Antrean BBM Makassar Mulai Subuh, Warga Terjepit antara Antre atau Beli Eceran Rp25 Ribu
"Warga Makassar rela antre sejak subuh demi mendapatkan BBM. Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU, sementara harga BBM eceran tembus Rp25 ribu per "
![]() |
| Antrean BBM Makassar Meluas |
MAKASSAR INFO -- Warga Makassar kini harus mengubah kebiasaan hanya untuk mendapatkan BBM. Sebagian memilih datang ke SPBU sejak subuh karena antrean kendaraan sudah terbentuk ketika aktivitas kota belum sepenuhnya dimulai.
Pantauan Ahad pagi menunjukkan sepeda motor, mobil, bus hingga truk mengular di sejumlah SPBU sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.
Di SPBU Sudiang, antrean bahkan sudah terlihat ketika langit masih gelap. Saat imam Masjid Nurul Amin mengakhiri salat subuh, kendaraan telah memenuhi area SPBU untuk mendapatkan BBM.
Kondisi serupa terlihat di SPBU depan Mapolda Sulsel, SPBU Daya, SPBU di sebelah Kodam XIV/Hasanuddin, serta SPBU di Jalan Urip Sumoharjo dan Gunung Bawakaraeng.
Bagi warga yang membutuhkan BBM untuk bekerja dan beraktivitas, datang lebih pagi menjadi pilihan yang sulit dihindari.
"Mau beli bensin di mana lagi kalau tidak antri di SPBU," kata seorang warga.
Antrean Meluas hingga Mengganggu Aktivitas
Waktu yang dihabiskan warga untuk mendapatkan BBM bukan satu-satunya dampak. Barisan kendaraan di sekitar SPBU juga memengaruhi kelancaran lalu lintas.
Persoalan tersebut bahkan telah berimbas pada kegiatan pendidikan. Pemerintah Kota Makassar sebelumnya memberlakukan pembelajaran daring sebagai salah satu upaya mengurangi mobilitas warga ketika antrean BBM masih terjadi.
Di tengah situasi itu, gesekan antarpengantre juga sempat terjadi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa antrean panjang bukan lagi sekadar persoalan waktu tunggu di SPBU, tetapi mulai bersentuhan dengan aktivitas masyarakat lainnya.
Warga berharap kondisi tersebut segera berakhir sehingga kebutuhan BBM tidak lagi mengharuskan mereka datang ke SPBU sejak dini hari.
BPH Migas Turun ke Makassar
Pemerintah pusat melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turut turun ke Makassar untuk memperoleh informasi mengenai kondisi antrean sekaligus mencari solusi atas persoalan BBM di Sulawesi Selatan.
Kehadiran BPH Migas berlangsung ketika pemerintah dan pihak terkait sebelumnya menyampaikan bahwa stok BBM masih dalam kondisi aman.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun berulang. Pengendara diminta tidak buru-buru mengisi BBM apabila indikator bahan bakar kendaraan masih menunjukkan sekitar tiga hingga empat batang.
Namun, panjangnya antrean membuat sebagian warga tetap mencari pilihan lain agar aktivitas mereka tidak terhenti.
BBM Eceran Jadi Pilihan, Harga Naik
Ketika mendapatkan BBM di SPBU membutuhkan waktu berjam-jam, sebagian warga memilih membeli dari pengecer.
Pilihan tersebut memang lebih cepat, tetapi harganya jauh lebih tinggi. BBM eceran dilaporkan dijual hingga Rp25 ribu per liter.
Kondisi itu menempatkan warga pada pilihan yang sama-sama tidak ideal. Mengantre di SPBU berarti kehilangan waktu, sedangkan membeli secara eceran berarti harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Situasi tersebut sekaligus memperlihatkan mengapa persoalan antrean BBM menjadi perhatian masyarakat. Bagi warga, ukuran kondisi normal bukan hanya soal pernyataan bahwa stok tersedia, tetapi apakah BBM dapat diperoleh tanpa harus datang sebelum matahari terbit atau membayar jauh lebih mahal di luar SPBU.
Kini, kehadiran BPH Migas dan langkah pemerintah daerah menjadi penting untuk melihat di mana persoalan sebenarnya terjadi dan seberapa cepat antrean dapat kembali normal.
