Sosial Media
0
News
    Home HL Sosial

    Antrean BBM Makassar Meluas, Truk Mengular hingga Depan Mapolda Sulsel

    "Antrean BBM Makassar meluas hingga depan Mapolda Sulsel, sementara pasokan telah ditambah 15 persen."

    3 min read

    Antrean BBM Makassar Meluas

    MAKASSAR INFO -- Antrean BBM di Kota Makassar kini bukan lagi sekadar membuat pengendara menunggu lama di SPBU. Pada Jumat pagi, antrean bahkan memadati ruas jalan di depan Markas Polda Sulawesi Selatan.

    Pantauan di kawasan tersebut sekitar pukul 06.20 Wita menunjukkan sejumlah truk sudah berbaris untuk mendapatkan BBM. Antrean tidak hanya berada di sisi jalan menuju SPBU, tetapi meluas hingga kedua sisi ruas jalan di depan Mapolda Sulsel.

    Kondisi itu berbeda dari hari-hari biasa ketika kawasan depan Mapolda relatif lancar. Kendaraan yang mengantre untuk mengisi BBM membuat arus lalu lintas ikut tersendat.

    Antrean dari berbagai arah

    Kepadatan semakin terasa karena kendaraan roda empat dan roda dua datang dari sejumlah arah. Mereka bergabung dengan antrean kendaraan yang sudah menunggu di sekitar SPBU.

    Belum terlihat petugas kepolisian maupun dinas perhubungan mengatur lalu lintas saat kondisi tersebut dipantau pada pagi hari. Situasi ini membuat antrean kendaraan dan arus lalu lintas bercampur di ruas jalan yang sama.

    Antrean BBM sendiri dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Kota Makassar dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan.

    Pantauan melalui media sosial juga memperlihatkan antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan persoalan yang dihadapi konsumen tidak hanya terjadi pada satu titik pengisian.

    Pertamina sudah menambah pasokan

    Di tengah antrean yang masih terjadi, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sebelumnya menyatakan telah menambah pasokan BBM hingga 15 persen.

    Penambahan tersebut dilakukan seiring meningkatnya permintaan BBM. Namun, tambahan pasokan itu belum serta-merta menghilangkan antrean di lapangan.

    Persoalan inilah yang kemudian membuat pemerintah daerah dan aparat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap penyaluran BBM.

    Pemprov Sulsel dan Pertamina juga telah mengindikasikan adanya dugaan penyimpangan dalam proses penyaluran. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dugaan pembelian BBM subsidi secara berulang oleh oknum pengendara, termasuk kemungkinan adanya persoalan pada pengelolaan SPBU.

    Gubernur temukan persoalan pelayanan

    Sehari sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan sidak di SPBU 74.902.31 Jalan AP Pettarani, Makassar.

    Dalam sidak tersebut, ia melihat langsung antrean Pertalite untuk kendaraan roda dua. Barisan sepeda motor mengular hingga ke jalan.

    Andi Sudirman kemudian mengecek operasional nozzle pengisian. Dari empat nozzle yang tersedia, ia menemukan hanya satu operator yang melayani.

    "Bagaimana orang tidak antre kalau 4 nozzle pengisian hanya satu operator melayani," kata Andi Sudirman.

    Ia juga menyoroti kendaraan yang disebut mengalami modifikasi tangki serta kendaraan yang bolak-balik melakukan pengisian BBM.

    "Kemudian adanya modifikasi tanki dan kendaraan bolak balik isi BBM," ujarnya.

    Temuan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa lebih lanjut karena antrean panjang tidak hanya berkaitan dengan jumlah pasokan, tetapi juga proses pelayanan dan pola pengisian di SPBU.

    Polisi ikut mengawasi dugaan penyimpangan

    Pemprov Sulsel bersama pemerintah kabupaten dan kota serta Forkopimda telah membantu Pertamina dan satuan tugas melakukan patroli serta pengawasan terhadap pengisian BBM.

    Andi Sudirman mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin untuk melakukan pendampingan di lapangan.

    "Kami juga berkoordinasi Bapak Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin terkait pendampingan Kepolisian dan TNI terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan situasi saat ini," ujar Andi Sudirman.

    Pengawasan tersebut sekaligus diarahkan untuk memastikan ketertiban pengisian dan memantau stok BBM di SPBU.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik sebelumnya mengatakan aparat tidak akan tinggal diam apabila ditemukan praktik penyimpangan BBM.

    "Kalau ada mafia migas, tentu kita tidak akan diam," kata Didik.

    Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa dugaan penyimpangan masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan. Sampai ada hasil penindakan atau penyelidikan resmi, tudingan terhadap pihak tertentu tidak dapat dianggap sebagai fakta.

    Persoalan tidak berhenti pada stok

    Rangkaian kejadian beberapa hari terakhir memperlihatkan persoalan BBM di Makassar memiliki lebih dari satu titik yang perlu diperiksa.

    Pertamina menyatakan pasokan telah ditambah. Pemerintah melakukan pengawasan. Gubernur menemukan persoalan pada operasional pelayanan di salah satu SPBU. Sementara di lapangan, kendaraan tetap mengantre hingga mengganggu lalu lintas.

    Karena itu, yang kini ditunggu bukan sekadar tambahan pasokan berikutnya, tetapi penjelasan yang lebih terang mengenai titik persoalannya: apakah antrean terutama dipicu meningkatnya permintaan, pelayanan SPBU, pola pembelian berulang, dugaan penyimpangan, atau kombinasi dari beberapa faktor tersebut.

    Bagi masyarakat, jawabannya akan terasa sederhana. Ketika datang ke SPBU, mereka ingin BBM tersedia dan antrean bergerak. Semakin lama kondisi itu tidak terurai, semakin besar pula gangguan yang ditimbulkannya, bukan hanya bagi konsumen tetapi juga bagi lalu lintas kota.

    Additional JS