Sosial Media
0
News
    Home Pemkot Makassar

    HUT ke-102, Perumda Air Minum Makassar Diminta Siaga Hadapi Kemarau Panjang

    3 min read

    HUT ke-102, Perumda Air Minum Makassar Diminta Siaga Hadapi Kemarau Panjang

    MAKASSAR – Peringatan HUT ke-102 Perumda Air Minum Kota Makassar berlangsung sederhana di tengah tantangan musim kemarau panjang yang berpotensi memengaruhi pasokan air bersih masyarakat.

    Dalam momentum tersebut, jajaran Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar tausiah bersama Ustadz Dr. Das’ad Latif di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perumda Air Minum Kota Makassar, Kamis (6/8/2026).

    Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan hari jadi perusahaan, tetapi juga momentum memperkuat keimanan, integritas dan semangat pengabdian pegawai dalam menghadapi tantangan pelayanan air bersih.

    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta seluruh jajaran Perumda Air Minum meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat perencanaan menghadapi ancaman penurunan debit air selama musim kemarau.

    Munafri: Air Bersih Menyangkut Hak Masyarakat

    Munafri menegaskan Perumda Air Minum memiliki posisi strategis karena bertanggung jawab memenuhi salah satu kebutuhan dasar masyarakat, yakni ketersediaan air bersih.

    Menurutnya, pertumbuhan penduduk Kota Makassar harus diikuti dengan kemampuan pemerintah dan perusahaan daerah dalam memastikan akses air bersih tetap tersedia.

    “Perumda Air Minum ini punya fungsi yang sangat sentral di Kota Makassar. Perusahaan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar yang sangat vital, yaitu ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” ujar Munafri.

    Ia mengingatkan, ketika masyarakat tidak mendapatkan pelayanan air bersih secara optimal, persoalannya bukan sekadar menyangkut kualitas layanan.

    Menurut Munafri, kondisi tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi hak dasar masyarakat.

    “Kalau ada masyarakat yang tidak bisa terlayani dengan baik oleh kehadiran PDAM, berarti ada hak masyarakat yang tidak terpenuhi. Karena itu pelayanan air bersih harus terus ditingkatkan,” katanya.

    Kemarau Panjang Jadi Tantangan Pelayanan

    Di tengah ancaman kemarau panjang, Munafri meminta jajaran Perumda Air Minum menyiapkan strategi untuk menjaga ketersediaan pasokan air.

    Penurunan debit air berpotensi memengaruhi sumber air baku dan distribusi kepada pelanggan di sejumlah wilayah.

    “Musim kemarau yang panjang akan sangat mempengaruhi debit air. Karena itu dibutuhkan perencanaan yang matang, fokus, dan konsentrasi yang kuat dari seluruh elemen yang ada,” ujarnya.

    Menurutnya, pengelolaan layanan air minum tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan masyarakat hari ini. Perencanaan juga harus mempertimbangkan kebutuhan Kota Makassar dalam jangka panjang.

    Karena itu, ia menilai profesionalisme dan integritas pegawai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan.

    Pegawai Diminta Perkuat Integritas

    Munafri mengapresiasi pelaksanaan tausiah yang menghadirkan Ustadz Das’ad Latif sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai moral dan keagamaan di lingkungan Perumda Air Minum.

    Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

    “Pekerjaan di PDAM ini tidak sedikit tantangannya. Karena itu saya berharap seluruh pegawai memiliki integritas yang kuat dalam bekerja. Tempat ini bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga tempat beribadah dan mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

    Ia juga meminta jajaran direksi memperkuat kolaborasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin maksimal.

    Menurut Munafri, slogan pelayanan “SEGERA” harus menjadi semangat bersama untuk menghadirkan layanan yang cepat dan responsif.

    HUT ke-102 Digelar Sederhana

    Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum mengatakan peringatan HUT ke-102 sengaja dikemas sederhana karena perusahaan sedang menghadapi kondisi kekeringan.

    Alih-alih menggelar seremoni besar, perusahaan memilih kegiatan yang dinilai dapat memperkuat sisi spiritual dan kebersamaan pegawai.

    “Kita tahu sekarang sedang menghadapi kekeringan. Karena itu kami tidak membuat kegiatan yang bersifat seremonial berlebihan. Kami memilih kegiatan yang menyentuh keimanan agar pegawai dapat melaksanakan hak dan kewajibannya dengan baik,” ujar Andi Syahrum.

    Selain tausiah, rangkaian kegiatan internal juga mencakup zikir dan doa bersama, donor darah serta family gathering bagi pegawai.

    Debit Sungai Menurun, Distribusi Air Terdampak

    Andi Syahrum mengakui kondisi kemarau turut memberikan tantangan terhadap pelayanan air bersih.

    Sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan distribusi akibat menurunnya debit sungai yang menjadi salah satu sumber air baku. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada operasional pompa dan distribusi air ke sejumlah kawasan.

    Meski demikian, Perumda Air Minum Kota Makassar terus menyiapkan langkah antisipasi agar pelayanan pelanggan tetap berjalan.

    “Kami terus berupaya memastikan layanan kepada masyarakat tetap terjaga. Tantangan memang ada, tetapi seluruh jajaran terus bekerja agar kebutuhan air bersih masyarakat Kota Makassar dapat terpenuhi,” katanya.

    Perumda Air Minum Diminta Tak Berhenti Berbenah

    Peringatan HUT ke-102 menjadi momentum bagi Perumda Air Minum Kota Makassar untuk memperkuat kembali komitmen pelayanan di tengah tantangan perubahan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

    Dengan ancaman kemarau panjang dan potensi penurunan debit sumber air baku, kesiapan infrastruktur, perencanaan pasokan, profesionalisme pegawai dan kolaborasi menjadi faktor penting untuk menjaga pelayanan air bersih.

    Tausiah bersama Ustadz Das’ad Latif pun menjadi bagian dari refleksi agar seluruh jajaran tidak hanya bekerja mengejar target pelayanan, tetapi juga menjaga integritas dan semangat pengabdian kepada masyarakat. (*)

    Additional JS