Tawuran di Jalan Monumen Emmy Saelan Makassar, 14 Pemuda Diamankan Polisi
"Polsek Rappocini mengamankan 14 pemuda diduga terlibat tawuran di Monumen Emmy Saelan, Makassar, dan menyita sejumlah senjata."
![]() |
| Sejumlah pemuda terduga pelaku tawuran diamankan beserta barang bukti senjata tajam di Polsek Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2026) |
MAKASSAR, MAKASSARINFO -- Sebanyak 14 pemuda diamankan polisi setelah terjadi keributan yang diduga berkaitan dengan aksi tawuran di Jalan Monumen Emmy Saelan, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan.
Petugas Polsek Rappocini turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya anak panah, ketapel, senjata tajam jenis badik dan parang, serta petasan.
Kapolsek Rappocini Kompol Ismail mengatakan, pengamanan dilakukan setelah polisi menerima aduan masyarakat mengenai keributan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Para pemuda ini diamankan setelah personel menerima aduan ada keributan yang berpotensi mengganggu kamtibmas. Barang bukti disita: anak panah, ketapel, senjata tajam jenis badik, parang dan petasan," kata Ismail di Makassar, Sabtu.
Menurut Ismail, polisi berupaya merespons laporan masyarakat dengan cepat untuk mencegah gangguan keamanan di wilayah Kecamatan Rappocini.
Polisi Ungkap Kronologi Keributan di Monumen Emmy Saelan
Kepala Unit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Muhammad Ali Djaras menjelaskan, personel bergerak ke lokasi setelah menerima arahan dari kapolsek.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati sekelompok pemuda yang berusaha melarikan diri. Polisi kemudian menyisir kawasan sekitar dan mengamankan 14 laki-laki yang diduga terlibat dalam keributan tersebut.
"Personel lalu menyisir di sekitar lokasi dan mengamankan 14 orang laki-laki diduga terlibat dalam keributan tersebut. Mereka digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti senjata tajam diduga digunakan tawuran," jelas Ali Djaras.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, keributan bermula ketika sekelompok pemuda berkumpul di sebuah rumah sambil mengonsumsi minuman keras.
Salah seorang pemuda kemudian menyebut kelompok mereka diserang geng motor yang menggunakan anak panah dan senjata airsoft gun.
Dalam peristiwa itu, seorang rekan mereka dilaporkan terkena peluru airsoft gun pada tangan kiri. Kelompok tersebut kemudian melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam, sementara kelompok penyerang yang mengendarai sepeda motor dilaporkan melarikan diri.
Keterangan tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk memastikan rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang terlibat.
Polisi Sita Badik, Anak Panah, dan Sejumlah Barang Bukti
Dalam pemeriksaan awal, salah seorang pemuda yang diamankan mengakui bahwa badik yang ditemukan merupakan miliknya. Sementara itu, pemuda lainnya mengaku anak panah tersebut digunakan saat keributan berlangsung.
Meski demikian, polisi masih mendalami keterangan para pemuda yang diamankan, termasuk kepemilikan dan penggunaan barang bukti serta peran masing-masing dalam kejadian tersebut.
Belum ada kesimpulan akhir mengenai tanggung jawab setiap orang yang diamankan. Penyidik masih perlu mencocokkan keterangan para pihak dengan barang bukti dan hasil pemeriksaan lainnya.
Polisi Imbau Orang Tua Awasi Pergaulan Remaja
Kapolsek Rappocini Kompol Ismail mengingatkan para remaja agar menjauhi tawuran, geng motor, serta kepemilikan dan penggunaan senjata tajam yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Ia juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka. Menurutnya, peran keluarga penting untuk mencegah remaja terlibat dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.
"Kami mengimbau kepada para remaja agar tidak terlibat dalam aksi keributan, geng motor, maupun membawa dan menggunakan senjata tajam yang dapat membahayakan diri sendiri serta orang lain," kata dia.
Ismail turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada petugas.
"Kami berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga keamanan di lingkungannya. Apabila mengetahui adanya keributan atau aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan melalui Bhabinkamtibmas atau telepon Call Center 110," jelas dia.
Ia menegaskan, kerja sama antara kepolisian dan masyarakat diperlukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kecamatan Rappocini tetap kondusif.
