Sosial Media
0
News
    Home Politik

    Appi Diisukan Pindah Partai, Pengamat Soroti Dilema Politik hingga Musda Demokrat Sulsel

    "Munafri Arifuddin diisukan pindah partai di tengah dinamika Golkar dan Musda Demokrat Sulsel. Pengamat menilai keputusan perlu dihitung matang."

    3 min read

    Munafri Arifuddin atau Appi

    MAKASSAR INFO -- Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, tengah menjadi sorotan menyusul isu yang mengaitkan dirinya dengan kemungkinan berpindah partai.

    Isu tersebut mencuat setelah dinamika internal Golkar Sulawesi Selatan dan munculnya nama Appi dalam pembicaraan terkait Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulsel. Namun, hingga kini belum ada pernyataan dari Munafri yang mengonfirmasi bahwa dirinya akan meninggalkan Golkar.

    Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam diskusi politik bertajuk "Appi: Hengkang atau Bertahan" di Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (21/9/2026).

    Rahmat: Jangan Ambil Keputusan Tergesa-gesa

    Pengamat politik Universitas Hasanuddin Rahmat Muhammad mengatakan, posisi Munafri saat ini menghadapi dilema politik. Menurutnya, keputusan untuk berpindah partai perlu mempertimbangkan momentum dan konsekuensinya.

    "Kalau saya, mungkin belum saatnya, apalagi mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Lebih penting adalah, membaca momentum dan menghitung konsekuensi," ujarnya.

    Rahmat mengatakan, apabila Appi mempertimbangkan untuk berpindah ke partai politik lain, keputusan tersebut perlu dilakukan dengan perhitungan matang dan kehati-hatian.

    Mengenai dibukanya ruang Musda Demokrat Sulsel pada Oktober 2026 untuk memilih ketua serta kehadiran Appi dalam sejumlah kegiatan Demokrat dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Makassar, Rahmat menilai hal tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Appi akan berpindah partai.

    Dinamika Golkar Sulsel Ikut Disorot

    Rahmat juga menyinggung dinamika setelah Musda XI Golkar Sulsel menetapkan Ilham Arief Sirajuddin secara aklamasi sebagai ketua.

    Sebelumnya, Munafri masuk dalam bursa pencalonan Ketua DPD I Golkar Sulsel, tetapi kemudian membatalkan pencalonannya. Dinamika tersebut menjadi salah satu konteks yang dibahas dalam diskusi mengenai masa depan politik Appi.

    Rahmat mengatakan, apabila orientasi politik Appi ke depan berkaitan dengan pencalonan legislatif dan upaya melanjutkan periode kedua sebagai kepala daerah, kondisi tersebut juga perlu diperhitungkan.

    "Jika orientasinya nanti diberikan beban untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) dan melanjutkan periode keduanya, tentu tidak menjadi masalah. Karena elektabilitasnya masih cukup tinggi antara 59-60 persen. Sebab, pengaruhnya masih sangat besar," papar dia.

    Rahmat kemudian menyebut kemungkinan perpindahan partai dapat muncul apabila yang bersangkutan sudah tidak merasa nyaman di partainya atau terdapat potensi keretakan internal. Namun, ia menegaskan isu tersebut masih menjadi perdebatan.

    Asratillah: Gestur Appi Belum Jadi Indikator

    Pengamat politik lainnya, Asratillah, juga melihat adanya spekulasi terkait langkah politik Appi setelah sejumlah gestur dan kehadirannya dalam kegiatan Demokrat belakangan ini.

    Namun, menurut Asratillah, hal tersebut belum dapat dijadikan indikator bahwa Munafri akan berpindah ke Partai Demokrat.

    Ia menyebut potensi perpindahan tetap ada jika terjadi persoalan dalam hubungan pasangan kepala daerah. Meski demikian, berdasarkan kondisi yang disampaikannya, Munafri dan wakilnya sejauh ini masih menjalankan pemerintahan serta menghadiri kegiatan seremonial bersama.

    Dukungan Elektoral Tidak Otomatis Ikut Berpindah

    Asratillah juga mengingatkan bahwa perpindahan seseorang dari satu partai ke partai lain tidak otomatis membuat seluruh dukungan elektoral ikut berpindah.

    Ia menggambarkan dinamika tersebut bukan seperti transfer uang antarbank yang seluruh saldonya dapat berpindah sekaligus. Menurutnya, politik memiliki dinamika dan perhitungan tersendiri.

    "Pastinya ada kompetisi, antara pak Appi dengan Ilham. Bisa saja akan berlangsung sampai 2029 hingga 2031 pada Pileg dan Pemilu. Dan ini dapat menghambat efektifitas mesin partai. Jangan sampai Golkar melepas figur yang memiliki modal elektoral yang cukup besar," tutur Direktur Profetik Institute ini.

    Sementara itu, nama Appi memang telah muncul dalam pembicaraan mengenai bursa calon Ketua Demokrat Sulsel. DPD Demokrat Sulsel juga telah mengusulkan pelaksanaan Musda pada awal Oktober 2026, meski jadwal resminya masih menunggu keputusan DPP Demokrat.

    Munafri Belum Tanggapi Isu Kepindahan

    Hingga kini, Munafri Arifuddin belum memberikan tanggapan mengenai isu kepindahan dirinya ke partai lain.

    Ia disebut memilih fokus pada sejumlah persoalan yang sedang dihadapi masyarakat Makassar, termasuk masalah sampah, kekeringan, dan persoalan sosial lainnya.

    Dengan demikian, isu mengenai masa depan politik Appi di Golkar masih berada pada ranah spekulasi dan analisis pengamat. Belum ada pernyataan dari Munafri yang mengonfirmasi bahwa dirinya akan berpindah partai.

    Additional JS