Sosial Media
0
News
    Home Sosial

    Makassar Tertinggi di Sulsel dengan 445 Temuan HIV/AIDS

    "Makassar mencatat 445 temuan HIV/AIDS hingga Juli 2026, tertinggi di Sulsel. Pemkot memperkuat pencegahan, edukasi, dan upaya mengurangi stigma."

    4 min read


    Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS 
    MAKASSAR INFO -- Makassar mencatat 445 temuan HIV/AIDS hingga Juli 2026, menjadi angka tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di Sulawesi Selatan dalam data yang dipaparkan pada rapat koordinasi perkembangan HIV/AIDS di Sulsel.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar. Meski jumlah temuan HIV/AIDS di Sulsel menunjukkan tren penurunan dalam empat tahun terakhir, upaya pencegahan dinilai tetap perlu diperkuat melalui layanan kesehatan, edukasi, dan keterlibatan masyarakat.

    Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengatakan penurunan temuan dalam beberapa tahun terakhir merupakan perkembangan yang perlu dipertahankan melalui kerja bersama.

    “Dari data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi itu selama empat tahun terakhir perkembangannya sedikit lebih baik karena berhasil diturunkan. Ini juga yang membuat semua pihak untuk bersama-sama bagaimana upaya kita dalam menekan penularannya,” ujar Aliyah di Makassar, Jumat.

    Temuan HIV/AIDS Sulsel Menurun

    Data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi menunjukkan terdapat 2.660 temuan kasus HIV/AIDS di Sulawesi Selatan pada 2023.

    Jumlah tersebut turun menjadi 2.486 temuan pada 2024 dan kembali menurun menjadi 1.939 temuan pada 2025. Sementara hingga Juli 2026, tercatat 963 temuan.

    Dari data tersebut, Makassar mencatat angka tertinggi dengan 445 temuan. Selanjutnya Gowa mencatat 74 kasus, Palopo 38 kasus, Bulukumba 34 kasus, Jeneponto 27 kasus, Luwu Timur 23 kasus, dan Bantaeng 20 kasus.

    Angka tersebut merupakan jumlah temuan yang tercatat dalam data rapat koordinasi. Karena itu, angka tersebut tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan jumlah orang yang hidup dengan HIV/AIDS di masing-masing daerah.

    Bagi Pemkot Makassar, data tersebut menjadi salah satu dasar untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan di tingkat daerah.

    Kelompok Usia Produktif Mendominasi

    Data rakor juga menunjukkan temuan HIV/AIDS paling banyak berada pada kelompok usia produktif.

    Kelompok usia 25–49 tahun tercatat mencapai 58 persen dari temuan. Sementara kelompok usia 15–24 tahun mencapai 35 persen.

    Kelompok usia 30–50 tahun tercatat sebesar 6 persen, sedangkan kelompok usia 15 tahun ke bawah sebesar 1 persen.

    Komposisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penguatan edukasi masyarakat. Informasi mengenai HIV/AIDS perlu disampaikan secara tepat agar masyarakat memahami langkah pencegahan sekaligus tidak memiliki persepsi keliru mengenai cara penularannya.

    Edukasi Dinilai Penting untuk Pencegahan

    Aliyah mengatakan penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Edukasi masyarakat juga diperlukan agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih luas.

    Menurutnya, informasi yang benar mengenai HIV/AIDS sekaligus penting untuk mencegah munculnya stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS.

    “Angka ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Karena itu pencegahan harus terus diperkuat. Edukasi kepada masyarakat juga penting agar informasi yang benar mengenai HIV-AIDS dapat dipahami dengan baik dan tidak menimbulkan stigma,” ucap Aliyah.

    Dengan pendekatan tersebut, penanganan HIV/AIDS tidak hanya berfokus pada pemeriksaan dan layanan medis. Pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penularan juga menjadi bagian penting dalam menekan risiko penularan.

    Pemkot Makassar Dorong Langkah Konkret

    Pemkot Makassar berharap rapat koordinasi mengenai perkembangan HIV/AIDS tidak berhenti pada pembahasan data, tetapi dilanjutkan dengan langkah nyata di lapangan.

    Aliyah mendorong koordinasi antara Pemkot Makassar, Pemprov Sulsel, dan pihak terkait lainnya terus diperkuat untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

    “Harapan kita bersama, koordinasi ini tidak berhenti pada forum rapat saja, tetapi menghasilkan langkah nyata di lapangan. Pemkot Makassar siap bersinergi dengan Pemprov Sulsel dan seluruh pihak terkait,” ucapnya.

    Dengan 445 temuan yang tercatat dalam data rakor, Makassar menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian dalam penguatan strategi pencegahan. Selain menekan penularan, edukasi publik juga diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS dapat diminimalkan.

    Additional JS