SMP Swasta Gratis Makassar untuk Siswa SPMB
![]() |
| Pemerintah Kota Makassar mulai menelusuri dugaan praktik pungutan liar dalam proses pengisian jabatan kepala sekolah |
MAKASSAR -- Pemerintah Kota Makassar menggandeng 55 SMP swasta dalam program sekolah gratis untuk menampung siswa yang tidak lolos SPMB 2026 di sekolah negeri. Seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah sebagai upaya menjamin setiap anak tetap memperoleh hak belajar.
Pemkot Makassar Pastikan Tak Ada Anak Kehilangan Hak Bersekolah
Tidak lolos seleksi sekolah negeri kini bukan lagi akhir dari kesempatan melanjutkan pendidikan di Kota Makassar.
Pemerintah Kota Makassar memastikan seluruh siswa yang belum memperoleh kursi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tetap dapat melanjutkan pendidikan melalui program SMP Swasta Gratis yang diinisiasi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Program tersebut menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri dengan menggandeng puluhan sekolah swasta sebagai mitra pemerintah.
Hingga akhir Juni 2026, sebanyak 55 SMP swasta telah resmi bergabung dan siap menerima peserta didik baru. Seluruh biaya pendidikan siswa akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Makassar.
Program Sekolah Gratis untuk Menjamin Hak Pendidikan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah agar tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan hanya karena tidak diterima di sekolah negeri.
"Tahun 2026 ini, Pemkot Makassar menggandeng puluhan sekolah swasta sebagai mitra untuk menampung peserta didik yang tidak memperoleh kursi di sekolah negeri," ujar Munafri.
Menurutnya, seluruh biaya pendidikan siswa yang mengikuti program tersebut akan dibiayai oleh Pemerintah Kota Makassar sehingga orang tua tidak lagi terbebani biaya sekolah.
Munafri menilai kebijakan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga Makassar.
Sekolah Swasta Menjadi Mitra Strategis Pendidikan
Munafri juga menekankan bahwa sekolah swasta memiliki peran penting dalam pembangunan pendidikan di Kota Makassar.
Karena itu, pemerintah ingin menghapus anggapan bahwa sekolah negeri merupakan satu-satunya pilihan utama bagi masyarakat.
"Kami ingin sekolah-sekolah swasta juga bertumbuh. Anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri akan kami distribusikan ke sekolah swasta," katanya.
Ia menambahkan seluruh peserta didik berhak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa memandang status sekolah tempat mereka belajar.
"Semua anak harus mendapatkan layanan pendidikan yang sama, di mana pun mereka bersekolah," tegasnya.
Disdik: Solusi Atasi Keterbatasan Daya Tampung
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan program sekolah swasta gratis merupakan solusi atas keterbatasan kapasitas SMP negeri setiap tahun ajaran baru.
Awalnya pemerintah menargetkan menggandeng 69 sekolah swasta. Namun hingga saat ini sebanyak 55 sekolah telah resmi bekerja sama dan siap menerima peserta didik.
"Tahun 2026 ini sekolah swasta ikut mengakomodasi anak-anak kita dan itu tidak berbayar. Seluruh biayanya ditanggung Pemerintah Kota Makassar," ujarnya.
Menurut Achi, keterlibatan sekolah swasta juga memperkuat pemerataan layanan pendidikan, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan sekolah negeri atau blind spot pendidikan.
Melalui pilihan sekolah keempat maupun kelima pada sistem SPMB, siswa tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah swasta mitra tanpa dipungut biaya.
Ia berharap program tersebut mampu menekan angka putus sekolah sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sekolah swasta dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Makassar.
"Orang tua tidak perlu khawatir apabila anaknya belum diterima di sekolah negeri. Pemkot Makassar memastikan seluruh siswa tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa dibebani biaya sekolah," tuturnya.
Daftar 55 SMP Swasta Gratis Mitra Pemkot Makassar
Sebanyak 55 sekolah yang telah bergabung dalam program SMP Swasta Gratis Tahun Ajaran 2026 meliputi:
SMP Buq Atun Mubarakah (Biringkanaya)
SMP Muhammadiyah 9 (Biringkanaya)
SMP Sawerigading (Bontoala)
SMP Ma'rif Makassar (Bontoala)
SMP Anak Indonesia (Bontoala)
SMP IRNAS (Bontoala)
SMP Tridharma Makassar
SMP Ittihad (Makassar)
SMP Muhammadiyah 13 (Makassar)
SMP Muhammadiyah 14 (Makassar)
SMP YP PGRI I Kijang (Makassar)
SMP Kristen Kondo Sapata (Makassar)
SMP Islam Al-Izhar Cendekia (Makassar)
SMP YP PGRI 4 Makassar (Mamajang)
SMP YP PGRI Disamakan (Mamajang)
SMP LPP UMI (Mamajang)
SMP YP PGRI 3 (Mamajang)
SMP Makassar Raya (Mamajang)
SMP Kartika (Manggala)
SMP Nurul Muttahid (Manggala)
SMP Amanah Nusantara (Manggala)
SMP Reformasi (Manggala)
SMP Citra Mulia (Manggala)
SMP Sanur (Manggala)
SMP Harapan Bhakti (Manggala)
SMP Bajiminasa (Mariso)
SMP Muhammadiyah 5 (Mariso)
SMP Tutwuri (Panakkukang)
SMP Dharma (Panakkukang)
SMP Maha Putra Tello (Panakkukang)
SMP Saribuana Makassar (Rappocini)
SMP Tujuhlima (Tallo)
SMP Datuk Ribandang (Tallo)
SMP Islam Cokroaminoto (Tallo)
SMP Syekh Muhsamman (Tallo)
SMP Muhammadiyah 10 (Tallo)
SMPS Prasetya (Tamalanrea)
SMPIT Darurrahman (Tamalanrea)
SMP Laniang (Tamalanrea)
SMP Tamalatea Disamakan (Tamalate)
SMP Yavend Bongaya (Tamalate)
SMP Bahri Wahid (Tamalate)
SMP Ki Hajar Dewantara (Ujung Pandang)
SMPIT Insan Cendekia (Biringkanaya)
SMP Kristen Kalam Kudus (Bontoala)
SMP Islam Mesjid Raya (Bontoala)
SMP Muhammadiyah 12 (Rappocini)
SMP Cokroaminoto (Tallo)
SMP IT Multazam 45 (Tamalanrea)
SMPIT Khalifah Islamic School (Tamalate)
SMP Pundarika (Ujung Pandang)
SMP Protestan (Ujung Pandang)
SMP Muhammadiyah 2 (Ujung Tanah)
SMP DDI Al-Irsyad (Ujung Tanah)
SMP Trisakti (Wajo)
Pemerataan Pendidikan Jadi Prioritas
Program SMP Swasta Gratis menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam memastikan seluruh lulusan sekolah dasar tetap memperoleh akses pendidikan menengah pertama tanpa terkendala keterbatasan kuota sekolah negeri maupun biaya pendidikan.
Melalui kolaborasi dengan puluhan sekolah swasta, pemerintah berharap tidak ada lagi anak yang terpaksa berhenti sekolah akibat tidak diterima di sekolah negeri. Di saat yang sama, program ini juga diharapkan memperkuat peran sekolah swasta sebagai bagian penting dari sistem pendidikan Kota Makassar, sehingga pemerataan akses dan kualitas pendidikan dapat terus meningkat. (*)
