Makassar Dilanda Kekeringan, Pemkot Kerahkan PDAM dan Bangun 18 Titik SPAM
"Pemkot Makassar memperkuat distribusi air bersih di tengah kemarau panjang. Sebanyak 3.802 KK atau 12.939 jiwa telah menerima bantuan."
![]() |
| Munafri Arifuddin |
MAKASSAR INFO -- Pemerintah Kota Makassar memperkuat distribusi air bersih kepada warga yang terdampak kemarau panjang.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menginstruksikan jajaran OPD terkait dan Perusda, termasuk PDAM, untuk menyalurkan bantuan air bersih secara rutin setiap hari ke wilayah yang mengalami kekeringan.
Hingga saat ini, distribusi air bersih tanggap darurat yang dilakukan Pemkot Makassar telah menjangkau seluruh kecamatan dan sejumlah kelurahan terdampak. Berdasarkan data BPBD Makassar, sebanyak 49 rit distribusi telah dilakukan dengan penerima manfaat mencapai 3.802 kepala keluarga (KK) atau 12.939 jiwa.
Appi mengatakan penanganan krisis air bersih dilakukan karena cuaca ekstrem dan kemarau panjang membuat ketersediaan air menjadi persoalan serius bagi masyarakat.
"Langkah-langkah strategis yang kita siapkan dan jalankan bagimana siapkan air tanki ke lorong-lorong dan pasokan air bersih di pemukiman warga. Dan ini sudah kita jalankan sejak bulan lalu, dan terus menerus kita pasok air gratis untuk warga," ujar Appi, Rabu (9/9/2026).
Distribusi Air Bersih Diperluas
Penanganan kekeringan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah. BPBD memimpin koordinasi bersama Damkarmat, DLH, PU, serta instansi lainnya untuk mengerahkan armada mobil tangki ke permukiman warga.
"Sekarang dijalankan oleh SKPD terkait dipimpin BPBD, didalamnya adaDamkarmat, DLH, PU, mendatangkan armada mobil tangki air ke permukiman warga," sambung Appi.
Distribusi yang sebelumnya dilakukan di 50 titik kini bertambah menjadi 175 titik setiap hari. Pemerintah memastikan penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Appi meminta warga yang mengalami kesulitan air bersih segera melapor melalui lurah atau pihak kecamatan. Pelaporan diperlukan agar pemerintah dapat memetakan lokasi yang benar-benar membutuhkan bantuan.
"Kami berharap warga masyarakat yang membutuhkan kebutuhan air bersih melapor ke lurah masing-masing untuk memastikan di mana titik-titik yang akan diantarkan air kebutuhan air ini di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkannya," imbuh Appi.
BPBD, PMI, dan PDAM Dikerahkan
BPBD Makassar telah melakukan distribusi air bersih tanggap darurat bencana sejak bulan lalu. Dalam pelaksanaannya, BPBD berkolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk PMI dan PDAM.
"Kolaborasi BPBD dengan instansi lain seperti PMI, PDAM, setiap hari lebih dari puluhan titik sudah menyalurkan air bersih ke tengah-tengah warga Kota Makassar setiap harinya," ungkapnya.
PDAM juga mengerahkan armada tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah menurunnya ketersediaan air baku.
"PDAM dengan berbagai macam, dengan begitu banyak armada sudah mulai turun ke tengah-tengah masyarakat untuk mengantarkan air melalui truk-truk pengantar air yang mereka miliki," jelas Appi.
Pemkot Makassar menegaskan bantuan tersebut harus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar terdampak kekeringan. Appi meminta pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan melakukan pendataan secara cermat agar distribusi tepat sasaran.
"Yang kita butuhkan masyarakat yang benar-benar terdampak yang mendapatkan air yang disiapkan oleh pemerintah Kota," tegasnya.
Pemkot Makassar Siapkan Solusi Jangka Panjang
Pemkot Makassar tidak hanya mengandalkan mobil tangki sebagai solusi menghadapi krisis air bersih. Pemerintah juga menyiapkan infrastruktur penyediaan air untuk memperkuat ketersediaan air di permukiman.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Dinas PU telah membangun SPAM di 18 titik.
Appi meminta camat dan lurah aktif mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pembangunan SPAM baru.
"PU melalui 18 titik SPAM yang dibangun, dan Pak Camat kalau di Kecamatan Makassar membutuhkan pembangunan SPAM, langsung laporkan ke PU dan besok insyaallah akan disurvei untuk dibangun sistem SPAM yang bisa dilaksanakan di tempat ini," tuturnya.
Menurut Appi, pembangunan infrastruktur tersebut diperlukan karena persoalan air bersih tidak cukup ditangani hanya melalui distribusi air menggunakan mobil tangki.
Camat dan Lurah Jadi Ujung Tombak Pendataan
Dalam penanganan kekeringan, camat dan lurah diminta menjadi ujung tombak pendataan warga yang membutuhkan bantuan air bersih.
Mekanisme pelaporan diarahkan agar berjalan secara berjenjang, mulai dari warga kepada lurah dan kemudian diteruskan kepada perangkat pemerintah terkait untuk ditindaklanjuti bersama OPD teknis.
"Kalau ada warga yang mengalami kekeringan dan tidak mendapatkan air bersih, tolong informasikan ke pak lurah. Nanti pak lurah meneruskan ke atas supaya terstruktur dan sesuai mekanisme birokrasi," katanya.
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berharap distribusi air tidak menumpuk di satu lokasi, sementara wilayah lain yang lebih membutuhkan justru tidak terlayani.
Kemarau Diperkirakan Berlangsung hingga Oktober
Pemkot Makassar juga meminta masyarakat bersiap menghadapi kemarau yang masih diperkirakan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Appi menyebut berdasarkan informasi BMKG, hujan diperkirakan mulai turun lebih signifikan sekitar akhir Oktober. Meski demikian, beberapa wilayah saat ini sudah mulai mengalami gerimis.
Pemkot Makassar sebelumnya telah melakukan sejumlah upaya untuk menghadapi kondisi tersebut, termasuk melaksanakan salat istisqa di sejumlah lokasi.
"Kemarau ini panjang. Menurut BMKG kira-kira bulan 10 akhir baru ada hujan. Melalui salat istisqa kita sudah lakukan di beberapa tempat," ujar Appi.
Warga Bisa Melapor melalui Sejumlah Kanal
Untuk mempercepat penanganan laporan warga, Pemkot Makassar menyediakan sejumlah kanal pengaduan.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi Lontara+ sebagai layanan terpadu satu kota satu aplikasi. Warga juga dapat menghubungi hotline darurat 112 atau nomor layanan 08155112112.
Selain itu, masyarakat dapat mengisi formulir distribusi air bersih melalui kanal yang disediakan Pemkot Makassar.
Setiap laporan akan diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk diverifikasi dan ditangani sesuai kondisi di lapangan.
Munafri berharap masyarakat tidak ragu melapor apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
"Penanganan krisis air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca ekstrem," terang Appi.
