536">Helmy Budiman</span> mengatakan keberadaan sapi di kawasan TPA berpotensi menimbulkan sejumlah persoalan, termasuk risiko longsor yang dapat membahayakan ternak maupun masyarakat.</p><p data-end="712" data-start="491">"Ini juga untuk mengurangi risiko yang bisa muncul seperti longsor dan itu bisa membahayakan," ujar Helmy di Makassar, Senin.</p> <h2 data-end="890" data-section-id="1mr5on1" data-start="843"><span style="font-weight: normal;">Sapi Tak Lagi Dibiarkan Mencari Makan di TPA</span></h2> <p data-end="1015" data-start="892">Penataan sapi dilakukan bersamaan dengan kebijakan Pemkot Makassar yang mulai membatasi sampah yang masuk ke TPA Tamangapa.</p> <p data-end="1138" data-start="1017">Ke depan, sampah yang dibawa ke TPA diarahkan hanya berupa <span data-end="1093" data-start="1076">sampah residu</span> yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.</p> <p data-end="1299" data-start="1140">Sementara itu, pemerintah menyiapkan area khusus untuk menempatkan ternak sekaligus mengupayakan ketersediaan pakan dari <span data-end="1298" data-start="1261">sampah organik yang telah dipilah</span>.</p> <p data-end="1371" data-start="1301">Salah satu sumbernya berasal dari pasar-pasar tradisional di Makassar.</p><p data-end="1371" data-start="1301">"Sampah pasar jenis organik yang telah dipilah disiapkan untuk pakan ternak. Ini agar kualitas daging ternak lebih bagus dan juga jadi solusi untuk sampah-sampah pasar," katanya.</p> <p data-end="1726" data-start="1555">Konsep tersebut diharapkan memberikan manfaat ganda. Sampah organik pasar dapat dimanfaatkan sebagai pakan, sementara volume sampah yang berakhir di TPA juga bisa ditekan.</p> <h2 data-end="1769" data-section-id="1034rre" data-start="1728"><span style="font-weight: normal;">1.500 Sapi Butuh 50 Ton Pakan per Hari</span></h2> <p data-end="1861" data-start="1771">Jumlah sapi yang mencapai sekitar 1.500 ekor membutuhkan pasokan pakan dalam jumlah besar.</p> <p data-end="1946" data-start="1863">Pemkot Makassar memperkirakan kebutuhan pakan mencapai sekitar <span data-end="1945" data-start="1926">50 ton per hari</span>.</p> <p data-end="2045" data-start="1948">Namun, pasokan sampah organik dari pasar yang saat ini tersedia baru sekitar <span data-end="2044" data-start="2025">10 ton per hari</span>.</p> <p data-end="2158" data-start="2047">Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar <span data-end="2115" data-start="2090">40 ton pakan per hari</span> yang perlu dicarikan sumber dan solusinya.</p> <p data-end="2273" data-start="2160">Karena itu, pemerintah mendorong pemilahan sampah organik dilakukan lebih optimal, terutama sejak dari sumbernya.</p> <p data-end="2409" data-start="2275">Sampah organik yang sudah dipisahkan dapat dimanfaatkan, sedangkan sampah anorganik bernilai ekonomi dapat masuk ke proses daur ulang.</p> <h2 data-end="2441" data-section-id="6wttc4" data-start="2411"><span style="font-weight: normal;">Pemilahan Sampah Jadi Kunci</span></h2> <p data-end="2561" data-start="2443">Pengelolaan sampah di Makassar diarahkan untuk tidak lagi sepenuhnya mengandalkan TPA sebagai tempat pembuangan akhir.</p> <p data-end="2698" data-start="2563">Sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan dapat diselesaikan sejak dari rumah, kawasan permukiman, pasar, maupun sumber lainnya.</p> <p data-end="2852" data-start="2700">Ketua Dewan Lingkungan Makassar <span data-end="2748" data-start="2732">Melinda Aksa</span> mengatakan sampah organik rumah tangga sebenarnya dapat dikelola secara mandiri dengan berbagai metode.</p><p data-end="2852" data-start="2700">"Kalau sampah organik selesai di rumah, sampah anorganik bisa bernilai ekonomi, maka yang tersisa untuk dibawa ke TPA benar-benar hanya residu. Ini yang kita dorong," jelas Melinda.</p> <p data-end="3156" data-start="3039">Dengan pola tersebut, beban TPA Tamangapa dapat ditekan karena hanya menerima sampah yang benar-benar menjadi residu.</p> <h2 data-end="3199" data-section-id="2hf6oy" data-start="3158"><span style="font-weight: normal;">RT dan RW Didorong Jadi Agen Perubahan</span></h2> <p data-end="3283" data-start="3201">Perubahan pola pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.</p> <p data-end="3406" data-start="3285">RT, RW, lurah, camat, kader PKK hingga tokoh masyarakat didorong ikut menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.</p> <p data-end="3539" data-start="3408">Edukasi mengenai pemilahan sampah juga dinilai penting agar masyarakat tidak sekadar mengetahui aturan, tetapi memahami manfaatnya.</p> <p data-end="3665" data-start="3541">Sampah organik rumah tangga, misalnya, dapat diolah melalui <span data-end="3664" data-start="3601">kompos, budidaya maggot, biopori, TEBA, hingga ember tumpuk</span>.</p> <p data-end="3761" data-start="3667">Sementara sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali.</p> <h2 data-end="3799" data-section-id="7a0ezo" data-start="3763"><span style="font-weight: normal;">Menuju Makassar Bebas Sampah 2029</span></h2> <p data-end="3993" data-start="3801">Penataan sekitar 1.500 sapi di kawasan TPA Tamangapa sekaligus pemanfaatan sampah organik menjadi pakan merupakan bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.</p> <p data-end="4107" data-start="3995">Pemkot Makassar ingin mengurangi pola pengelolaan sampah yang hanya mengandalkan <span data-end="4106" data-start="4076">kumpul, angkut, lalu buang</span>.</p> <p data-end="4189" data-start="4109">Sebaliknya, sampah didorong untuk dipilah dan dimanfaatkan sejak dari sumbernya.</p> <p data-end="4266" data-start="4191">Langkah tersebut juga sejalan dengan target <span data-end="4265" data-start="4235">Makassar Bebas Sampah 2029</span>.</p> <p data-end="4601" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="4268">Dengan demikian, penataan sapi di TPA Tamangapa bukan semata-mata soal memindahkan ternak dari kawasan pembuangan sampah. Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan upaya mengurangi volume sampah, memanfaatkan limbah organik, meningkatkan kualitas pakan ternak, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.</p></div>
Makassar Jadi Tuan Rumah MTQ KORPRI Nasional 2026MAKASSAR INFO -- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut ratusan kafilah peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 dalam malam taaruf di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (23/8/2026) malam.Malam taaruf menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyambutan para peserta sebelum mengikuti seluruh rangkaian MTQ VIII KORPRI Nasional yang berlangsung di Sulawesi Selatan.Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional Zudan Arif Fakhrullah, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dewan hakim, panitia, dan para kafilah.Sulawesi Selatan dipercaya menjadi tuan rumah MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026. Sejumlah rangkaian kegiatan dan perlombaan digelar di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).Sebanyak 117 kontingen mengikuti ajang tersebut. Mereka terdiri atas 38 provinsi, 77 kementerian dan lembaga, serta dua perguruan tinggi negeri, dengan total 1.173 peserta dan 465 official.Munafri: Makassar Mendapat KehormatanMunafri mengatakan, kepercayaan menjadikan Makassar sebagai lokasi pembukaan MTQ KORPRI Nasional merupakan kehormatan sekaligus berkah bagi masyarakat."Kami atas nama Pemerintah Kota Makassar mengucapkan selamat datang di Kota Makassar. Alhamdulillah, Makassar mendapat kesempatan dan kehormatan sebagai tuan rumah pembukaan kegiatan ini," kata Munafri.Menurutnya, kehadiran kafilah dari berbagai daerah tidak hanya memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi, tetapi juga diharapkan membawa keberkahan bagi Kota Makassar.Ia berharap para peserta turut memberikan doa terbaik agar Makassar terus menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia."Kami sangat berharap doa terbaik yang dikirimkan agar Kota Makassar senantiasa menjadi kota yang menjadi bagian penting bagi negara yang kita cintai," tuturnya.Ajak Kafilah Nikmati Pesona MakassarWali Kota yang akrab disapa Appi itu mengajak seluruh kafilah menikmati keramahan serta berbagai daya tarik Kota Makassar.Ia menyebut suasana khas Angin Mamiri hingga keindahan matahari terbenam di Pantai Losari sebagai bagian dari pengalaman yang dapat dinikmati para peserta selama berada di Makassar.Pemerintah Kota Makassar, kata Munafri, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu.Ia juga meminta para delegasi tidak segan menyampaikan masukan apabila menemukan kekurangan selama mengikuti kegiatan."Kota Makassar insyaallah akan menjadi tuan rumah yang baik. Kami berusaha untuk menghadirkan hospitality yang terbaik kepada seluruh tamu yang hadir di kota ini," ujarnya.Munafri berharap para peserta dapat membawa cerita positif tentang Makassar ketika kembali ke daerah masing-masing."Kami berharap para delegasi bisa menceritakan hal-hal baik yang ditemukan di Kota Makassar, dan sampaikan kepada kami jika ada hal-hal yang kurang baik selama berada di sini," pungkasnya.MTQ Jadi Momentum Penguatan Nilai Al-Qur'anMunafri berharap seluruh rangkaian MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 berlangsung lancar.Menurutnya, MTQ tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan aparatur sipil negara.Nilai tersebut diharapkan dapat tercermin dalam pelaksanaan tugas birokrasi, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.Sulsel Dua Kali Jadi Tuan RumahKetua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional Zudan Arif Fakhrullah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah daerah atas dukungan terhadap penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI Nasional.Zudan menyebut Sulawesi Selatan menjadi satu-satunya provinsi yang dua kali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ KORPRI Tingkat Nasional. Sebelumnya, MTQ KORPRI pertama juga digelar di Makassar.Ia juga menyoroti tingginya partisipasi pada penyelenggaraan tahun ini."Di Sulawesi ini juga MTQ kembali digelar dengan peserta terbanyak, seluruh 38 provinsi di Indonesia turut berpartisipasi, bersama 77 kementerian dan lembaga," kata Zudan.Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme ASN dari berbagai daerah untuk mengikuti MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026.Pembukaan MTQ Digelar di Lapangan KarebosiMTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 dijadwalkan resmi dibuka di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (24/8/2026).Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada 25–27 Agustus, kemudian dilanjutkan babak final pada 28 Agustus.Rangkaian kegiatan selanjutnya akan ditutup di Kabupaten Pangkep pada 29 Agustus 2026.Bagi Makassar dan Sulawesi Selatan, penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI Nasional menjadi momentum untuk memperkuat citra daerah sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional, sekaligus mempererat silaturahmi ASN dari berbagai penjuru Indonesia.
Appi Minta Warga Makassar Tingkatkan Kewaspadaan Cegah KebakaranMAKASSAR INFO -- Musim kemarau panjang mulai membawa konsekuensi yang dirasakan warga Makassar. Ancaman kebakaran meningkat, sementara sebagian wilayah juga menghadapi persoalan ketersediaan air bersih. Di tengah kondisi tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meminta warga tidak menganggap remeh langkah pencegahan. Menurutnya, kewaspadaan justru menjadi perlindungan pertama sebelum petugas harus turun menangani kebakaran. Pesan itu disampaikan Munafri saat menghadiri Malam Ramah Tamah dan Hiburan Rakyat HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar ORW 06 Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Sabtu (22/8/2026) malam. Kebakaran disebut terjadi hampir setiap hari Munafri mengatakan kondisi kemarau yang berlangsung panjang membuat risiko kebakaran semakin besar. "Di Kota Makassar ini, hampir setiap hari ada kebakaran. Ini adalah bagian dari musim kemarau yang sangat panjang," kata Munafri. Karena itu, ia meminta warga ikut mengambil peran dalam mencegah kebakaran, terutama di lingkungan permukiman yang padat. Pengurus RT dan RW juga diminta aktif saling mengingatkan warga mengenai potensi bahaya kebakaran. Peralatan listrik dan kompor perlu diperiksa sebelum rumah ditinggalkan Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah rumah yang ditinggalkan pemiliknya saat bepergian. Munafri meminta warga memastikan peralatan listrik yang tidak diperlukan sudah dicabut sebelum meninggalkan rumah. "Kalau tetangga-tetangga mau pergi bepergian dan mengosongkan rumahnya, tolong disampaikan kepada Bapak RW atau RT-nya untuk memperhatikan listriknya," ujarnya. Hal serupa berlaku untuk aktivitas memasak. Warga, khususnya ibu rumah tangga, diminta memastikan api kompor benar-benar padam setelah digunakan. Langkah sederhana seperti ini dinilai penting karena kebakaran di kawasan permukiman dapat berkembang cepat, terutama ketika kondisi lingkungan kering. Kekeringan juga menjadi perhatian Pemkot Makassar Kemarau panjang tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran. Munafri juga menyoroti potensi kekeringan dan persoalan kesehatan yang dapat mengikuti kondisi tersebut. Pemerintah Kota Makassar menyiapkan distribusi air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan. Perumda Air Minum Kota Makassar, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan BPBD akan dilibatkan untuk memperluas jangkauan distribusi. "Kami akan memastikan penyediaan air bersih bisa sampai di tengah-tengah masyarakat. Seluruh apa yang kami miliki akan kami maksimalkan," kata Munafri. Menurutnya, seluruh sumber daya pemerintah perlu digunakan selama masyarakat masih menghadapi dampak kemarau. Layanan kesehatan gratis diminta lebih rutin Persoalan lain yang disoroti Munafri adalah kesehatan masyarakat. Ia meminta Camat Panakkukang dan Lurah Pandang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dapat lebih rutin digelar di tengah masyarakat. Langkah tersebut diarahkan untuk memudahkan warga memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa harus selalu mendatangi fasilitas kesehatan yang lebih jauh. "Ini tempatnya saya pikir cukup dan luas untuk dipakai untuk membuat cek kesehatan gratis," ujarnya. Dengan begitu, penanganan dampak kemarau tidak hanya berfokus pada air dan kebakaran, tetapi juga kondisi kesehatan warga. Warga diajak memanfaatkan lahan sempit Di tengah keterbatasan ruang perkotaan, Munafri juga mendorong masyarakat mengembangkan urban farming. Lahan kosong maupun ruang sempit yang masih dapat dimanfaatkan diarahkan menjadi area pertanian perkotaan. Menurut Munafri, kegiatan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi rumah tangga. "Bagaimana kita memaksimalkan lahan-lahan sempit, lahan-lahan penganggur untuk menjadikan wilayah itu sebagai pusat pertanian dengan metode urban farming atau pertanian lahan sempit," katanya. Pemilahan sampah di Pandang diminta diperkuat Munafri turut mengapresiasi warga Kelurahan Pandang yang mulai melakukan pemilahan sampah. Ia meminta jajaran kecamatan, kelurahan, serta pengurus RT dan RW meningkatkan intensitas gerakan tersebut. "Saya dengar sudah mulai memilah sampah dengan baik. Terima kasih Pak Camat, tolong ditambah lagi intensitasnya, Bapak dan Ibu RT, RW," tuturnya. Bagi pemerintah kota, persoalan kemarau pada akhirnya tidak berdiri sendiri. Kebakaran, keterbatasan air, kesehatan, pengelolaan sampah, hingga ketahanan pangan saling berkaitan dan membutuhkan keterlibatan warga. Karena itu, tantangan terbesar selama musim kemarau bukan hanya seberapa cepat pemerintah merespons ketika masalah muncul, tetapi seberapa kuat pencegahan dilakukan sejak dari lingkungan tempat tinggal.
Kenalan Lewat Medsos Berujung Pemerasan Rp130 Juta, Pria di Makassar Ditangkap di Atas KapalMAKASSAR INFO -- Hubungan asmara yang bermula dari media sosial berubah menjadi dugaan pemerasan. Seorang pria berinisial RA (26) ditangkap polisi setelah korban mengaku telah mengirim uang hingga ratusan juta rupiah akibat ancaman penyebaran rekaman pribadi. RA ditangkap saat berada di atas kapal yang bersandar di Pelabuhan Makassar, Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, Jumat (21/8/2026). Penangkapan itu dilakukan tim URC Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel yang membackup Satreskrim Polres Barru. Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan korban ke Polres Barru pada 21 Juli 2026. Bermula dari hubungan asmara di media sosial Menurut Kanit Resmob Polda Sulsel Kompol Wawan Suryadinata, kasus tersebut bermula ketika RA berkenalan dengan korban melalui media sosial. Keduanya kemudian menjalin hubungan asmara secara virtual. Komunikasi mereka berlangsung semakin intens hingga melakukan video call secara pribadi. Dalam salah satu komunikasi tersebut, polisi menduga RA merekam layar tanpa sepengetahuan korban. Rekaman itu kemudian diduga menjadi alat untuk menekan korban agar memberikan uang. Korban disebut mengirim Rp130,3 juta Polisi menduga RA mengancam akan menyebarkan rekaman pribadi tersebut apabila korban tidak memenuhi permintaan uang. Karena khawatir rekaman itu tersebar, korban disebut beberapa kali mengirimkan uang kepada RA. Total uang yang dikirim korban mencapai Rp130,3 juta. Namun, ketika korban tidak lagi mampu memenuhi permintaan tersebut, ancaman penyebaran konten pribadi disebut berlanjut. RA juga diduga mengunggah foto korban melalui sebuah akun media sosial palsu. Situasi tersebut kemudian mendorong korban melaporkan kasus itu kepada polisi. Polisi melacak keberadaan pelaku hingga ke pelabuhan Setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan keberadaan RA. Upaya tersebut akhirnya mengarah kepada keberadaan RA di kawasan Pelabuhan Makassar. Petugas kemudian menangkapnya saat berada di atas kapal pada Jumat (21/8/2026). Penangkapan dilakukan oleh tim URC Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel yang membackup penyelidikan Satreskrim Polres Barru. Polisi amankan ponsel dan rekaman layar Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara. Barang bukti yang diamankan antara lain iPhone 13, akun WhatsApp, rekening atas nama RA, serta rekaman layar berdurasi sekitar 15 menit. Barang-barang tersebut nantinya menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap rangkaian komunikasi, transaksi, serta dugaan ancaman yang dialami korban. Modus hubungan virtual menjadi perhatian Kasus ini memperlihatkan bagaimana komunikasi melalui media sosial dapat dimanfaatkan untuk membangun kedekatan sebelum berujung pada dugaan kejahatan. Hubungan yang awalnya berlangsung secara virtual membuat korban dan pelaku dapat berkomunikasi secara pribadi. Dalam perkara ini, polisi menduga momen komunikasi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk memperoleh rekaman yang digunakan sebagai alat ancaman. Bagi pengguna media sosial, persoalan utamanya bukan hanya soal mengenal orang baru. Rekaman atau foto pribadi yang dikirim maupun dibuat saat komunikasi daring dapat memiliki risiko ketika jatuh ke tangan orang yang salah. Karena itu, kehati-hatian dalam membagikan konten pribadi menjadi penting, terutama kepada orang yang belum benar-benar dikenal secara langsung. Kasus masih berproses di kepolisian Polisi masih melanjutkan proses hukum terhadap RA untuk mendalami seluruh rangkaian dugaan pemerasan tersebut, termasuk aliran uang dan penggunaan akun media sosial yang diduga digunakan untuk mengancam korban. RA masih berstatus sebagai terduga pelaku. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku hingga perkara tersebut memperoleh putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Kasus ini juga masih dapat berkembang seiring pemeriksaan terhadap barang bukti digital dan keterangan pihak-pihak yang terkait. Bagi korban kejahatan serupa, perkara tersebut menunjukkan pentingnya menyimpan bukti komunikasi dan transaksi serta segera melapor ketika ancaman mulai muncul. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang penyidik menelusuri jejak digital dan aliran transaksi yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh MAKASSAR INFO (@makassarinfodotcom)
Pencurian HP di Jalan Dr. Leimena AntangMAKASSAR INFO -- Warga melaporkan dugaan pencurian telepon seluler (HP) di Jalan Dr. Leimena, Antang, Makassar, pada Kamis (20/8/2026). Dalam kejadian tersebut, HP milik seorang warga diduga diambil oleh dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Berdasarkan laporan korban, HP tersebut sebelumnya diletakkan di rak bagian depan motor karena hendak digunakan untuk bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol). Sebelum kejadian, korban mengaku baru saja melakukan top up saldo GoPay sebesar Rp300 ribu. Tak lama kemudian, dua pria yang diduga sebagai pelaku datang menggunakan sepeda motor. Mereka kemudian diduga mengambil HP korban dengan cepat sebelum meninggalkan lokasi. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi pengendara, khususnya pengemudi ojol, untuk lebih berhati-hati saat meletakkan barang berharga di bagian depan kendaraan. Warga juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh MAKASSAR INFO (@makassarinfodotcom)
VESPAPORA 2026MAKASSAR INFO -- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mendorong Kota Makassar menjadi salah satu pusat berkumpulnya komunitas Vespa terbesar, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat dunia. Harapan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri VESPAPORA 2026 yang berlangsung di Pantai Indah Bosowa, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sabtu (22/8/2026) malam. Di hadapan para pencinta dan komunitas Vespa, Munafri menilai Makassar memiliki potensi besar menjadi kota tujuan bagi para scooterist dari berbagai daerah hingga mancanegara. Menurutnya, penyelenggaraan VESPAPORA 2026 menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-cita tersebut.“Makassar tempat berkumpulnya Vespa seluruh dunia, dan cita-cita itu kita mulai di Vespa Pora tahun 2026 ini,” kata Munafri. Appi Ingin VESPAPORA Terus Berkembang Munafri berharap VESPAPORA dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang semakin besar pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, terbuka untuk mendukung berbagai kegiatan komunitas yang mampu mendatangkan masyarakat dari luar daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus dapat memperkuat posisi Makassar sebagai kota tujuan berbagai event berskala nasional maupun internasional.“Mudah-mudahan ke depan acara ini bisa semakin sukses untuk kita semua, menghadirkan komunitas Vespa yang terbesar yang ada di Indonesia di Kota Makassar,” tutur Appi. Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan gagasan menjadikan Makassar sebagai kota berkumpulnya komunitas Vespa sebenarnya telah menjadi cita-cita yang sudah lama ia sampaikan. Karena itu, ia melihat VESPAPORA 2026 sebagai momentum penting untuk mulai membangun ekosistem komunitas tersebut secara lebih serius dan berkelanjutan.“Ini merupakan sebuah cita-cita yang sudah lama sekali saya sampaikan,” terangnya. Appi Ajak Komunitas Anggap Makassar sebagai Rumah Bersama Mantan CEO PSM tersebut juga mengajak seluruh komunitas Vespa melihat Makassar sebagai rumah bersama bagi para scooterist. Menurut Munafri, tidak ada alasan bagi Makassar untuk kalah dari kota maupun negara lain yang telah mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan komunitas otomotif berskala besar.“Kenapa kota lain bisa, kenapa negara lain bisa, kenapa Makassar tidak bisa?” tegasnya. Ia optimistis dukungan komunitas, pemerintah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dapat membuat Makassar menjadi tuan rumah yang baik bagi pencinta Vespa dari berbagai penjuru dunia.“Insya Allah Makassar akan menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh pencinta Vespa seluruh dunia. Terima kasih, selamat datang,” ucap Munafri. VESPAPORA Berpotensi Dorong Pariwisata Makassar VESPAPORA merupakan festival sekaligus ajang berkumpulnya pencinta dan komunitas motor Vespa. Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi bagi scooterist dari berbagai daerah dengan menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari hiburan, kontes, hingga pameran. Kehadiran komunitas Vespa dalam jumlah besar tidak hanya menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sesama pencinta Vespa, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Para peserta dari luar daerah membutuhkan akomodasi, transportasi, makanan, hingga berbagai kebutuhan selama berada di Makassar. Kondisi tersebut dapat menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Bagi Pemerintah Kota Makassar, kegiatan seperti VESPAPORA juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Makassar sebagai kota yang terbuka terhadap komunitas, kegiatan kreatif, serta event berskala nasional dan internasional. Makassar Ingin Jadi Destinasi Vespa Dunia Munafri berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui VESPAPORA tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan tahun ini. Ia ingin momentum tersebut menjadi awal dari agenda yang lebih besar dan berkelanjutan sehingga Makassar ke depan benar-benar dikenal sebagai salah satu destinasi utama komunitas Vespa.“Dengan semangat VESPAPORA 2026, kita harapkan menjadi pijakan awal untuk mewujudkan visi menjadikan Makassar sebagai rumah besar bagi para pencinta Vespa melalui kegiatan komunitas dan pariwisata berbasis event,” tutup Appi. (*)
Appi Tekankan Kepala Puskesmas Jalankan Tanggungjawab, Bukan Sekadar Hadir di KantorMAKASSAR INFO – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menegaskan pentingnya integritas dalam pengelolaan birokrasi, khususnya bagi kepala puskesmas dan pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Menurut Appi, pengelolaan fasilitas kesehatan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis medis, tetapi juga pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan, pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pencegahan tindak pidana korupsi. Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Bimbingan Teknis Penguatan Tata Kelola BLUD dan Pencegahan Pidana Korupsi di Puskesmas dan RSUD Kota Makassar Tahun 2026 di Hotel Claro Makassar, Kamis (20/8/2026) malam.“Kegiatan ini sangat penting, tujuannya sebagai pembekalan, juga penguatan dalam hal pencehan dan pengambilan keputusan bekerja sesuai aturan hukum,” ujar Munafri. Appi Minta Kepala Puskesmas Pahami Tata Kelola BLUD Appi menilai penguatan kapasitas menjadi semakin penting karena sejumlah peserta bimtek merupakan kepala puskesmas yang baru menjabat. Ia mengatakan kepala puskesmas perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai tata kelola BLUD agar mampu menjalankan tugas secara aman, profesional, dan sesuai ketentuan.“Kita sadar dan tahu betul bahwa banyak di antara peserta adalah kepala puskesmas yang baru,” katanya. “Tentu butuh knowledge yang penting, knowledge yang detail, untuk menjadi tameng dan benteng terhadap dirinya dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi,” tambah Appi. Menurutnya, pengelolaan BLUD memiliki dua prinsip yang harus berjalan beriringan, yakni fleksibilitas dan akuntabilitas. Fleksibilitas dibutuhkan agar fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan secara cepat dan responsif. Namun, keleluasaan tersebut tetap harus dibarengi dengan pertanggungjawaban karena pengelolaan BLUD berkaitan dengan keuangan negara.“BLUD ini punya semangat memberikan fleksibilitas dan menuntut akuntabilitas.”” Kalau dari fleksibilitasnya, ini ke masalah pelayanan, relation, approach dan sebagainya. Lalu kalau kita ke akuntabilitas, ini yang lebih penting, karena dampaknya akan mengganggu sistem yang sudah terbangun dengan sangat baik,” jelasnya. Kepala Puskesmas Tak Cukup Hanya Paham Medis Appi mengingatkan, persoalan hukum di lingkungan fasilitas kesehatan tidak selalu muncul karena adanya niat melakukan pelanggaran. Minimnya pemahaman terhadap administrasi, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan keuangan juga dapat menimbulkan persoalan hukum. Karena itu, kepala puskesmas yang berlatar belakang dokter perlu memahami aspek tata kelola pemerintahan selain menjalankan tugas pelayanan medis.“Bagaimana ceritanya seorang dokter kalau tidak dibekali dengan pengetahuan yang mumpuni mengurusi masalah struktur bangunan dan sebagainya,” katanya. “Serta mengurusi administrasi yang dengan begitu banyak tetek bengek yang terjadi, belum lagi harus berkonsentrasi di tugasnya sebagai seorang dokter” lanjutnya. Bagi Appi, pemahaman tersebut penting agar kepala puskesmas tidak ragu mengambil keputusan sepanjang dilakukan berdasarkan aturan dan kewenangan yang dimiliki.“Kalau kita tahu ilmunya, jalan dengan baik, jalan dengan aman, jalan dengan lancar,” imbuh mantan CEO PSM itu. Appi Soroti Disiplin Kepala Puskesmas Selain tata kelola dan pencegahan korupsi, Munafri juga menekankan pentingnya kepemimpinan serta kedisiplinan kepala puskesmas. Ia meminta kepala puskesmas menjalankan tugas secara penuh dan menjadi contoh bagi seluruh pegawai di fasilitas kesehatan.“Pekerjaan menjadi kepala puskesmas bukan pekerjaan nyambi. Ini pekerjaan yang sangat penting, vital, menyangkut kehidupan orang banyak, menyangkut kesehatan masyarakat,” imbuh Appi. Ia mengaku masih menerima informasi mengenai adanya kepala puskesmas yang dinilai belum menjalankan tanggung jawab secara maksimal.“Saya tidak mau mendengar lagi bahwa ada kepala puskesmas yang hanya datang, setelah itu pergi meninggalkan kantor, baru mau pulang baru datang lagi,” ungkapnya.“Ini namanya tanggung jawab. Haknya diterima, tanggung jawabnya dijalankan dong,” tambah Appi. Appi juga meminta kepala puskesmas memahami keseluruhan proses pengelolaan program, mulai dari perencanaan hingga realisasi anggaran. Menurutnya, ketika serapan anggaran rendah atau kegiatan tidak berjalan sesuai target, pimpinan harus mengetahui penyebabnya dan mengambil langkah penyelesaian.“Bagaimana serapan anggaran ini bisa dimaksimalkan? Bagaimana perencanaan bisa jalan dengan baik? Bagaimana eksekusi bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya. Ia pun meminta para kepala puskesmas terus meningkatkan kapasitas dan tidak berhenti belajar.“Harus mampu mengerti persoalan detail, karena yang Bapak/Ibu kelola adalah dana negara yang butuh pertanggungjawaban,” pungkasnya. Dinkes Makassar Tekankan Fleksibilitas Harus Akuntabel Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin mengatakan penguatan tata kelola BLUD menjadi penting karena puskesmas dan rumah sakit mendapatkan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan Permendagri Nomor 79 Tahun 2018. Fleksibilitas tersebut, kata dia, harus diikuti pemahaman mengenai tata kelola yang baik, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pelaporan.” Fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan BLUD bertujuan untuk meningkatkan pelayanan, efisiensi, dan optimalisasi pendapatan,” katanya.“Namun, fleksibilitas tersebut tetap harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tambah Nursaidah. Bimtek tersebut juga membekali pengelola BLUD dengan pemahaman mengenai regulasi keuangan dan pengadaan barang dan jasa di lingkungan RSUD maupun puskesmas. Selain itu, peserta didorong meningkatkan kemampuan dalam menyusun Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) serta laporan keuangan.“Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan sampai dengan pelaporan harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya. 97 Peserta Ikuti Penguatan Tata Kelola BLUD Nursaidah menambahkan, pencegahan korupsi menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola BLUD. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai Sistem Pengendalian Internal (SPI) untuk mencegah potensi penyimpangan seperti gratifikasi, suap, penyalahgunaan wewenang maupun pelanggaran lainnya.“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga sistem pengendalian internal dan manajemen risiko,” tuturnya.“Ini penting untuk memastikan setiap keputusan dan penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya. Penerapan manajemen risiko juga diperlukan untuk mengidentifikasi potensi persoalan sejak awal sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan. Kegiatan tersebut diikuti 97 peserta, terdiri atas perwakilan Dinas Kesehatan, direktur dan pejabat keuangan BLUD RSUD, serta 47 kepala puskesmas beserta pejabat keuangan BLUD Puskesmas. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Makassar berharap pengelola BLUD semakin memahami tugas dan kewenangannya. Dengan demikian, fleksibilitas pengelolaan keuangan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tanpa mengabaikan prinsip transparansi, akuntabilitas, pengendalian internal, dan kepatuhan terhadap aturan.“Harapannya, seluruh pengelola BLUD semakin memahami tugas dan kewenangannya. Fleksibilitas harus berjalan beriringan dengan akuntabilitas, sehingga pelayanan semakin baik dan pengelolaan keuangan tetap berada dalam koridor aturan,” pungkas Nursaidah.