Sosial Media
0
News
    Home HL Hukum dan Kriminal

    Polisi Periksa Senjata Personel Usai Warga Tewas dalam Perang Kelompok di Kandea

    6 min read

     Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana

    MAKASSAR INFO -- Polrestabes Makassar memeriksa senjata api dan amunisi yang digunakan personel saat menangani perang kelompok di Jalan Kandea III, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Makassar, Minggu dini hari (27/9/2026).

    Pemeriksaan dilakukan setelah seorang warga, Rafli Ramadhani alias Pingky (19), meninggal dunia dengan luka pada bagian punggung yang berdasarkan pemeriksaan awal disebut menyerupai luka tembak.

    Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.50 WITA ketika lima personel Unit Reskrim Polsek Tallo mendatangi kawasan pertigaan kanal Jalan Poros Kanal Bunga Eja Beru untuk membubarkan aksi saling serang antarkelompok.

    Polisi Sebut Personel Diserang Massa

    Personel yang dipimpin Panit Opsnal Ipda A. Syahrir disebut mendapat serangan berupa lemparan batu dan busur ketika tiba di lokasi.

    Dalam situasi tersebut, petugas melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Setelah massa meninggalkan lokasi, polisi kemudian mendapat informasi bahwa Rafli telah dibawa ke RSAL Jala Ammari sekitar pukul 04.50 WITA.

    Namun, korban dinyatakan meninggal dunia. Kapolsek Tallo AKP Asfada kemudian memfasilitasi evakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Pemeriksaan Temukan Luka Menyerupai Tembakan

    Kabiddokkes Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol dr. Muhammad Haris mengatakan pemeriksaan terhadap jenazah dilakukan setelah keluarga memberikan persetujuan untuk autopsi.

    Pada pemeriksaan luar, ditemukan luka di bagian punggung korban. Pemeriksaan selanjutnya menemukan luka keluar yang disebut menyerupai luka tembak.

    “Pada pemeriksaan luar, kita dapatkan di punggung belakang ada luka. Kemudian pada pemeriksaan selanjutnya ada luka keluar yang menyerupai luka tembak, dari daerah punggung luar kiri keluar di lengan kanan,” ungkap Kombes Pol dr. Muhammad Haris saat memberikan keterangan di Biddokkes Polda Sulsel, Minggu (27/9/2026).

    Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kematian Rafli.

    Senjata Personel Jalani Uji Balistik

    Setelah kejadian, Polrestabes Makassar mengamankan senjata api dan amunisi milik personel yang bertugas di lokasi. Seluruhnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium balistik.

    Selain pemeriksaan terhadap senjata, personel yang berada di lokasi juga telah menjalani interogasi awal.

    Pendalaman dilakukan Seksi Propam Polrestabes Makassar bersama Itwasda Polda Sulawesi Selatan. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan tindakan personel di lapangan sesuai prosedur dan ketentuan hukum.

    Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan proses pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian Rafli sekaligus merekonstruksi rangkaian kejadian secara menyeluruh.

    “Kami memastikan proses penanganan ini dilakukan secara transparan dan profesional. Kami tidak akan menutup-nutupi fakta yang ditemukan di lapangan. Hasil autopsi, pemeriksaan balistik, serta pendalaman Propam dan Itwasda akan menjadi dasar menentukan langkah selanjutnya,” tegasnya.

    Arya juga menegaskan bahwa anggota kepolisian akan diproses apabila nantinya ditemukan pelanggaran pidana.

    “Kami menegaskan tidak ada perbedaan hukum, baik itu anggota Polri ketika melakukan tindak pidana, kita akan tindak secara tegas,” ujarnya.

    Pos Mitigasi Rusak dan Dibakar

    Perang kelompok tersebut tidak hanya menyebabkan satu warga meninggal dunia. Pos Mitigasi di pertigaan Jalan Kandea III dan Jalan Bunga Ejayya, Kecamatan Bontoala, juga dilaporkan dirusak dan dibakar.

    Pos tersebut merupakan pos pengamanan bersama yang dibangun melalui sinergi masyarakat, kepolisian, Koramil, dan pemerintah kecamatan.

    Polrestabes Makassar mengimbau masyarakat di kawasan Kandea dan Bunga Ejayya tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

    Warga juga diminta tetap tenang dan menahan diri selama proses penyelidikan berlangsung.

    Autopsi, uji balistik, serta pendalaman oleh Propam dan Itwasda menjadi rangkaian pemeriksaan untuk mengungkap secara jelas penyebab kematian Rafli dan memastikan setiap tindakan personel di lapangan dapat dipertanggungjawabkan. (*)

    Additional JS
    [EDITOR] author=Annadara name=Annadara role=EDITOR slug=annadara photo=https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSg-n5KZ4WTZkARFEZvWxIohDa586hXFfpZmRuKDKwtroHFLLGsPPrBZd4&s=10 bio=Terlahir dan tumbuh di Kota Daeng. Menyukai dunia jurnalisme warga. instagram=https://www.instagram.com/makassarinfodotcom/ facebook=@makassarinfodotcom tiktok= youtube=@makassarinfodotcom x= [/EDITOR] [EDITOR] author=Irwan name=Irwan role=EDITOR slug=irwan photo=https://cdn1-production-assets-kly.akamaized.net/assets/images/user-default.png bio=Berdomisili di Kota Makassar dan berminat di bidang jurnalisme warga. Alumni Jurnalistik di salah satu kampus di Kota Makassar. Pengalaman lebih dari 2 tahun mengelola konten di berbagai media digital dan portal berita. instagram= facebook= tiktok= youtube= x= [/EDITOR]