Sosial Media
0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Munafri Arifuddin Minta Dai Makassar Jadi Penyejuk Masyarakat di Tengah Arus Informasi Digital

    2 min read

     Munafri Arifuddin 

    MAKASSAR -- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai peran dai tidak lagi terbatas pada mimbar keagamaan. Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, dai diharapkan menjadi sumber pencerahan, pemersatu masyarakat, sekaligus agen pendidikan yang mampu menjawab persoalan umat secara relevan.

    Di era ketika informasi menyebar hanya dalam hitungan detik, masyarakat tidak hanya membutuhkan akses terhadap pengetahuan, tetapi juga membutuhkan panduan untuk memilah mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan.

    Kondisi itu membuat peran tokoh agama kembali menjadi perhatian. Bukan semata sebagai penyampai ajaran keagamaan, melainkan sebagai figur yang mampu menghadirkan ketenangan, pemahaman, dan solusi di tengah beragam persoalan sosial yang berkembang.

    Pesan itulah yang disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dai Cabang Makassar.

    Dai Dinilai Punya Pengaruh Besar di Tengah Masyarakat

    Munafri menilai kehadiran dai memiliki posisi yang sangat strategis karena sering kali menjadi rujukan masyarakat dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan.

    Menurutnya, apa yang disampaikan seorang dai tidak hanya berkaitan dengan urusan ibadah, tetapi juga dapat memengaruhi cara masyarakat memahami persoalan sosial, pendidikan, hingga kehidupan bermasyarakat.

    Karena itu, kualitas pesan yang disampaikan para dai menjadi faktor penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang semakin beragam.

    "Kehadiran dai di tengah masyarakat memiliki pengaruh yang sangat besar," ujar Munafri.

    Tantangan Dakwah Kini Semakin Kompleks

    Perubahan sosial yang cepat menghadirkan tantangan baru bagi para pendakwah.

    Berbagai persoalan seperti penyebaran informasi yang tidak akurat, polarisasi di ruang digital, hingga perubahan pola interaksi masyarakat membutuhkan pendekatan dakwah yang lebih adaptif.

    Munafri menilai banyak persoalan yang muncul di masyarakat berawal dari kurangnya pemahaman yang utuh terhadap suatu isu. Dalam situasi seperti itu, dai diharapkan mampu memberikan penjelasan yang menenangkan sekaligus mencerdaskan.

    Menurutnya, dakwah yang menghadirkan solusi jauh lebih dibutuhkan dibandingkan sekadar menyampaikan nasihat tanpa konteks yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

    Organisasi Dai Didorong Perkuat Kompetensi

    Selain memperkuat syiar keagamaan, Ikatan Dai Cabang Makassar juga diharapkan menjadi wadah peningkatan kapasitas para anggotanya.

    Munafri menekankan pentingnya pembaruan wawasan, penguatan kompetensi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan para dai.

    Ia menilai kebutuhan masyarakat saat ini terus berkembang sehingga para pendakwah juga perlu memperluas pengetahuan dan memperkaya perspektif dalam menyampaikan materi keagamaan.

    Dengan kapasitas yang semakin baik, dai diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat secara lebih komprehensif dan sesuai perkembangan zaman.

    Dakwah Digital Menjadi Peluang Baru

    Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus adalah pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas dakwah.

    Munafri menilai perkembangan teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi dakwah, melainkan peluang untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

    Platform digital memungkinkan pesan-pesan keagamaan menjangkau generasi muda yang kini lebih banyak berinteraksi melalui media sosial dan ruang digital lainnya.

    Menurutnya, para dai perlu memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperkaya referensi sekaligus memperluas jangkauan edukasi keagamaan kepada masyarakat.

    Menjaga Persatuan Melalui Dakwah yang Mencerahkan

    Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, peran dai sebagai penjaga nilai-nilai kebersamaan dan persatuan menjadi semakin penting.

    Dakwah yang menyejukkan, berbasis ilmu pengetahuan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat diyakini dapat menjadi salah satu modal sosial yang membantu menjaga keharmonisan kehidupan kota.

    Harapan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para dai di Makassar. Bukan hanya untuk menyampaikan ajaran agama, tetapi juga ikut membangun masyarakat yang lebih cerdas, inklusif, dan siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan sosial. (*)

    Additional JS