Sosial Media
0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    SPMB 2026 Jadi Sasaran Calo, Kepala SMAN 2 Makassar Ingatkan Orang Tua Jangan Tergiur Janji Kelulusan

    3 min read

    Jalur Domisili SPMB 2026 Makassar Diserbu Pendaftar, Transparansi Verifikasi Jadi Sorotan | Makassar Info I Kabar Terkini dari Makassar-1
    SPMB 2026 Makassar 

    MAKASSAR -- Tingginya minat masuk sekolah negeri favorit membuka celah munculnya praktik percaloan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). SMAN 2 Makassar mengingatkan masyarakat agar tidak percaya kepada pihak mana pun yang mengklaim mampu menjamin kelulusan calon peserta didik.

    Setiap tahun ajaran baru, ribuan orang tua berlomba mencari sekolah terbaik bagi anak-anak mereka. Di tengah persaingan yang ketat, kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oknum tertentu dengan menawarkan jalan pintas untuk mendapatkan kursi di sekolah negeri favorit.

    Fenomena ini kembali menjadi perhatian menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. SMAN 2 Makassar secara terbuka mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pihak sekolah.

    Peringatan tersebut disampaikan setelah muncul indikasi adanya pihak-pihak yang mengklaim memiliki akses khusus untuk meloloskan calon peserta didik. Bahkan, nama kepala sekolah dan panitia penerimaan disebut-sebut dicatut untuk meyakinkan calon korban.

    Kepala SMAN 2 Makassar, H. Syafruddin M., S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa tidak ada individu maupun kelompok yang memiliki kewenangan menjamin kelulusan calon peserta didik di luar mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

    Melalui pengumuman resmi yang dipublikasikan sekolah, masyarakat diminta mengabaikan segala bentuk tawaran yang mengatasnamakan dirinya maupun Ketua Panitia SPMB Arif Sikki.

    Pihak sekolah menekankan bahwa seluruh proses penerimaan siswa baru berlangsung berdasarkan aturan, sistem seleksi, serta ketentuan yang berlaku. Tidak ada ruang bagi praktik titipan, rekomendasi khusus, maupun jalur tidak resmi yang dapat mengubah hasil seleksi.

    Menurut Syafruddin, setiap calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses penerimaan tanpa perlakuan istimewa.

    Sekolah-sekolah favorit umumnya memiliki jumlah peminat yang jauh lebih besar dibandingkan daya tampung yang tersedia. Kondisi inilah yang sering dimanfaatkan oleh oknum untuk menawarkan jasa atau bantuan dengan imbalan sejumlah uang.

    Mereka biasanya mengaku memiliki kedekatan dengan pejabat sekolah, panitia penerimaan, atau pihak tertentu yang dianggap dapat memengaruhi hasil seleksi. Dalam beberapa kasus, nama kepala sekolah bahkan digunakan tanpa izin untuk membangun kepercayaan calon korban.

    Padahal, sistem penerimaan peserta didik saat ini dirancang semakin transparan dan berbasis teknologi sehingga ruang intervensi individu semakin terbatas.

    Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa setiap janji kelulusan yang disertai permintaan uang patut dicurigai sebagai bentuk penipuan.

    Dampak paling nyata adalah kerugian finansial yang dialami keluarga calon peserta didik. Tidak sedikit orang tua yang rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar demi harapan anaknya diterima di sekolah favorit.

    Selain kerugian materi, praktik percaloan juga menciptakan ketidakadilan dalam dunia pendidikan. Jika dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan siswa baru dapat menurun karena muncul anggapan bahwa kelulusan bisa dibeli melalui jalur tertentu.

    Lebih jauh lagi, praktik semacam ini berpotensi mencederai prinsip meritokrasi yang menjadi dasar pelaksanaan SPMB, yakni memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.

    SMAN 2 Makassar memastikan seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai regulasi pemerintah.

    Pihak sekolah juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan pihak yang menawarkan jasa kelulusan dengan mengatasnamakan sekolah, kepala sekolah, maupun panitia SPMB.

    Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah semakin banyak korban sekaligus menjaga kredibilitas pelaksanaan penerimaan siswa baru.

    Sekolah mengimbau orang tua dan calon peserta didik agar hanya memperoleh informasi melalui kanal resmi yang dikelola panitia SPMB dan instansi pendidikan terkait.

    Setiap informasi yang menjanjikan kelulusan secara instan, meminta sejumlah uang, atau mengaku memiliki jalur khusus sebaiknya segera diverifikasi kepada pihak sekolah.

    Di tengah tingginya persaingan masuk sekolah negeri favorit, kewaspadaan menjadi kunci utama. Tantangan terbesar bukan hanya memastikan proses seleksi berjalan adil, tetapi juga melindungi masyarakat dari praktik penipuan yang memanfaatkan harapan orang tua terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka. (*)

    Additional JS