Sosial Media
0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Trotoar Benteng Rotterdam Kini Bersih dari Lapak PKL, Satpol PP Siaga Cegah Pedagang Kembali Berjualan

    2 min read

    Usai Lapak PKL di Trotoar Sekitar Benteng Rotterdam Dibongkar, Satpol PP Lakukan Penjagaan
    MAKASSAR -- Dua hari setelah penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Benteng Rotterdam, suasana trotoar berubah drastis. Lapak-lapak yang sebelumnya memenuhi jalur pejalan kaki telah hilang, sementara Satpol PP tetap berjaga untuk memastikan kawasan tersebut tetap steril sesuai fungsi ruang publik.

    Wajah trotoar di sekitar Benteng Rotterdam, Makassar, kini terlihat berbeda. Jalur yang sebelumnya dipenuhi lapak pedagang kaki lima kembali terbuka dan dapat dilalui pejalan kaki tanpa hambatan.

    Perubahan itu terjadi setelah Pemerintah Kota Makassar menertibkan puluhan lapak PKL pada Kamis (25/6/2026). Meski aktivitas perdagangan telah berhenti, pengawasan di lokasi masih terus dilakukan untuk mencegah munculnya kembali lapak-lapak di atas trotoar.

    Satpol PP Dirikan Posko Pengawasan

    Pantauan pada Sabtu (27/6/2026) menunjukkan sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masih berjaga di sekitar kawasan Benteng Rotterdam.

    Petugas mendirikan posko dengan tenda sebagai pusat pengawasan pascapenertiban.

    Beberapa boks bekas tempat berjualan masih terlihat berada di lokasi. Namun, seluruhnya sudah tidak lagi digunakan untuk aktivitas perdagangan.

    Keberadaan petugas di lapangan bertujuan menjaga agar fungsi trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki tetap terpelihara.

    Lebih dari 20 Lapak Dibongkar

    Sebelumnya, Satpol PP Kota Makassar membongkar lebih dari 20 lapak PKL yang berdiri di atas trotoar kawasan Benteng Rotterdam.

    Mayoritas pedagang diketahui menjual es kelapa muda dan berbagai minuman di sepanjang jalur pejalan kaki yang menjadi salah satu kawasan wisata sejarah di Kota Makassar.

    Dalam operasi penertiban tersebut, Satpol PP mengerahkan sekitar 200 personel.

    Kepala Satpol PP Kota Makassar, Hasanuddin, mengatakan tindakan tersebut dilakukan setelah pemerintah memberikan teguran tertulis kepada para pedagang.

    "Penertiban ini merupakan langkah penegakan aturan setelah sebelumnya para pedagang telah diberikan teguran tertulis," ujarnya.

    Pemerintah Kembalikan Fungsi Trotoar

    Menurut Hasanuddin, penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar sesuai peruntukannya sebagai ruang bagi pejalan kaki.

    "Kami bertindak untuk mengembalikan fungsi trotoar agar dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh masyarakat," katanya.

    Pemerintah juga menyiapkan langkah relokasi bagi sebagian pedagang agar tetap dapat melanjutkan aktivitas usahanya.

    Sebagian Pedagang Direlokasi

    Satpol PP menyebut sebagian PKL telah dipindahkan ke Pasar Baru sebagai lokasi berjualan yang disiapkan pemerintah.

    Sementara pedagang lainnya difasilitasi untuk kembali ke daerah asal melalui koordinasi bersama satuan tugas di tingkat kecamatan.

    Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya penataan kawasan tanpa mengabaikan aspek sosial yang dihadapi para pedagang.

    Penataan Ruang Publik Masih Menjadi Tantangan

    Penertiban di kawasan Benteng Rotterdam kembali memperlihatkan tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan penataan ruang publik dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

    Di satu sisi, trotoar harus berfungsi sebagaimana mestinya agar aman dan nyaman digunakan pejalan kaki. Di sisi lain, relokasi yang disiapkan pemerintah akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah para pedagang dapat kembali menjalankan usahanya secara berkelanjutan di lokasi yang baru.

    Keberhasilan penataan kawasan ini tidak hanya diukur dari bersihnya trotoar, tetapi juga dari efektivitas solusi yang diberikan bagi para pelaku usaha kecil setelah proses penertiban selesai. (*)

    Additional JS