Warga Terkena Busur Saat Bentrokan di Kokolojia Rajawali Makassar
"Bentrokan dua kelompok pemuda terjadi di Kokolojia Rajawali Makassar. Seorang warga terkena anak panah dan tiga orang diamankan untuk pemeriksaan."
![]() |
| Polisi Bergerak Cepat Bubarkan Tawuran Kelompok di Makassar, Tiga Pemuda Diamankan |
MAKASSAR INFO -- Keributan dua kelompok pemuda di kawasan Kokolojia Rajawali, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, berujung pada jatuhnya korban.
Seorang warga terkena anak panah busur saat bentrokan berlangsung di perbatasan dua kelurahan.
Peristiwa itu terjadi di pertigaan Jalan Garuda-Jalan Rajawali, Rabu (16/9/2026). Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk menghentikan aksi dan mencegah bentrokan berlanjut.
Tiga orang kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami siapa yang memulai penyerangan serta penyebab kedua kelompok terlibat bentrokan.
Bentrokan Terjadi di Perbatasan Dua Kelurahan
Keributan melibatkan pemuda dari dua kawasan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Mereka berasal dari Jalan Rajawali III atau Ampera Raya, Kelurahan Panambungan, dan kawasan Jalan Rajawali atau Kokolojia, Kelurahan Kunjung Mae.
Kedua kelompok diduga saling menyerang menggunakan sejumlah benda. Di antaranya batu, petasan, dan anak panah busur.
Lokasi bentrokan berada di kawasan perbatasan kedua kelurahan sehingga keributan sempat menimbulkan situasi yang membutuhkan pengamanan aparat.
Warga Terkena Anak Panah
Di tengah aksi saling serang tersebut, seorang warga dilaporkan terkena anak panah pada bagian tangan kiri.
Korban kemudian dibawa ke RS Daya untuk mendapatkan perawatan medis. Korban juga dilaporkan menjalani tindakan operasi akibat luka yang dialaminya.
Belum ada keterangan dalam informasi kepolisian mengenai identitas warga yang menjadi korban maupun bagaimana anak panah tersebut mengenai korban.
Tiga Orang Diamankan Polisi
Personel Patroli Samapta Polrestabes Makassar, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Patmor Sabhara Polda Sulsel bergerak ke lokasi setelah menerima informasi mengenai bentrokan.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengamanan untuk menghentikan aksi serta mengantisipasi kemungkinan keributan susulan.
Polisi kemudian mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Ketiganya masing-masing berinisial MAS (16), MRA (16), dan H.
Ketiga orang tersebut dibawa ke Polsek Mariso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Karena masih dalam proses pemeriksaan, ketiganya belum dapat disebut sebagai pelaku yang telah terbukti melakukan tindak pidana.
Polisi Masih Telusuri Pemicu Bentrokan
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Achmad membenarkan adanya peristiwa saling serang tersebut.
Ia mengatakan personel langsung dikerahkan setelah menerima informasi untuk mengendalikan keadaan di lokasi.
“Personel langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi adanya aksi saling serang. Situasi kemudian diamankan dan tiga orang yang diduga terlibat telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Jafar.
Menurut dia, polisi masih memeriksa orang-orang yang diamankan sekaligus mendalami kronologi kejadian.
Penyebab bentrokan juga masih ditelusuri. Dengan demikian, belum ada kesimpulan mengenai pemicu awal maupun pihak yang pertama kali melakukan penyerangan.
Polisi Antisipasi Keributan Susulan
Pengamanan dilakukan tidak hanya untuk menghentikan bentrokan yang sedang berlangsung, tetapi juga mencegah aksi berlanjut setelah massa dibubarkan.
Hal tersebut menjadi penting karena bentrokan melibatkan dua kelompok pemuda dari kawasan yang berdekatan. Polisi masih perlu memastikan rangkaian kejadian secara utuh sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Untuk saat ini, penanganan perkara berlanjut pada pemeriksaan tiga orang yang telah diamankan serta pendalaman terhadap kronologi dan penyebab kejadian.
Peristiwa di Kokolojia Rajawali tersebut sekaligus menunjukkan dampak langsung bentrokan antarkelompok terhadap warga yang berada di sekitar lokasi. Di tengah aksi saling serang, warga yang tidak terlibat justru ikut terkena risiko dari penggunaan senjata maupun benda yang dilemparkan.
