Pemkot Makassar Kaji Revitalisasi RPH Tamangapa Jadi Pasar Hewan Terpadu
"Pemkot Makassar mengkaji revitalisasi RPH Tamangapa menjadi pasar hewan terpadu untuk menata perdagangan ternak dan memperkuat ketahanan pangan."
MAKASSAR, MAKASSAR INFO -- Pemerintah Kota Makassar mengkaji revitalisasi kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa untuk dikembangkan menjadi Pusat Pasar Hewan Terpadu. Rencana ini diarahkan untuk menata perdagangan ternak, memperkuat rantai pasokan pangan, serta menghidupkan kembali kawasan yang selama ini terbengkalai.
![]() |
| Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin |
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama jajaran Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar membahas kelayakan rencana tersebut pada Jumat (9/10/2026), sebagai tindak lanjut kunjungannya ke kawasan RPH Tamangapa.
Dalam pembahasan itu, Munafri meninjau kesiapan lahan, kebutuhan tata ruang, serta fasilitas penunjang yang diperlukan agar pusat perdagangan ternak dapat beroperasi secara tertib dan higienis.
“Kita harus memastikan regulasi terhadap pasar hewan ini sudah ada (terpenuhi) semua ya,” katanya.
Pasar Hewan Dirancang Terpusat di Tamangapa
Rencana pasar hewan terpadu tersebut diproyeksikan menampung berbagai jenis ternak besar dan kecil, meliputi sapi, kerbau, kambing, dan domba. Pemerintah kota berharap kawasan ini dapat mendukung kebutuhan pasokan ternak bagi masyarakat Makassar.
Kajian juga mencakup kemungkinan memperluas cakupan komoditas dengan mengintegrasikan perdagangan unggas. Dengan begitu, berbagai kebutuhan perdagangan hewan diharapkan dapat terpusat dalam satu kawasan.
“Supaya jadi satu nanti semua, seperti one stop shopping lah,” ujar Munafri.
Konsep tersebut masih dalam tahap kajian kelayakan. Penentuan luas lahan dan pengaturan kawasan menjadi bagian penting sebelum rencana revitalisasi dilanjutkan.
Fasilitas Kesehatan Hewan hingga Area Parkir
Selain kesiapan lahan, Pemkot Makassar membahas kebutuhan fasilitas operasional untuk menunjang aktivitas pedagang dan pembeli. Fasilitas yang direncanakan mencakup tempat pemeriksaan kesehatan hewan, pemandian hewan, gudang pakan, saluran pembuangan air kotor, toilet, masjid, serta integrasi dengan area RPH.
Pemerintah kota juga mempertimbangkan mitigasi potensi genangan melalui penambahan urukan tanah. Langkah tersebut menjadi bagian dari kajian kesiapan kawasan agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung dengan lebih nyaman.
Pengaturan area parkir turut menjadi perhatian. Kawasan pasar direncanakan memiliki ruang yang memadai bagi kendaraan pengangkut ternak, seperti mobil pikap, serta kendaraan logistik lainnya.
Ketersediaan ruang parkir dan akses yang tertata diharapkan mendukung mobilitas barang sekaligus mengurangi potensi gangguan lalu lintas di sekitar kawasan.
Revitalisasi Diharapkan Perkuat Ketahanan Pangan
Munafri menegaskan bahwa penataan pasar hewan tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi juga harus memperhatikan regulasi, ketertiban kota, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pendekatan kita bukan sekadar fair business, melainkan pendekatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui rencana pengembangan kawasan terpadu di Tamangapa, Pemkot Makassar berharap dapat memperkuat rantai pasokan ternak dan mendukung ketahanan pangan daerah. Revitalisasi tersebut juga diharapkan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi pelaku usaha, pedagang, dan masyarakat.
Meski demikian, rencana pasar hewan terpadu masih memerlukan kajian kelayakan, penataan lahan, pemenuhan regulasi, serta perencanaan fasilitas pendukung sebelum dapat diwujudkan. (*)
