Sosial Media
0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Milad ke-72 UMI, Masjid Umar bin Khattab Diresmikan sebagai Pusat Pembinaan Intelektual dan Spiritual

    3 min read


    Puncak Milad ke-72 UMI, Resmikan Masjid Umar bin Khattab 
    MAKASSAR -- Universitas Muslim Indonesia (UMI) memanfaatkan momentum Milad ke-72 untuk memperkuat identitasnya sebagai kampus yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meresmikan Masjid Umar bin Khattab yang telah diperbarui sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan karakter sivitas akademika.

    Milad UMI Jadi Momentum Penguatan Identitas Kampus

    Perjalanan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari usia dan jumlah lulusannya, tetapi juga dari kemampuannya membangun lingkungan akademik yang mampu membentuk karakter generasi masa depan.

    Semangat itulah yang mewarnai peringatan Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang mencapai puncaknya pada Selasa, 23 Juni 2026.

    Pada momentum tersebut, UMI meresmikan Masjid Umar bin Khattab yang telah selesai direnovasi dan ditata ulang sebagai salah satu fasilitas strategis kampus.

    Peresmian masjid menjadi agenda penting dalam rangkaian milad karena mencerminkan komitmen UMI dalam memperkuat keseimbangan antara pengembangan akademik dan pembinaan spiritual.

    Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah

    Bagi UMI, keberadaan masjid tidak hanya dimaknai sebagai sarana pelaksanaan ibadah sehari-hari.

    Masjid juga diposisikan sebagai ruang pembelajaran, pembentukan karakter, dan pengembangan nilai-nilai keislaman bagi sivitas akademika.

    Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Mansyur Ramli, mengatakan peresmian Masjid Umar bin Khattab merupakan bagian dari upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul sekaligus berakhlak mulia.

    "Agenda ini sejalan dengan Milad UMI sekaligus mempersembahkan salah satu sarana ibadah melalui soft launching Masjid Umar bin Khattab," ujarnya.

    Menurut Prof. Mansyur, masjid memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar tempat salat.

    "Ini sekaligus menjadi tempat menuntut ilmu dan juga sebagai tempat untuk menyempatkan diri beribadah," katanya.

    Arsitektur Terinspirasi Nuansa Masjid di Madinah

    Pembaruan Masjid Umar bin Khattab tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan filosofi yang sarat makna.

    Dominasi warna cokelat pada bangunan dipilih sebagai simbol agar manusia senantiasa mengingat asal-usulnya serta tetap membumi dalam menjalani kehidupan.

    Konsep arsitektur yang diterapkan juga terinspirasi dari suasana masjid-masjid di Madinah yang dikenal menghadirkan kenyamanan, keteduhan, dan kekhusyukan bagi jamaah.

    Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang ibadah yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memberikan ketenangan bagi siapa saja yang beraktivitas di dalamnya.

    Dukungan bagi Pendidikan Berbasis Nilai

    Peresmian masjid menjadi bagian dari transformasi fasilitas kampus yang terus dilakukan UMI dalam beberapa tahun terakhir.

    Pengembangan sarana pendidikan dan keagamaan dipandang sebagai langkah penting untuk mendukung proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan moral dan integritas mahasiswa.

    Sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terbesar di Indonesia Timur, UMI terus berupaya memperkuat identitasnya sebagai kampus yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman dalam satu ekosistem pendidikan.

    Mendapat Apresiasi dari Kementerian Hukum

    Peresmian Masjid Umar bin Khattab juga mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum RI, Dr. Widodo, yang hadir dalam kegiatan tersebut.

    Menurutnya, fasilitas ibadah yang dimiliki UMI tergolong representatif dan modern dibandingkan banyak perguruan tinggi lainnya.

    "UMI sekarang dibekali fasilitas lembaga ibadah yang luar biasa. Tidak semua lembaga pendidikan tinggi memiliki tempat ibadah yang begitu nyaman, teduh, dan modern seperti ini," ungkapnya.

    Ia menilai keberadaan fasilitas seperti itu menjadi modal penting dalam mendukung pembinaan karakter mahasiswa di lingkungan kampus.

    Menjadi Pusat Peradaban Kampus

    Meski bangunan fisik telah selesai diperbarui, tantangan berikutnya adalah menghidupkan fungsi masjid melalui berbagai aktivitas yang produktif dan berkelanjutan.

    Widodo berharap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mampu menghadirkan berbagai program yang memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat dan pengembangan intelektual.

    Kajian keislaman, pembinaan karakter, penguatan literasi keagamaan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan diharapkan dapat menjadi bagian dari aktivitas rutin masjid.

    Dengan demikian, Masjid Umar bin Khattab tidak hanya menjadi ikon baru di lingkungan kampus, tetapi juga menjadi pusat peradaban yang mendukung lahirnya generasi intelektual Muslim yang unggul, berintegritas, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.

    Peresmian Masjid Umar bin Khattab pada Milad ke-72 menjadi simbol perjalanan UMI dalam membangun pendidikan yang utuh. 

    Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, kampus tidak hanya dituntut mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, spiritualitas, dan kepedulian sosial yang kuat. 

    Melalui fasilitas ibadah yang lebih representatif, UMI berupaya memastikan bahwa proses pendidikan dan pembentukan akhlak dapat berjalan beriringan sebagai fondasi lahirnya generasi masa depan yang berkualitas. (*)

    Additional JS