Sosial Media
0
News
    Home HL Pemkot Makassar

    Antrean Solar Ganggu Lalu Lintas, Makassar Bahas Jam Khusus untuk Truk dan Bus

    "Pemkot Makassar dan Pertamina membahas klaster serta pengaturan waktu pengisian solar bagi truk dan bus untuk mengurangi antrean di SPBU."

    2 min read

    Antrean Solar Ganggu Lalu Lintas

    MAKASSAR INFO -- Antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar masih menjadi persoalan di sejumlah SPBU di Makassar. Pemerintah Kota Makassar bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kini membahas pengaturan khusus bagi kendaraan besar agar antrean tidak kembali mengganggu arus lalu lintas.

    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan kondisi antrean BBM secara umum sudah lebih baik. Namun, beberapa SPBU masih membutuhkan penataan lebih detail, terutama lokasi yang melayani truk dan bus.

    "Kondisi saat ini Alhamdulillah baik. Tapi masih ada beberapa hal yang harus kita atur lebih detail menyangkut masalah antrean pengisian bahan bakar solar," kata Munafri saat berkoordinasi dengan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Sulawesi Deny Sukendar di Makassar, Rabu (23/9).

    Truk dan Bus Jadi Perhatian Khusus

    Salah satu opsi yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah membentuk klaster pengisian solar sekaligus mengatur waktu layanan bagi kendaraan besar.

    Skema itu ditujukan untuk mengurangi penumpukan truk dan bus pada jam sibuk. Pengaturan juga akan mempertimbangkan kondisi SPBU, terutama yang berada di kawasan perkotaan atau memiliki akses jalan yang terbatas.

    Munafri berharap kendaraan berat dapat diarahkan ke lokasi atau waktu pengisian tertentu sehingga antreannya tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

    "Kita berharap ada klaster yang dibangun untuk proses pengisian yang semaksimal mungkin tidak mengganggu pengguna jalan yang lain," ujarnya.

    Menurut Munafri, pengaturan waktu khusus bagi truk dan bus menjadi salah satu bagian yang perlu diperhitungkan dalam penataan tersebut. Dengan begitu, kendaraan besar tidak terkonsentrasi pada waktu dan titik yang sama dengan pengguna jalan lainnya.

    Pengaturan Akan Disesuaikan dengan Kondisi SPBU

    Pemkot Makassar dan Pertamina selanjutnya akan menindaklanjuti pembahasan melalui pengaturan teknis di sejumlah SPBU yang dinilai membutuhkan perlakuan khusus.

    Munafri menekankan bahwa evaluasi tetap harus mengacu pada kondisi faktual di lapangan. Pengaturan distribusi BBM bersubsidi, kata dia, jangan sampai justru menghambat aktivitas masyarakat.

    Pertemuan dengan Pertamina tersebut merupakan bagian dari koordinasi Pemkot Makassar untuk menjaga agar penyaluran BBM bersubsidi tetap berjalan sekaligus mengurangi dampaknya terhadap lalu lintas.

    "Persoalan ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu kita harus duduk bersama-sama mencari solusi terbaik," kata dia.

    Pemkot Makassar berharap penataan bersama Pertamina dapat menjaga distribusi solar tetap berjalan dan pada saat yang sama mengurangi antrean kendaraan berat yang berpotensi mengganggu mobilitas serta aktivitas ekonomi di dalam kota.

    Additional JS