Sosial Media
0
News
    Home Pemkot Makassar

    TP PKK Makassar Bekali Calon Pengantin Kelola Keuangan, Cegah Pinjol dan Judol

    3 min read

     

    TP PKK Makassar Bekali Calon Pengantin Kelola Keuangan, Cegah Pinjol dan Judol
    MAKASSAR – Tim Penggerak PKK Kota Makassar membekali calon pengantin dengan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan keluarga sebagai langkah dini mencegah mereka terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal maupun judi online (judol).

    Edukasi tersebut diberikan melalui kegiatan KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis) dengan tema “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Calon Pengantin dan Pencegahan Risiko Judi Online serta Pinjaman Online” di Makassar, Rabu.

    Ketua Bidang I TP PKK Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengatakan calon pengantin perlu mempersiapkan berbagai aspek kehidupan sebelum memasuki rumah tangga, termasuk kemampuan mengelola keuangan.

    “Kegiatan ini mengangkat pesan untuk calon pengantin fokus bangun masa depan, bukan terjerat utang,” ujar Kamelia.

    Calon Pengantin Perlu Terbuka Soal Keuangan

    KISAH merupakan salah satu program kerja Pokja I TP PKK Kota Makassar. Kegiatan tersebut diikuti sekretaris dan jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, kader PKK kelurahan, serta pasangan calon pengantin.

    Menurut Kamelia, ketahanan keluarga perlu dibangun sejak sebelum pernikahan. Persiapan tersebut tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga aspek ekonomi, mental spiritual, hukum, hingga pengelolaan keuangan.

    Ia menilai persoalan keuangan perlu dibicarakan secara terbuka oleh pasangan sebelum menikah.

    Pembahasan mengenai pendapatan, pengelolaan penghasilan, kebutuhan rumah tangga, hingga pembagian tanggung jawab dalam mengatur keuangan penting disepakati sejak awal.

    “Jangan sampai sudah menikah baru mau berbicara uangnya siapa yang pegang. Hal-hal seperti ini sangat penting dibicarakan sejak awal,” tuturnya.

    Kamelia mengatakan kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.

    OJK Edukasi Risiko Pinjaman Online Ilegal

    Kegiatan tersebut menghadirkan Asisten Manager Analisis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan, Nadhilah Avissa Nashar, sebagai pemateri.

    Ia membawakan materi bertajuk “Keluarga Bahagia, Financial Tertata: Kenali Pengelolaan Keuangan dan Waspadai Aktivitas Keuangan Ilegal.”

    Dalam pemaparannya, Nadhilah menjelaskan sejumlah prinsip dasar pengelolaan keuangan keluarga. Di antaranya membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, serta menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan.

    Calon pengantin juga diingatkan agar berhati-hati terhadap berbagai tawaran aktivitas keuangan yang berpotensi merugikan.

    Menurutnya, keputusan finansial yang tidak tepat, termasuk tergiur keuntungan cepat, dapat membawa persoalan baru bagi kondisi ekonomi keluarga.

    Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak sebelum menikah dinilai penting agar pasangan mampu mengatur pendapatan dan pengeluaran secara lebih terencana.

    Penguatan Nilai Agama dalam Rumah Tangga

    Selain edukasi keuangan, kegiatan KISAH juga memberikan pembekalan mengenai kehidupan berkeluarga dari sisi agama.

    Penyuluh Agama Syamsiah menyampaikan materi tentang penguatan ketahanan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

    Ia mengingatkan calon pengantin agar membangun rumah tangga dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, serta menjalankan tanggung jawab secara bersama-sama.

    Nilai-nilai agama juga dinilai penting dijadikan landasan dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan rumah tangga.

    Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Makassar mendorong calon pengantin agar tidak hanya mempersiapkan pernikahan dari sisi seremoni, tetapi juga memiliki kesiapan mental, spiritual dan finansial untuk membangun keluarga yang harmonis serta terhindar dari berbagai risiko sosial dan ekonomi. (*)

    Additional JS