Jalan Romang Tangayya Makassar Mulai Dibeton Setelah Puluhan Tahun Sulit Diakses
![]() |
| Akses menuju Romang Tangayya, Tamangapa, Manggala, kini mulai berubah. |
Perubahan ini terasa penting bagi warga di kawasan perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Saat hujan datang, jalan yang sebelumnya mudah berlumpur menjadi salah satu hambatan utama untuk keluar-masuk kawasan tersebut.
Pemerintah Kota Makassar membangun Jalan Romang Tangayya–Tamangapa sepanjang sekitar 1 kilometer dengan lebar 4 meter.
Mengapa jalan di Romang Tangayya menjadi perhatian?
Sebelum pembangunan dimulai, akses menuju kawasan Romang Tangayya masih berupa jalan tanah. Kondisinya semakin sulit ketika hujan karena permukaan jalan mudah berlumpur dan terdapat genangan.
Situasi tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga. Aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit, terutama ketika kondisi jalan tidak memungkinkan kendaraan melintas dengan nyaman.
Kawasan ini juga berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa. Karena itu, kondisi akses jalan memiliki peran penting bagi konektivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Pemkot Makassar bangun jalan beton sepanjang 1 kilometer
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung proses pembangunan jalan tersebut. Ia mengatakan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan terus dilakukan, termasuk di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
"Saya meninjau langsung pembangunan jalan di Romang Tangayya ini. Saya juga bertemu warga, kita harapkan akses jalan segera selesai bulan depan," ujar Munafri di Makassar, Kamis.
Kepala Dinas PU Kota Makassar Zuhaelsi Zubir mengatakan pembangunan ditujukan untuk membuka akses langsung bagi masyarakat Romang Tangayya.
"Pembangunan ini untuk membuka akses langsung masyarakat Romang Tangayya. Jadi warga tidak perlu lagi kesulitan aktivitas," kata Zuhaelsi.
Jalan tersebut direkonstruksi menggunakan beton. Pemerintah berharap konstruksi ini membuat akses lebih layak untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Warga diharapkan lebih mudah beraktivitas saat musim hujan
Bagi warga, persoalan utama dari jalan tanah bukan hanya kenyamanan. Ketika hujan turun, kondisi jalan dapat berubah dan membuat perjalanan menjadi lebih sulit.
Pembangunan beton diharapkan mengurangi hambatan tersebut. Mobilitas warga pun diharapkan menjadi lebih lancar sepanjang tahun.
Manfaatnya tidak berhenti pada akses keluar-masuk kawasan. Jalan yang lebih baik juga dapat menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang bergantung pada kelancaran transportasi.
Namun, manfaat tersebut akan sangat bergantung pada kualitas pembangunan dan pemeliharaan jalan setelah proyek selesai.
Pembangunan menyasar kawasan perbatasan Makassar-Gowa
Pemkot Makassar menilai pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berpusat di kawasan perkotaan yang ramai. Wilayah di bagian ujung kota, termasuk kawasan perbatasan, juga membutuhkan akses yang memadai.
Jalan Romang Tangayya–Tamangapa menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat konektivitas tersebut.
Selama bertahun-tahun, kondisi jalan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat. Kini, pemerintah mulai mengubah kondisi itu melalui pembangunan jalan beton.
Zuhaelsi mengatakan rekonstruksi dilakukan agar akses masyarakat menjadi lebih mudah dan mobilitas warga semakin lancar.
Pembangunan ini pada akhirnya bukan sekadar mengubah permukaan jalan dari tanah menjadi beton. Bagi warga Romang Tangayya, perubahan tersebut menyangkut seberapa mudah mereka menjalankan aktivitas ketika hujan maupun saat kondisi normal.
Jika pekerjaan selesai sesuai target, tantangan berikutnya adalah memastikan jalan tersebut tetap terawat dan benar-benar berfungsi sebagai akses yang dapat diandalkan masyarakat dalam jangka panjang.
