Sosial Media
0
News
    Home Pemkot Makassar

    Kekeringan Makassar, BPBD Salurkan 3 Juta Liter Air Bersih ke 310 Titik

    3 min read


    Petugas BPBD Makassar saat membagikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan ekstrem saat muslim kemarau berkepanjangan melanda di Makassar, Kamis (10/9/2026).

    MAKASSAR INFO -- Kekeringan di Makassar membuat kebutuhan air bersih warga terus berubah dari waktu ke waktu. Pemerintah Kota Makassar pun memperluas distribusi air dengan menyesuaikan titik-titik yang membutuhkan bantuan.

    Hingga Selasa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar telah menyalurkan 3.043.800 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air.

    Distribusi tersebut telah menjangkau 310 titik. Untuk menjalankan operasi itu, BPBD mengerahkan 25 kendaraan operasional dengan total 705 ritase perjalanan distribusi.

    Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar mengatakan penanganan kekeringan tidak dapat hanya mengacu pada pemetaan kebutuhan pada awal kejadian.

    "Kita tidak bisa bekerja hanya berdasarkan data awal. Ketika kebutuhan di lapangan bertambah, maka respons pemerintah juga harus ikut bergerak," kata Fadli di Makassar, Selasa.

    Distribusi Mengikuti Kebutuhan Warga

    Menurut Fadli, jumlah titik distribusi menjadi salah satu gambaran bagaimana kebutuhan air bersih dapat berkembang selama kondisi kekeringan berlangsung.

    Karena itu, BPBD terus menerima informasi dari lapangan dan menyesuaikan distribusi berdasarkan kebutuhan masyarakat.

    "Operasi tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan di lokasi yang telah teridentifikasi sejak awal, tetapi terus diperluas mengikuti hasil pemantauan dan laporan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

    Pendekatan tersebut membuat distribusi tidak bersifat tetap. Lokasi yang membutuhkan air dapat bertambah atau berubah sesuai kondisi sumber air dan kebutuhan warga.

    Air untuk Kebutuhan Sehari-hari

    Distribusi air bersih dalam situasi tanggap darurat tidak hanya berkaitan dengan pengiriman air ke permukiman terdampak.

    Air yang diterima warga digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga aktivitas sehari-hari.

    "Setiap liter air yang kita distribusikan memiliki arti bagi masyarakat. Ada kebutuhan rumah tangga, anak-anak, lansia dan aktivitas sehari-hari yang harus tetap berjalan," kata Fadli.

    Karena itu, pengelolaan distribusi menjadi bagian penting dalam operasi penanganan kekeringan.

    BPBD mengatur pergerakan kendaraan agar armada yang tersedia dapat melayani sebanyak mungkin wilayah. Pengaturan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan titik kebutuhan dan kemampuan sumber daya yang dimiliki.

    Tantangan Ada pada Jangkauan

    Dengan 25 kendaraan yang telah melakukan 705 perjalanan, distribusi air bersih berlangsung sebagai operasi yang harus terus disesuaikan dengan kondisi lapangan.

    Bertambahnya titik layanan berarti pemerintah harus mengatur kembali rute, armada, dan prioritas distribusi agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi di lokasi tertentu.

    Fadli menegaskan bahwa respons terhadap kekeringan harus mengikuti kondisi aktual masyarakat.

    Artinya, distribusi air bukan pekerjaan yang selesai ketika satu wilayah telah menerima bantuan. Selama kebutuhan masih muncul di wilayah lain, BPBD harus kembali menggeser sumber daya yang tersedia.

    Sejauh ini, lebih dari tiga juta liter air telah disalurkan ke ratusan titik di Makassar. Namun, ukuran keberhasilan penanganan kekeringan bukan semata jumlah air yang sudah dikirim, melainkan seberapa cepat distribusi dapat mengikuti kebutuhan warga selama sumber air belum kembali mencukupi.


    Additional JS