Sosial Media
0
News
    Home Olahraga

    PSM Makassar Sudah Kunci Skuad, Darije Kalezic Soroti Masalah di Lini Pertahanan

    "PSM Makassar mengunci skuad Super League 2026/2027 dengan Lars Veldwijk sebagai pemain terakhir. Darije Kalezic masih mengevaluasi lini pertahanan."

    3 min read

    PSM Makassar
    MAKASSAR INFO -- PSM Makassar tampaknya sudah mengunci komposisi skuad untuk mengarungi putaran pertama Super League 2026/2027.

    Batas akhir pendaftaran pemain untuk klub peserta Super League jatuh pada Rabu (23/9/2026). Hingga batas waktu tersebut, tidak ada lagi isu mengenai penambahan pemain baru ke dalam skuad Juku Eja.

    Pemain terakhir yang didaftarkan PSM Makassar adalah penyerang asing Lars Veldwijk. Pemain tersebut menggunakan nomor punggung 7.

    Kehadiran Lars Veldwijk sekaligus melengkapi kuota 11 pemain asing yang dimiliki PSM Makassar untuk kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.

    Darije Kalezic Lengkapi Komposisi Skuad

    PSM cukup aktif bergerak di bursa transfer sejak Darije Kalezic bergabung sebagai pelatih.

    Setidaknya tujuh pemain asing baru didatangkan. Mereka adalah Nenad Lalic, Stefan Jevtoski, Sergio Aguero, Navarone Foor, Kodai Tanaka, Luka Bulatovic, dan Lars Veldwijk.

    Dari sektor pemain lokal, PSM mendatangkan Agung Mannan dan Henhen Herdiana. Keduanya bergabung dengan status pinjaman dari Persib Bandung.

    Darije juga memberikan kesempatan kepada pemain akademi untuk masuk ke tim utama. Dua nama yang disebut mendapatkan promosi adalah Riski Aditya dan Jonathan Kawalo.

    Dengan tambahan pemain baru serta sejumlah pemain lama yang dipertahankan, daftar pemain PSM Makassar yang tercatat di ileague.id berjumlah sekitar 29 nama.

    Namun, Darije memiliki perhitungan berbeda mengenai jumlah pemain yang benar-benar menjadi bagian dari komposisi utama yang ia gunakan.

    “Saya tidak punya 31 pemain, kita punya 25 pemain. Di dalamnya kita juga punya tiga pemain akademi,” kata Darije Kalezic di Stadion Kalegowa.

    “Yang artinya kita cuma punya 22 pemain dan 4 penjaga gawang,” paparnya.

    Pelatih asal Bosnia tersebut mengaku puas dengan skuad yang tersedia.

    “Saya bahagia dengan skuad saya sekarang,” jelasnya.

    “Kita mulai mengimplementasikan visi ini dengan pemain yang ada sekarang,” ungkapnya.

    Skuad Dibentuk Sesuai Anggaran

    Darije menyadari pembentukan tim PSM musim ini tidak terlepas dari batasan anggaran yang tersedia.

    Karena itu, ia memilih memaksimalkan pemain yang sudah direkrut untuk membangun tim sesuai dengan visi permainan yang ingin diterapkannya.

    “Kita rekrut pemain dalam batasan budget yang kita miliki dan kita harus mendayung dengan pemain ini,” terangnya.

    “Dan dari awal dari proses saya pikir saya senang,” pungkasnya.

    Start PSM Belum Maksimal

    Komposisi skuad yang telah terbentuk kemudian harus segera menjawab kebutuhan PSM di lapangan.

    Dalam tiga pertandingan awal Super League 2026/2027, Juku Eja belum meraih kemenangan. PSM mencatat dua hasil imbang dan satu kekalahan.

    Kekalahan terjadi pada pertandingan pembuka ketika PSM takluk 1-3 dari juara bertahan Persib Bandung.

    PSM kemudian bangkit pada dua pertandingan berikutnya. Namun, hasilnya kembali belum maksimal setelah bermain imbang 3-3 melawan Arema FC dan 2-2 ketika menghadapi Persita Tangerang.

    Dari tiga pertandingan tersebut, PSM mengoleksi dua poin dan sementara berada di posisi ke-12 klasemen.

    Meski belum menang, lini depan PSM menunjukkan produktivitas dengan mencetak enam gol.

    Enam gol tersebut dicetak oleh empat pemain. Luka Cumic dan Stefan Jevtoski masing-masing menyumbang dua gol, sedangkan Kodai Tanaka dan Ananda Raehan masing-masing mencetak satu gol.

    Masalah justru terlihat di lini pertahanan. Dari tiga pertandingan, PSM telah kebobolan delapan gol.

    Darije Evaluasi Kesalahan Individual

    Darije Kalezic mengakui masih terdapat sejumlah kesalahan individual di lini belakang yang membuat lawan mampu memanfaatkannya.

    Dalam pertandingan melawan Persita, Darije mengatakan PSM sebenarnya mengawali laga sesuai dengan rencana permainan.

    "Kita memulai pertandingan dengan baik. Kita memulai pertandingan dengan cara yang kita inginkan, kita mengontrol permainan," kata Darije dalam konferensi pers usai laga.

    Darije bahkan melakukan perubahan formasi untuk memberikan penjagaan khusus terhadap pemain nomor 7 Persita yang dianggap menjadi salah satu ancaman dari sisi kiri serangan tim tamu.

    Namun, skema tersebut tidak berjalan sepenuhnya sesuai rencana.

    PSM justru kebobolan dari situasi yang dinilai Darije sebenarnya tidak terlalu membahayakan.

    "Beralih dari yang tidak ada apa-apa, dari situasi yang sebenarnya tidak bisa membahayakan, kita kemasukan. Nomor 7 free sama sekali tanpa penjagaan dan kita membuat kesalahan individual yang sangat besar," ujarnya.

    Kesalahan kembali terjadi pada gol kedua Persita di babak kedua.

    "Di babak kedua, gol kedua juga kita melakukan atau ada pemain melakukan hal yang tidak dilakukan di luar kesepakatan kita dan inilah yang terjadi," jelasnya.

    Menurut Darije, persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.

    "Singkat kata, kita melakukan individual mistakes, kesalahan-kesalahan individual. Namun, kita masih tetap menunjukkan semangat juang pantang menyerah untuk melakukan comeback," terangnya.

    Dengan pendaftaran pemain yang telah memasuki batas akhir, Darije kini harus melanjutkan proses pembentukan tim dengan komposisi yang tersedia.

    Produktivitas lini depan menjadi salah satu modal awal PSM, sementara konsistensi pertahanan menjadi bagian yang masih perlu dibenahi setelah tiga pertandingan pertama Super League 2026/2027.

    Additional JS