Sosial Media
0
News
    Home HL Peristiwa

    Parkir Gratis Alfamidi di Makassar Dipungut Jukir, Warganet Tanya Cara Melapor

    "Warganet mengeluhkan pungutan parkir di Alfamidi Daeng Sirua Makassar meski ada spanduk parkir gratis dan mempertanyakan cara melapor."

    2 min read

    Jukir Minta Bayaran di Alfamidi Daeng Sirua Makassar, Warganet Mengadu

    MAKASSAR INFO -- Keluhan soal pungutan parkir di gerai Alfamidi Jalan Abd. Daeng Sirua, Kecamatan Panakkukang, Makassar, menjadi perhatian warganet. Seorang pengguna mengaku diminta membayar parkir meski terdapat spanduk yang menyatakan parkir gratis.

    Dalam unggahannya di Threads, pengguna dengan akun @theoxgnn menceritakan dirinya baru selesai berbelanja ketika seorang juru parkir meminta uang parkir.

    Ia kemudian menunjuk spanduk parkir gratis yang terpasang di lokasi. Menurut pengakuannya, juru parkir tersebut menjawab bahwa aturan parkir gratis sudah tidak berlaku.

    Warganet tersebut mempertanyakan alasan spanduk parkir gratis masih terpasang jika kebijakan itu memang sudah tidak berlaku. Ia juga meminta agar spanduk tersebut dilepas.

    Namun, menurut unggahannya, juru parkir justru marah dan tetap meminta pembayaran parkir.

    "Abis belanja di alfamid Dg Sirua di djl Abd Dg Sirua. Pas keluar tiba2 datang tukang parkir, lah saya nunjuk dong spanduk parkir gratisnya trs dijawab itu aturan lama skarang sudah tdk gratis lagi, saya tanya dong klo itu aturan lama knapa ngga dicabut aja spanduk, ehh dia mafah, Lalu ttp maksa saya bayar parkir. Kejadian gini tuh lapornua kemana?????” dikutip dari @theoxgnn, Kamis (3 September 2026) 

    Perumda Parkir Makassar Pernah Tegaskan Parkir Gratis

    Persoalan parkir di gerai minimarket sebelumnya juga menjadi perhatian Perumda Parkir Makassar Raya.

    Pada Juli 2026, Perumda Parkir Makassar menyatakan gerai yang telah mengikuti program Parkir Langganan Bulanan (PLB) tidak lagi memungut tarif parkir kepada masyarakat. Perumda Parkir juga meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan juru parkir yang melakukan pungutan di lokasi tersebut.

    Perumda Parkir Makassar juga memasang stiker bertuliskan "Parkir Gratis" pada gerai yang telah bekerja sama dan mengikuti program tersebut sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.

    Namun, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah gerai Alfamidi di Jalan Abd. Daeng Sirua yang dikeluhkan warganet tersebut termasuk lokasi yang terdaftar dalam program Parkir Langganan Bulanan.

    Alfamidi Sebelumnya Tegaskan Tidak Ada Tarif Parkir

    Secara umum, pihak Alfamidi sebelumnya pernah menyatakan tidak menerapkan tarif parkir bagi pengunjung gerai. Direktur Operasional PT Midi Utama Indonesia, Heru Sarwono, mengatakan juru parkir tidak diperbolehkan memaksa pengunjung membayar.

    "Kita tidak pernah menerapkan aturan tarif yang ada di gerai Alfamidi, khususnya di parkir. Kecuali kalau memang ada di lingkungan perkantoran, ada di lingkungan yang memang pertokoan dan berbayar ya itu ya ikutin pengelola parkir yang ada di situ, pengelola setempat," kata Heru, seperti diberitakan sebelumnya.

    Heru juga menyebut juru parkir tidak boleh meminta pembayaran secara paksa apabila pengunjung tidak memberikan uang parkir.

    Warganet Pertanyakan Jalur Pengaduan

    Keluhan tersebut pada akhirnya memunculkan pertanyaan mengenai ke mana masyarakat harus melapor jika menemukan dugaan pungutan parkir yang tidak sesuai ketentuan.

    Untuk kasus di Makassar, laporan dapat dikoordinasikan dengan Perumda Parkir Makassar apabila lokasi tersebut memang masuk dalam program parkir berlangganan. Perumda Parkir sebelumnya menyebut laporan masyarakat terkait pelayanan parkir dapat disampaikan melalui aplikasi Lontara+ maupun layanan Humas Perumda Parkir Makassar.

    Masyarakat juga sebaiknya menyimpan bukti pendukung, seperti foto lokasi, papan informasi parkir, atau bukti pembayaran apabila ada, agar laporan dapat ditindaklanjuti dengan lebih jelas.

    Hingga informasi ini dihimpun, belum ada keterangan resmi dari pihak Alfamidi maupun Perumda Parkir Makassar terkait kejadian yang dikeluhkan warganet di gerai Jalan Abd. Daeng Sirua tersebut. ()


    Additional JS