Sosial Media
0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Polisi Tangkap Tiga Terduga Pelaku Penyerangan Rumah dengan Bom Molotov di Makassar

    3 min read

    Perempuan Muda Tewas Bersimbah Darah di Mannuruki Makassar, Suami Diamankan Polisi | Makassar Info I Kabar Terkini dari Makassar-1
    ILUSTRASI. Garis polisi

    MAKASSAR -- Aksi penyerangan menggunakan bom molotov yang menyasar sebuah rumah kontrakan di kawasan BTN Minasa Upa, Makassar, memicu keresahan warga. Polisi bergerak cepat mengamankan tiga terduga pelaku, sementara sejumlah orang lainnya masih dalam pengejaran.

    Suasana tenang di kawasan BTN Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, mendadak berubah mencekam setelah sebuah rumah kontrakan diserang pada dini hari. Ledakan disusul kobaran api membuat penghuni rumah terbangun dan berupaya menyelamatkan diri dari ancaman yang datang secara tiba-tiba.

    Kurang dari dua hari setelah kejadian, jajaran Unit Opsnal Reskrim Polsek Rappocini berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Polisi kini masih memburu pelaku lain yang diduga ikut mengambil bagian dalam aksi itu.

    Penangkapan Dilakukan di Jalan Rappocini Raya

    Ketiga terduga pelaku ditangkap pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 05.40 WITA di Jalan Rappocini Raya Lorong 6, Kota Makassar.

    Operasi penangkapan dilakukan personel Unit Opsnal Reskrim Polsek Rappocini yang dipimpin Panit 1 Opsnal IPDA Suprianto.

    Mereka yang diamankan masing-masing berinisial SY (19), AM (22), dan MR (23). Seluruhnya kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Rappocini.

    Rumah Kontrakan Diserang Saat Penghuni Terlelap

    Peristiwa penyerangan terjadi pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 03.00 WITA di BTN Minasa Upa, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini.

    Saat itu korban bersama rekannya sedang tertidur di dalam rumah kontrakan. Mereka terbangun setelah mendengar suara ledakan dari arah depan rumah.

    Ketika keluar, korban mendapati api telah membakar bagian depan rumah, sementara kaca jendela pecah akibat lemparan batu.

    Seorang saksi juga mengaku melihat sekitar empat orang mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam jenis parang, busur panah, serta bom molotov sebelum melakukan penyerangan.

    Sejumlah Fasilitas Rumah Mengalami Kerusakan

    Akibat aksi tersebut, tiga pintu rumah dilaporkan mengalami kerusakan karena terbakar dan didobrak.

    Selain itu, kaca jendela pecah, satu unit speaker rusak, serta sebuah bendera organisasi daerah terkena percikan api dari bom molotov yang dilemparkan ke lokasi kejadian.

    Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerusakan yang ditimbulkan cukup besar dan sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar.

    Polisi Ungkap Dugaan Motif Penyerangan

    Kapolsek Rappocini KOMPOL Ismail melalui Kanit Reskrim IPTU Muh. Ali Djras mengatakan penyelidikan intensif dilakukan setelah menerima laporan dari korban hingga akhirnya tiga terduga pelaku berhasil diamankan.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, SY mengakui ikut melakukan pengrusakan dengan melempari kaca rumah menggunakan batu. Ia juga mengaku melakukan penyerangan bersama beberapa rekannya yang kini masih dalam pengejaran.

    Menurut penyidik, motif sementara diduga dipicu rasa dendam setelah sebelumnya terjadi perselisihan saat pesta minuman keras di lokasi kejadian.

    Sementara itu, MR mengaku mendobrak pintu rumah korban dan menyebut pelemparan bom molotov dilakukan oleh dua orang rekannya yang hingga kini belum tertangkap.

    Adapun AM mengakui datang ke lokasi bersama salah satu pelaku yang membawa bom molotov.

    Polisi Sita Senjata hingga Barang Bukti Lain

    Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara.

    Barang bukti itu meliputi dua botol bekas bom molotov, satu botol berisi bensin, dua bilah parang, dua anak panah beserta pelontarnya, empat unit telepon genggam, sisa tembakau sintetis, alat isap yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika, serta alat kontrasepsi yang ditemukan di lokasi penangkapan.

    Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

    Pelaku Lain Masih Diburu

    Hingga kini penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat.

    Polisi menyatakan identitas sejumlah terduga pelaku lain telah dikantongi dan proses pengejaran masih berlangsung. Hasil penyidikan lanjutan diharapkan dapat mengungkap secara utuh rangkaian penyerangan, termasuk peran masing-masing pelaku dan kemungkinan adanya unsur pidana lain dalam kasus tersebut. (*)

    Additional JS