Sosial Media
0
News
    Home Pemkot Makassar

    8.000 CCTV Disiapkan untuk Pantau Makassar, Layanan 112 Aktif 24 Jam

    "Pemkot Makassar memperkuat keamanan dengan mengintegrasikan 8.000 CCTV dan mengaktifkan layanan 112 selama 24 jam untuk respons darurat."

    4 min read

    8.000 CCTV Disiapkan untuk Pantau Makassar, Layanan 112 Aktif 24 Jam

    MAKASSAR INFO -- Pemerintah Kota Makassar memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengandalkan teknologi, layanan respons cepat, serta kolaborasi bersama TNI, Polri, pemerintah wilayah, dan masyarakat.

    Salah satu langkah yang disiapkan yakni mengintegrasikan sekitar 8.000 titik CCTV yang tersebar di berbagai wilayah dan lorong Kota Makassar. Kamera pengawas tersebut diarahkan terhubung dengan pusat pemantauan atau war room melalui jaringan fiber optik.

    Penguatan sistem keamanan itu disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Kota Makassar terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Swiss-Belhotel, Jalan Ujung Pandang, Senin (31/8/2026).

    Munafri mengatakan keamanan dan ketertiban kota tidak dapat dijaga pemerintah sendiri. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan Makassar yang aman dan kondusif.

    “Pemerintah Kota terus kolaborasi keterlibatan TNI, Polri dan ormas untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban yang ada di Kota Makassar,” kata Munafri.

    8.000 CCTV Diarahkan Terhubung ke Pusat Pemantauan

    Pemkot Makassar menjadikan CCTV sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat pengawasan keamanan di berbagai wilayah.

    Sekitar 8.000 titik CCTV yang dimiliki pemerintah kota diarahkan terhubung melalui jaringan fiber optik dengan sistem pemantauan terpusat.

    Namun, proses integrasi tersebut masih dalam tahap pembenahan dan pemeliharaan. Pemkot menargetkan seluruh kamera dapat segera diaktifkan dan terhubung dengan sistem pemantauan.

    “Secepatnya ini akan bisa selesai dan mengaktivasi seluruh CCTV yang dimiliki oleh pemerintah kota sebagai dasar dari bagaimana kita bisa memantau melalui pola-pola pembangunan digital,” terangnya.

    Penggunaan CCTV di Makassar juga terus bertambah. Pada 2024, Pemkot Makassar memasang 230 unit CCTV di 202 titik. Jumlah tersebut meningkat pada 2025 menjadi 240 unit yang ditempatkan di 212 titik.

    Layanan 112 Aktif 24 Jam

    Selain sistem pengawasan melalui CCTV, Pemkot Makassar mengandalkan Call Center 112 sebagai layanan respons cepat bagi masyarakat.

    Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam dan dapat digunakan untuk melaporkan berbagai kondisi darurat, termasuk kriminalitas, masalah medis, kebencanaan, serta kejadian lainnya.

    Munafri mengatakan sistem 112 terus dikembangkan agar laporan masyarakat dapat diterima dan diteruskan dengan cepat kepada perangkat daerah atau instansi yang memiliki kewenangan menangani kejadian tersebut.

    “Respon cepat 112, layanan panggilan darurat 24 jam terpadu untuk segala insiden kriminalitas, medis dan bencana ini kita aktifkan,” katanya.

    Keamanan Lingkungan Dimulai dari Tingkat Lorong

    Pemkot Makassar juga mendorong keterlibatan masyarakat di tingkat lingkungan dan lorong dalam menjaga keamanan.

    Menurut Munafri, hubungan sosial yang kuat di lorong dapat menjadi modal penting untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

    “Kita tidak akan mungkin bisa menyelenggarakan semua ini sendirian tanpa support dan kolaborasi di wilayah,” jelasnya.

    Karena itu, masyarakat didorong tidak hanya menjadi penerima layanan pemerintah, tetapi ikut berperan dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

    Keamanan Jadi Penopang Aktivitas Ekonomi

    Munafri menilai kondisi keamanan yang stabil memiliki kaitan erat dengan aktivitas ekonomi di Makassar.

    Menurutnya, keamanan dan kepastian hukum menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor maupun wisatawan ketika memilih sebuah daerah.

    Pemkot Makassar pun berupaya menjaga kota tetap aman, nyaman, dan terbuka bagi kegiatan ekonomi.

    Selain faktor ekonomi, stabilitas keamanan juga dinilai penting untuk menjaga keberagaman masyarakat Makassar yang terdiri atas berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama.

    Munafri mengapresiasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga toleransi.

    “Yang kita jaga bukan hanya konflik-konflik sosial, tapi juga konflik-konflik agama. Ini penting sekali,” imbuh Munafri.

    Ia menyebut posisi Makassar dalam indeks toleransi meningkat dari peringkat ke-54 menjadi peringkat kesembilan.

    Gangguan Kamtibmas di Makassar Menurun

    Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana mengatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Makassar menunjukkan perkembangan positif hingga Agustus 2026.

    Sejumlah gangguan yang sebelumnya kerap terjadi, seperti geng motor, balap liar, dan perkelahian kelompok, tercatat mengalami penurunan.

    “Sejumlah gangguan keamanan yang selama ini kerap terjadi, seperti geng motor, balap liar, hingga perkelahian kelompok, tercatat mengalami penurunan,” tuturnya.

    Dalam satu pekan terakhir, polisi mencatat satu kasus geng motor. Jumlah tersebut disebut menurun dibandingkan kondisi sebelumnya ketika aksi geng motor dapat terjadi hampir setiap hari.

    Pada periode yang sama, polisi mencatat empat aksi balap liar dan empat kasus perkelahian kelompok.

    Polisi juga menangani sejumlah tindak pidana lainnya, termasuk narkotika dan penganiayaan. Dari penanganan tersebut, sekitar 55 orang diamankan.

    Polisi: Keamanan Bukan Hanya Tugas Aparat

    Arya menegaskan keamanan Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian.

    Menurutnya, keterlibatan TNI, Pemkot Makassar, pemerintah kecamatan dan kelurahan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, hingga mahasiswa sangat diperlukan.

    “Keamanan ini bukan hanya tugas kepolisian. Polisi jumlahnya sedikit. Tidak mungkin kita bisa menjaga keamanan dengan cepat kalau tidak dibantu kepedulian dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

    Sinergi seluruh elemen dinilai penting untuk menghadapi berbagai dinamika sosial yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    69 Rencana Aksi Unjuk Rasa, Hanya 25 yang Terealisasi

    Arya juga mengungkapkan perkembangan pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum di Makassar.

    Dari 69 rencana aksi unjuk rasa yang tercatat, hanya 25 aksi yang terealisasi. Sebagian besar membawa isu lokal dan berlangsung aman serta tertib.

    Pada 27 Agustus 2026, ketika aksi unjuk rasa berlangsung di berbagai daerah di Indonesia, rangkaian aksi di Makassar disebut dapat diselesaikan sekitar pukul 18.00 WITA dalam kondisi aman dan kondusif.

    “Bahkan kemarin tanggal 27 Agustus, yang memang menjadi puncaknya unjuk rasa seluruh Indonesia, kita bisa selesai pukul 18.00 WITA,” tuturnya.

    Menurut Arya, kondisi tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.

    Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga Makassar dapat mempertahankan kondisi keamanan yang aman, tertib, dan kondusif.

    “Kolaborasi ini untuk jaga keamanan, tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat untuk mempertahankan Makassar sebagai kota yang aman, tertib dan kondusif,” pungkasnya.

    Additional JS